Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Ekonomi & Bisnis

Open AccessOA2024

Dampak Makroekonomi terhadap Kemajuan Pengembangan UMKM di Indonesia

Penelitian ini mengkaji bagaimana faktor makroekonomi—BI Rate, inflasi, dan nilai tukar—memengaruhi jumlah UMKM di Indonesia dari 1997 hingga 2022. Dengan menggunakan Eviews 10, ditemukan bahwa BI Rate berdampak positif terhadap pertumbuhan UMKM, sedangkan inflasi dan nilai tukar tidak.
S. Sunaryono· East Asian Journal of Multidisciplinary Research· 2024· DOI 10.55927/eajmr.v3i3.8181

Masalah inti

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Perkembangannya sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Penelitian ini menyelidiki pengaruh variabel makroekonomi utama—BI Rate, inflasi, dan nilai tukar—terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia. Memahami hubungan ini penting untuk merumuskan kebijakan yang efektif guna mendukung sektor UMKM dan perekonomian secara lebih luas.

Inovasi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Dataset mencakup periode 1997 hingga 2022, yang meliputi masa fluktuasi ekonomi signifikan. Analisis dilakukan menggunakan Eviews 10, dengan menerapkan teknik time-series untuk menguji dampak BI Rate, inflasi, dan nilai tukar terhadap jumlah UMKM. Model dapat direpresentasikan sebagai:

di mana adalah jumlah UMKM pada waktu , dan adalah error term.

Pendahuluan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Perkembangannya sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Penelitian ini menyelidiki pengaruh variabel makroekonomi utama—BI Rate, inflasi, dan nilai tukar—terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia. Memahami hubungan ini penting untuk merumuskan kebijakan yang efektif guna mendukung sektor UMKM dan perekonomian secara lebih luas.

Mengapa penting

Dampak positif BI Rate terhadap pertumbuhan UMKM menyiratkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi mungkin berkorelasi dengan peningkatan pembentukan UMKM, kemungkinan karena kepercayaan ekonomi yang membaik atau kondisi makroekonomi lainnya. Namun, tidak signifikannya pengaruh inflasi dan nilai tukar menyoroti bahwa pengembangan UMKM tidak secara langsung didorong oleh faktor-faktor tersebut di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena UMKM lebih tangguh terhadap tekanan inflasi atau fluktuasi nilai tukar, atau karena faktor struktural lain lebih dominan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang ditargetkan yang memanfaatkan kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan UMKM, sekaligus mengatasi stabilitas ekonomi yang lebih luas. Pembuat kebijakan harus mempertimbangkan peran nuansa BI Rate dan memastikan bahwa program dukungan UMKM selaras dengan kondisi makroekonomi.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…