Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Kedokteran & Kesehatan

Open AccessOA2023

10 Tantangan Kesehatan Publik Teratas yang Perlu Dipantau pada 2023: Menggeser Fokus Melampaui Pandemi Global

Ringkasan ini merangkum 10 tantangan kesehatan publik teratas yang diidentifikasi untuk 2023 oleh para pakar kesehatan publik, menekankan kebutuhan untuk menangani masalah lama di luar COVID-19. Ringkasan ini menyoroti pentingnya upaya terkoordinasi untuk mencapai cakupan kesehatan universal pada 2030.
D. E. Lucero-Prisno; D. Shomuyiwa; M. Kouwenhoven; T. Dorji; G. Odey; A. Miranda; I. Ogunkola; Y. Adebisi; Junjie Huang; Lin Xu; J. C. Obnial; Aminath Huda; S. Thepanondh; M. Dayrit; Salvador B. Evardone; M. Lamawansa; Samrawit Solomon Ethiopia; Lydia Aziato; P. Adongo; M. Samai; Fernando B. Garcia; Joselito F. Villaruz; Indika Karunathilake; Hao Li; Patrick Alain T. Azanza; I. Findlay; Martin C. S. Wongยท Public Health Challengesยท 2023ยท DOI 10.1002/puh2.86

Masalah inti

Tahun 2022 didominasi oleh pandemi COVID-19, dengan peluncuran vaksin dan mandat vaksin berada di garis depan upaya kesehatan publik. Namun, penyakit menular virus lain seperti Monkeypox dan Ebola juga muncul sebagai kekhawatiran signifikan. Perubahan iklim dan konflik politik turut berdampak pada kesehatan global, meningkatkan permintaan akan bantuan kemanusiaan. Saat kita melangkah ke 2023, penting untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan tantangan kesehatan publik global guna mengoordinasikan solusi yang efektif. Melalui diskusi dengan praktisi dan peneliti kesehatan publik, sepuluh bidang prioritas utama telah diidentifikasi: sistem kesehatan, krisis kesehatan mental, penyalahgunaan zat, penyakit menular, malnutrisi dan kerawanan pangan, tantangan kesehatan seksual dan reproduksi, polusi lingkungan, krisis iklim, kanker, dan diabetes. Bidang-bidang ini mewakili kekhawatiran bersama yang memerlukan intervensi proaktif dan inovatif untuk mencapai target cakupan kesehatan universal pada 2030.

Inovasi

Identifikasi bidang prioritas ini didasarkan pada diskusi dengan praktisi dan peneliti kesehatan publik. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa tantangan tersebut mencerminkan keahlian kolektif dan pengalaman lapangan para profesional di berbagai domain. Prosesnya melibatkan sintesis wawasan dari berbagai pemangku kepentingan untuk menyoroti isu paling mendesak yang perlu mendapat perhatian pada 2023. Meskipun metode pengumpulan dan analisis data yang tepat tidak dirinci dalam abstrak, sifat partisipatif dari proses ini memberikan kredibilitas pada prioritas yang diidentifikasi.
Pendahuluan
Tahun 2022 didominasi oleh pandemi COVID-19, dengan peluncuran vaksin dan mandat vaksin berada di garis depan upaya kesehatan publik. Namun, penyakit menular virus lain seperti Monkeypox dan Ebola juga muncul sebagai kekhawatiran signifikan. Perubahan iklim dan konflik politik turut berdampak pada kesehatan global, meningkatkan permintaan akan bantuan kemanusiaan. Saat kita melangkah ke 2023, penting untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan tantangan kesehatan publik global guna mengoordinasikan solusi yang efektif. Melalui diskusi dengan praktisi dan peneliti kesehatan publik, sepuluh bidang prioritas utama telah diidentifikasi: sistem kesehatan, krisis kesehatan mental, penyalahgunaan zat, penyakit menular, malnutrisi dan kerawanan pangan, tantangan kesehatan seksual dan reproduksi, polusi lingkungan, krisis iklim, kanker, dan diabetes. Bidang-bidang ini mewakili kekhawatiran bersama yang memerlukan intervensi proaktif dan inovatif untuk mencapai target cakupan kesehatan universal pada 2030.

Mengapa penting

Bidang prioritas yang diidentifikasi menyoroti kebutuhan untuk menggeser fokus dari penekanan eksklusif pada COVID-19 ke rangkaian isu kesehatan publik yang lebih luas. Untuk mencapai target cakupan kesehatan universal pada 2030, prioritas, investasi finansial, kerja sama internasional, dan kolaborasi sangat penting. Hal ini memerlukan koordinasi antara pembuat keputusan kesehatan publik, sektor kesehatan swasta, dan pemimpin opini untuk menerapkan langkah-langkah pembiayaan kesehatan dan ketahanan pangan yang spesifik per negara. Penelitian, pengetahuan ilmiah, dan kapasitas teknis harus dimanfaatkan untuk menghasilkan intervensi berkelanjutan yang mengurangi disparitas kesehatan dan meningkatkan responsivitas sistem kesehatan. Dengan menangani tantangan-tantangan ini secara proaktif, kita dapat mencegahnya meningkat menjadi kedaruratan kesehatan publik. Sifat saling terkait dari isu-isu ini menuntut solusi terintegrasi yang mempertimbangkan determinan sosial, ekonomi, dan lingkungan dari kesehatan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ