Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial ilmu komputer

Open AccessOA2022

Sosiologi Penjatahan: Menuju Dialog Interdisipliner yang Lebih Luas

Tinjauan literatur interpretif kritis ini mengkaji empat perspektif disipliner tentang penjatahan layanan kesehatan—ekonomi kesehatan, bioetika, studi kebijakan kesehatan, dan sosiologi—dan mengusulkan cara untuk memajukan kontribusi sosiologis dalam debat penjatahan di masa depan. Kajian ini menyoroti perlunya dialog interdisipliner yang lebih luas untuk mengatasi ketidakpastian dan konflik nilai yang melekat dalam alokasi sumber daya.
Amalie Martinus Hauge; E. I. Otto; Sarah Wadmann· Sociology of Health and Illness· 2022· DOI 10.1111/1467-9566.13507

Masalah inti

Sejak 1990-an, sosiologi penjatahan berkembang dalam oposisi eksplisit terhadap pendekatan ekonomi kesehatan dan bioetika terhadap penjatahan layanan kesehatan. Sikap oposisional ini menyebabkan keterlibatan yang terbatas dengan disiplin lain dan dampak yang terbatas pada debat politik. Untuk mendorong dialog interdisipliner, penting untuk memahami perbedaan dan persamaan analitis antar disiplin. Artikel ini, berdasarkan sintesis literatur interpretif kritis, mengkaji empat perspektif disipliner tentang penjatahan layanan kesehatan dan penetapan prioritas: ekonomi kesehatan, bioetika, studi kebijakan kesehatan, dan sosiologi. Para penulis bertujuan memberikan gambaran analitis dan saran untuk memajukan dampak argumen sosiologis dalam debat penjatahan di masa depan.

Inovasi

Penelitian ini menggunakan sintesis literatur interpretif kritis. Pendekatan ini melibatkan peninjauan dan penafsiran literatur secara sistematis dari berbagai disiplin untuk mengidentifikasi asumsi, konsep, dan kontribusi utama. Sintesis ini berfokus pada empat perspektif disipliner: (1) Ekonomi kesehatan, yang berupaya mengembangkan model keputusan untuk alokasi sumber daya yang lebih rasional; (2) Bioetika, yang mengembangkan prinsip dan prosedur normatif untuk alokasi yang adil; (3) Studi kebijakan kesehatan, yang mengkaji legitimasi dan implementasi model keputusan; dan (4) Sosiologi, yang menganalisis ketidakpastian penjatahan dan konflik nilai serta negosiasi yang dihasilkan. Metode ini memungkinkan analisis komparatif tentang bagaimana setiap disiplin membingkai masalah penjatahan dan penetapan prioritas.
Pendahuluan
Sejak 1990-an, sosiologi penjatahan berkembang dalam oposisi eksplisit terhadap pendekatan ekonomi kesehatan dan bioetika terhadap penjatahan layanan kesehatan. Sikap oposisional ini menyebabkan keterlibatan yang terbatas dengan disiplin lain dan dampak yang terbatas pada debat politik. Untuk mendorong dialog interdisipliner, penting untuk memahami perbedaan dan persamaan analitis antar disiplin. Artikel ini, berdasarkan sintesis literatur interpretif kritis, mengkaji empat perspektif disipliner tentang penjatahan layanan kesehatan dan penetapan prioritas: ekonomi kesehatan, bioetika, studi kebijakan kesehatan, dan sosiologi. Para penulis bertujuan memberikan gambaran analitis dan saran untuk memajukan dampak argumen sosiologis dalam debat penjatahan di masa depan.

Mengapa penting

Artikel ini membahas cara memajukan dampak argumen sosiologis dalam debat penjatahan di masa depan. Pertama, artikel ini menyarankan pengembangan konsep dan asumsi sosiologi penjatahan agar lebih terlibat dengan disiplin lain. Kedua, artikel ini mengidentifikasi tema-tema khusus untuk penyelidikan sosiologis, seperti masalah berulang dalam menerjemahkan keputusan penetapan prioritas administratif ke dalam praktik klinis. Para penulis berargumen bahwa dialog interdisipliner yang lebih luas dapat memperkaya pemahaman dan meningkatkan hasil kebijakan. Dengan mengenali kekuatan dan batasan setiap perspektif, sosiolog dapat berkontribusi lebih efektif dalam debat tentang penjatahan layanan kesehatan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…