Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Sosial

Open AccessOA2022

Masalah Teoretis dan Metodologis Sosiologi Digital

Artikel ini mengkaji tantangan teoretis dan metodologis sosiologi digital, bidang yang muncul pada pertengahan 2000-an untuk mempelajari dampak ruang virtual terhadap realitas sosial. Artikel ini mengusulkan definisi, mencirikan perangkat metodologisnya, dan mengidentifikasi keunggulan serta tantangan utamanya.
V. L. Schultz; A. Grebenyuk; I. Ashmanovยท Moscow State University Bulletin. Series 18. Sociology and Political Scienceยท 2022ยท DOI 10.24290/1029-3736-2022-28-1-126-144

Masalah inti

Pemindahan berbagai aspek kehidupan manusia ke ruang virtual (jejaring sosial dan media baru) telah menciptakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi ilmu sosial klasik. Tantangan utamanya adalah menilai dampak proses sosial di ruang virtual terhadap realitas di sekitar kita. Kini, fenomena yang muncul di Internet semakin intensif menyerbu dunia "fisik" kita, membentuk apa yang disebut "realitas virtual nyata." Aspek pentingnya adalah efek balik: proses dalam realitas sosial juga memengaruhi dunia virtual. Respons terhadap virtualisasi kehidupan sosial ini adalah munculnya cabang baru ilmu sosiologi โ€” sosiologi digital. Berawal pada pertengahan 2000-an, bidang ini aktif berkembang: bidang masalahnya semakin diperjelas, subjeknya semakin dikonkretkan, dan perangkat metodologisnya semakin luas. Namun, ada juga masalah dan "bottleneck" yang memerlukan pemahaman dan pengatasan ilmiah. Artikel ini mengkaji proses virtualisasi kehidupan publik, esensi dan ciri akun jejaring sosial elektronik, membentuk definisi sosiologi digital menurut penulis, mencirikan perangkat metodologisnya, dan mengidentifikasi keunggulan serta tantangan sosiologi digital.

Inovasi

Artikel ini menggunakan analisis teoretis dan metodologis untuk mengkonseptualisasikan sosiologi digital sebagai cabang baru ilmu sosiologi. Para penulis mengkaji proses virtualisasi kehidupan publik dan hakikat akun jejaring sosial elektronik. Mereka mengusulkan definisi sosiologi digital dan mencirikan perangkat metodologisnya. Pendekatannya melibatkan identifikasi keunggulan dan tantangan sosiologi digital, dengan fokus pada interaksi antara ruang virtual dan realitas sosial. Metodologinya mencakup tinjauan literatur yang ada dan sintesis konseptual untuk memperjelas subjek dan bidang masalah sosiologi digital.
Pendahuluan
Pemindahan berbagai aspek kehidupan manusia ke ruang virtual (jejaring sosial dan media baru) telah menciptakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi ilmu sosial klasik. Tantangan utamanya adalah menilai dampak proses sosial di ruang virtual terhadap realitas di sekitar kita. Kini, fenomena yang muncul di Internet semakin intensif menyerbu dunia "fisik" kita, membentuk apa yang disebut "realitas virtual nyata." Aspek pentingnya adalah efek balik: proses dalam realitas sosial juga memengaruhi dunia virtual. Respons terhadap virtualisasi kehidupan sosial ini adalah munculnya cabang baru ilmu sosiologi โ€” sosiologi digital. Berawal pada pertengahan 2000-an, bidang ini aktif berkembang: bidang masalahnya semakin diperjelas, subjeknya semakin dikonkretkan, dan perangkat metodologisnya semakin luas. Namun, ada juga masalah dan "bottleneck" yang memerlukan pemahaman dan pengatasan ilmiah. Artikel ini mengkaji proses virtualisasi kehidupan publik, esensi dan ciri akun jejaring sosial elektronik, membentuk definisi sosiologi digital menurut penulis, mencirikan perangkat metodologisnya, dan mengidentifikasi keunggulan serta tantangan sosiologi digital.

Mengapa penting

Pembahasan berpusat pada masalah teoretis dan metodologis sosiologi digital. Para penulis berargumen bahwa virtualisasi kehidupan sosial menuntut cabang sosiologi baru untuk menilai dampak proses virtual terhadap realitas. Mereka mencatat efek balik realitas sosial terhadap dunia virtual, menekankan hubungan dua arah. Tantangannya meliputi kebutuhan mengembangkan metode yang sesuai untuk mempelajari fenomena daring dan mengintegrasikannya dengan pendekatan sosiologi klasik. Keunggulan sosiologi digital meliputi kemampuannya menangkap fenomena yang muncul secara real-time dan potensinya untuk analisis data berskala besar. Namun, para penulis memperingatkan adanya jebakan metodologis seperti kesenjangan digital dan kekhawatiran etis. Artikel ini diakhiri dengan seruan untuk pemahaman lebih lanjut dan pengatasan ilmiah atas bottleneck ini guna memajukan bidang tersebut.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ