Editorial Hukum
Open AccessOA2024
Penyediaan hukum pidana secara spontan
Makalah ini mengkaji bagaimana aktor non-negara telah menyediakan hukum pidana di favela Brasil selama puluhan tahun, menawarkan catatan humanomics tentang penyediaan swasta atas barang publik yang tidak murni. Analisis menyimpulkan bahwa norma informal dapat menopang tatanan hukum tanpa intervensi publik atau mekanisme harga.
Gabriel F. Benzecry; H. A. Thompson· Public Choice· 2024· DOI 10.1007/s11127-024-01235-4
Masalah inti
Selama puluhan tahun, aktor non-negara telah menyediakan hukum pidana di favela Brasil. Makalah ini menawarkan catatan humanomics tentang penyediaan swasta atas barang publik yang tidak murni. Studi ini menantang asumsi konvensional tentang keharusan intervensi negara atau penetapan harga pasar untuk penyediaan hukum pidana. Dengan mengkaji kemunculan spontan tatanan hukum di permukiman informal, para penulis menyiapkan dasar bagi penyelidikan yang lebih luas tentang bagaimana tata kelola berfungsi di luar struktur negara formal. Penelitian ini berada dalam pendekatan humanomics, yang memadukan wawasan dari ekonomi, psikologi, dan filsafat moral untuk memahami perilaku manusia dalam konteks sosial. Pertanyaan utamanya adalah apakah hukum pidana—yang biasanya dianggap sebagai fungsi inti negara—dapat disediakan secara efektif oleh aktor non-negara yang bersandar pada norma informal alih-alih institusi formal atau sinyal harga.
Inovasi
Para penulis menggunakan kerangka humanomics, yang menekankan peran sentimen moral, norma sosial, dan faktor kontekstual dalam analisis ekonomi dan hukum. Pendekatan ini melampaui model pilihan rasional tradisional untuk memasukkan pemahaman yang lebih kaya tentang motivasi manusia dan interaksi sosial. Studi ini menarik bukti kualitatif dari favela Brasil, tempat aktor non-negara secara historis menyediakan hukum pidana dan penyelesaian sengketa. Analisis berfokus pada bagaimana norma informal dan rasa kepatutan bersama muncul serta menopang tatanan hukum tanpa kehadiran institusi negara formal. Dengan mengkaji tatanan spontan yang muncul di komunitas-komunitas ini, para penulis menguji penerapan logika tangan tak terlihat Adam Smith pada konteks di luar hak milik pribadi dan harga yang terdefinisi dengan baik. Metodologinya bersifat interpretatif dan teoretis, bertujuan menarik kesimpulan umum tentang hakikat tatanan hukum dari studi kasus yang terperinci.
Pendahuluan
Selama puluhan tahun, aktor non-negara telah menyediakan hukum pidana di favela Brasil. Makalah ini menawarkan catatan humanomics tentang penyediaan swasta atas barang publik yang tidak murni. Studi ini menantang asumsi konvensional tentang keharusan intervensi negara atau penetapan harga pasar untuk penyediaan hukum pidana. Dengan mengkaji kemunculan spontan tatanan hukum di permukiman informal, para penulis menyiapkan dasar bagi penyelidikan yang lebih luas tentang bagaimana tata kelola berfungsi di luar struktur negara formal. Penelitian ini berada dalam pendekatan humanomics, yang memadukan wawasan dari ekonomi, psikologi, dan filsafat moral untuk memahami perilaku manusia dalam konteks sosial. Pertanyaan utamanya adalah apakah hukum pidana—yang biasanya dianggap sebagai fungsi inti negara—dapat disediakan secara efektif oleh aktor non-negara yang bersandar pada norma informal alih-alih institusi formal atau sinyal harga.
Mengapa penting
Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi pemahaman kita tentang tatanan hukum dan ekonomi. Penyediaan hukum pidana secara spontan di favela Brasil menunjukkan bahwa tangan tak terlihat dapat beroperasi di ranah di luar pasar tradisional, meluas hingga penyediaan barang publik seperti keamanan dan keadilan. Hal ini menantang asumsi bahwa hukum pidana secara inheren merupakan monopoli negara dan menyoroti potensi norma informal untuk menopang kerja sama sosial yang kompleks. Ketergantungan kepatutan pada konteks menunjukkan bahwa humanomics harus memperhitungkan pengaruh lingkungan terhadap penilaian moral, karena apa yang dianggap pantas dapat bergeser sesuai kondisi lokal. Ketangguhan tatanan hukum spontan terhadap tipe agen menunjukkan bahwa sistem semacam itu mungkin lebih tangguh daripada yang diperkirakan sebelumnya, mampu berfungsi bahkan ketika motivasi individu bervariasi. Wawasan ini berkontribusi pada literatur yang lebih luas tentang tata kelola swasta, institusi informal, dan batas kapasitas negara, menawarkan perspektif bernuansa tentang bagaimana tatanan muncul tanpa arahan pusat.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…