Editorial Humaniora
Open AccessOA2025
Dunia modern berusia 250 tahun (Tentang peringatan besar sebuah peristiwa yang cemerlang namun kontroversial). Bagian I. “Renaisans Herder” dalam konteks karya I. G. Herder
Artikel ini menganalisis “Renaisans Herder” dalam ilmu pengetahuan asing, menyoroti bagaimana imperatif historisisme yang diproklamasikan Herder dibungkam atau ditolak, menandakan hilangnya historisisme dalam pengetahuan modern. Artikel ini menyajikan prasyarat dan gambaran umum proses tersebut.
Martynov· Herald of Omsk University· 2025· DOI 10.24147/1812-3996.2025.1.59-70
Masalah inti
Artikel ini mengkaji proses-proses yang terjadi dalam ilmu pengetahuan asing yang berkaitan dengan nama Herder. Sejumlah metamorfosis, baik yang cemerlang maupun berskala besar, tetapi hampir sepenuhnya luput dari perhatian kita, teridentifikasi. Fenomena sentralnya adalah apa yang disebut “Renaisans Herder,” yang menyatakan dirinya dalam antropologi, linguistik, ilmu politik, dan filsafat. Namun, “renaisans” terbaru ini khas: imperatif historisisme yang diproklamasikan Herder dibungkam, dan kadang-kadang ditolak secara khidmat. Sejarah historisisme dimulai dari Herder, namun berakhir di bawah bayang-bayang namanya. “Renaisans Herder” sebagai peristiwa tuturan ternyata menjadi tanda hilangnya historisisme dalam pengetahuan modern. Artikel pertama ini menyajikan analisis atas prasyarat proses hilangnya historisisme dan gambaran umum arah utama proses tersebut.
Inovasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-analitis untuk melacak resepsi gagasan Herder dalam keilmuan asing kontemporer. Fokusnya adalah mengidentifikasi metamorfosis dalam antropologi, linguistik, ilmu politik, dan filsafat yang membentuk “Renaisans Herder.” Metodologi ini melibatkan tinjauan kritis terhadap literatur untuk mengungkap bagaimana imperatif historisisme dikaburkan atau ditolak. Analisis disusun untuk pertama-tama menetapkan prasyarat hilangnya historisisme dan kemudian mendeskripsikan arah utama proses tersebut. Tidak ada persamaan atau diagram spesifik yang disajikan dalam teks sumber.
Pendahuluan
Artikel ini mengkaji proses-proses yang terjadi dalam ilmu pengetahuan asing yang berkaitan dengan nama Herder. Sejumlah metamorfosis, baik yang cemerlang maupun berskala besar, tetapi hampir sepenuhnya luput dari perhatian kita, teridentifikasi. Fenomena sentralnya adalah apa yang disebut “Renaisans Herder,” yang menyatakan dirinya dalam antropologi, linguistik, ilmu politik, dan filsafat. Namun, “renaisans” terbaru ini khas: imperatif historisisme yang diproklamasikan Herder dibungkam, dan kadang-kadang ditolak secara khidmat. Sejarah historisisme dimulai dari Herder, namun berakhir di bawah bayang-bayang namanya. “Renaisans Herder” sebagai peristiwa tuturan ternyata menjadi tanda hilangnya historisisme dalam pengetahuan modern. Artikel pertama ini menyajikan analisis atas prasyarat proses hilangnya historisisme dan gambaran umum arah utama proses tersebut.
Mengapa penting
Pembahasan berpusat pada implikasi hilangnya historisisme ini. “Renaisans Herder” berfungsi sebagai peristiwa tuturan yang secara paradoksal menandakan kemunduran pemikiran historisisme. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang lintasan pengetahuan modern dan peran tokoh fondasional seperti Herder. Artikel ini berargumen bahwa imperatif historisisme dibungkam, dan kadang-kadang ditolak secara khidmat, yang mencerminkan krisis yang lebih luas dalam humaniora. Analisis menunjukkan bahwa proses ini tidak terisolasi, melainkan merupakan tatanan umum yang memengaruhi berbagai disiplin ilmu. Bagian pertama artikel ini menyiapkan panggung untuk eksplorasi lebih lanjut atas arah-arah tersebut dalam karya berikutnya.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…