Editorial Humaniora
Open AccessOA2024
Persoalan Kehendak Bebas dan Tanggung Jawab Moral dalam Etika Buddhis
Digest ini menelaah kemungkinan membahas kehendak bebas dan tanggung jawab moral dalam etika Buddhis, dengan fokus pada doktrin kunci kemunculan bergantungan, ketiadaan diri, dan karma. Digest ini menyoroti bagaimana perbedaan antara teks Theravada dan Mahayana menghasilkan tafsir yang berbeda di kalangan sarjana.
V. A. Volkova· RUDN Journal of Philosophy· 2024· DOI 10.22363/2313-2302-2024-28-1-109-119
Masalah inti
Pada akhir abad ke-20, sebuah disiplin etika Buddhis terbentuk di negara-negara berbahasa Inggris, yang di dalam kerangkanya sekelompok peneliti yang saling berinteraksi erat berupaya memahami dan menyistematisasi posisi-posisi etis dalam Buddhisme, sering kali dengan menggunakan perangkat filsafat analitis. Salah satu arah dalam disiplin etika Buddhis adalah upaya menanamkan kandungan etis Buddhisme ke dalam konteks filsafat Eropa Barat kontemporer dan mengajukan kepadanya pertanyaan-pertanyaan khas filsafat Barat, misalnya pertanyaan tentang tanggung jawab moral, kehendak bebas, dan determinisme. Sebagian peneliti meyakini bahwa teks-teks Buddhis mencerminkan posisi kompatibilis, sementara yang lain melihat posisi etis Buddhis mirip dengan inkompatibilisme. Masalah pertama yang dihadapi para peneliti Buddhis yang tertarik pada topik ini adalah Buddhisme tidak memiliki konsep “kehendak bebas” yang serupa dengan yang ada dalam filsafat Barat. Meskipun demikian, para teoretisi kontemporer meyakini bahwa Buddhisme klasik memuat cukup bahan untuk memungkinkan percakapan tentang kausalitas dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan kemungkinan membahas kehendak bebas dalam konteks etika Buddhisme.
Inovasi
Untuk itu, penelitian ini menelaah ketentuan-ketentuan kunci ajaran Buddhis yang relevan dalam konteks kehendak bebas: kemunculan bergantungan, ketiadaan diri, dan karma. Dicatat bahwa salah satu penyebab perbedaan kesimpulan para peneliti etika Buddhis mengenai persoalan kehendak bebas dan tanggung jawab moral dalam Buddhisme adalah kekhasan Theravada dan Mahayana serta teks-teks khususnya yang terutama dirujuk oleh para teoretisi yang berbeda.
Pendahuluan
Pada akhir abad ke-20, sebuah disiplin etika Buddhis terbentuk di negara-negara berbahasa Inggris, yang di dalam kerangkanya sekelompok peneliti yang saling berinteraksi erat berupaya memahami dan menyistematisasi posisi-posisi etis dalam Buddhisme, sering kali dengan menggunakan perangkat filsafat analitis. Salah satu arah dalam disiplin etika Buddhis adalah upaya menanamkan kandungan etis Buddhisme ke dalam konteks filsafat Eropa Barat kontemporer dan mengajukan kepadanya pertanyaan-pertanyaan khas filsafat Barat, misalnya pertanyaan tentang tanggung jawab moral, kehendak bebas, dan determinisme. Sebagian peneliti meyakini bahwa teks-teks Buddhis mencerminkan posisi kompatibilis, sementara yang lain melihat posisi etis Buddhis mirip dengan inkompatibilisme. Masalah pertama yang dihadapi para peneliti Buddhis yang tertarik pada topik ini adalah Buddhisme tidak memiliki konsep “kehendak bebas” yang serupa dengan yang ada dalam filsafat Barat. Meskipun demikian, para teoretisi kontemporer meyakini bahwa Buddhisme klasik memuat cukup bahan untuk memungkinkan percakapan tentang kausalitas dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan kemungkinan membahas kehendak bebas dalam konteks etika Buddhisme.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan bahwa perdebatan tentang kehendak bebas dalam etika Buddhis dibentuk oleh perbedaan doktrinal antara tradisi Theravada dan Mahayana. Kemunculan bergantungan menyiratkan struktur kausal yang mungkin mengakomodasi suatu bentuk kompatibilisme, sementara ketiadaan diri menantang gagasan konvensional tentang agensi. Karma memperkenalkan tanggung jawab moral tanpa diri yang permanen. Kompleksitas ini menjelaskan tafsir sarjana yang berbeda-beda dan menyoroti perlunya analisis tekstual yang cermat ketika membandingkan kerangka filsafat Buddhis dan Barat.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…