Editorial Pendidikan
Open AccessOA2022
Peran keyakinan epistemologis dalam keputusan dosen STEM untuk menggunakan pedagogi relevan secara kultural di Hispanic-Serving Institutions
Penelitian ini menyelidiki bagaimana dosen STEM di Hispanic-Serving Institutions menerapkan pedagogi relevan secara kultural, dan mengungkap bahwa keyakinan epistemologis bahwa disiplin ilmu bebas budaya dapat hidup berdampingan dengan praktik yang selaras dengan keberhasilan akademik. Temuan ini menunjukkan pengembangan profesional tidak perlu mengubah keyakinan untuk mendorong pedagogi relevan secara kultural.
Mollee Shultz; Jayson M. Nissen; Eleanor W. Close; B. Van Dusen· International Journal of STEM Education· 2022· DOI 10.1186/s40594-022-00349-9
Masalah inti
Ketimpangan yang terus berlangsung dalam pendidikan tinggi menuntut adopsi pedagogi relevan secara kultural (CRP), yang mendukung mahasiswa dengan memanfaatkan budaya mereka melalui tiga prinsip: keberhasilan akademik, kompetensi kultural, dan kesadaran sosiopolitik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keyakinan dosen tentang hakikat pengetahuan—keyakinan epistemologis—memprediksi praktik pedagogis mereka. Jika praktisi STEM memandang disiplin ilmu mereka bebas budaya, mereka mungkin menghindari CRP. Penelitian ini mengkaji bagaimana 40 dosen dari matematika, fisika, kimia, dan biologi di Hispanic-Serving Institutions (HSI) menerapkan CRP, dengan menggunakan kerangka rasionalitas praktis untuk memahami bagaimana keyakinan epistemologis dan konteks institusi memengaruhi keputusan pengajaran.
Inovasi
Para peneliti mewawancarai 40 dosen STEM dari HSI, dengan fokus pada keyakinan epistemologis dan praktik pengajaran mereka. Kerangka rasionalitas praktis digunakan untuk menganalisis bagaimana kewajiban individual dan interpersonal membentuk keputusan untuk menerapkan CRP. Pengumpulan data melibatkan wawancara semi-terstruktur yang menggali pandangan dosen tentang hakikat pengetahuan dalam disiplin ilmu mereka dan pilihan pengajaran mereka. Analisis mengidentifikasi praktik yang selaras dengan tiga prinsip CRP: keberhasilan akademik, kompetensi kultural, dan kesadaran sosiopolitik.
Pendahuluan
Ketimpangan yang terus berlangsung dalam pendidikan tinggi menuntut adopsi pedagogi relevan secara kultural (CRP), yang mendukung mahasiswa dengan memanfaatkan budaya mereka melalui tiga prinsip: keberhasilan akademik, kompetensi kultural, dan kesadaran sosiopolitik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keyakinan dosen tentang hakikat pengetahuan—keyakinan epistemologis—memprediksi praktik pedagogis mereka. Jika praktisi STEM memandang disiplin ilmu mereka bebas budaya, mereka mungkin menghindari CRP. Penelitian ini mengkaji bagaimana 40 dosen dari matematika, fisika, kimia, dan biologi di Hispanic-Serving Institutions (HSI) menerapkan CRP, dengan menggunakan kerangka rasionalitas praktis untuk memahami bagaimana keyakinan epistemologis dan konteks institusi memengaruhi keputusan pengajaran.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan profesional mungkin tidak perlu mengubah keyakinan epistemologis dosen untuk mendorong CRP; sebaliknya, pengembangan profesional dapat memanfaatkan kewajiban yang sudah ada terhadap mahasiswa dan dinamika kelas. Penelitian ini mengusulkan perubahan di tingkat departemen untuk memungkinkan dosen menumbuhkan kompetensi kultural dan kesadaran sosiopolitik mahasiswa. Penelitian selanjutnya harus menyelidiki bagaimana pengetahuan konten pedagogis yang relevan secara kultural memengaruhi pengalaman mahasiswa. Karya ini menyoroti interaksi kompleks antara keyakinan dan praktik dalam pendidikan STEM di HSI.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…