Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2024
Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN, karakteristik perusahaan, dan makroekonomi terhadap kinerja dan nilai perusahaan: Investigasi perusahaan patuh syariah di Indonesia
Studi ini mengkaji bagaimana karakteristik perusahaan dan faktor makroekonomi memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan patuh syariah di Indonesia, baik sebelum maupun setelah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan menggunakan SEM-PLS pada 103 perusahaan non-keuangan dari 2011 hingga 2020, studi ini menemukan bahwa usia perusahaan, ukuran, efisiensi, dan makroekonomi berpengaruh positif terhadap kinerja, sementara leverage keuangan, kepemilikan asing, dan partisipasi MEA menunjukkan efek negatif.
Choirul Nikmah; Rern-Jay Hung· Heliyon· 2024· DOI 10.1016/j.heliyon.2024.e32740
Masalah inti
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan patuh syariah (SCF), yang mematuhi aturan khusus terkait aktivitas bisnis dan rasio keuangan sesuai prinsip Islam. Perusahaan-perusahaan ini harus menjaga rasio utang berbasis bunga terhadap total aset serta pendapatan yang tidak diperbolehkan, pembatasan yang dapat memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan, khususnya pada era MEA. Akibatnya, SCF harus memanfaatkan faktor internal untuk memperkuat perusahaan sekaligus mempertimbangkan faktor makroekonomi eksternal. Makalah ini bertujuan mengkaji faktor internal—usia perusahaan, ukuran, dan efisiensi (FASE), leverage keuangan, kepemilikan asing—serta makroekonomi yang memengaruhi kinerja keuangan dan nilai perusahaan SCF, termasuk efek sebelum dan sesudah MEA.
Inovasi
Studi ini menerapkan structural equation modelling-partial least square (SEM-PLS) untuk menganalisis 103 perusahaan non-keuangan yang terus tercatat di Islamic Shariah Stock Index (ISSI) dari 2011 hingga 2020. Analisis mencakup periode sebelum dan sesudah MEA, memungkinkan penilaian komparatif atas dampak MEA. Model ini mengkaji hubungan antara faktor internal (usia perusahaan, ukuran, efisiensi, leverage keuangan, kepemilikan asing), variabel makroekonomi, dan hasil berupa kinerja serta nilai perusahaan. Pendekatan SEM-PLS cocok untuk model kompleks dengan banyak konstruk dan ukuran sampel yang lebih kecil, memberikan estimasi yang robust atas efek langsung dan tidak langsung.
Pendahuluan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan patuh syariah (SCF), yang mematuhi aturan khusus terkait aktivitas bisnis dan rasio keuangan sesuai prinsip Islam. Perusahaan-perusahaan ini harus menjaga rasio utang berbasis bunga terhadap total aset serta pendapatan yang tidak diperbolehkan, pembatasan yang dapat memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan, khususnya pada era MEA. Akibatnya, SCF harus memanfaatkan faktor internal untuk memperkuat perusahaan sekaligus mempertimbangkan faktor makroekonomi eksternal. Makalah ini bertujuan mengkaji faktor internal—usia perusahaan, ukuran, dan efisiensi (FASE), leverage keuangan, kepemilikan asing—serta makroekonomi yang memengaruhi kinerja keuangan dan nilai perusahaan SCF, termasuk efek sebelum dan sesudah MEA.
Mengapa penting
Temuan ini menyarankan agar perusahaan patuh syariah berfokus pada faktor internal seperti usia, ukuran, dan efisiensi untuk meningkatkan kinerja dan nilai, sekaligus berhati-hati dalam meningkatkan leverage keuangan dan kepemilikan asing. Efek negatif dari partisipasi MEA mungkin mencerminkan biaya penyesuaian awal atau persaingan yang meningkat. Kondisi makroekonomi memainkan peran krusial, menyoroti kebutuhan perusahaan untuk memantau lingkungan eksternal. Implikasi studi ini dapat membantu pemangku kepentingan menentukan kebijakan yang melibatkan situasi internal dan makroekonomi, serta potensi efek MEA terhadap peningkatan kinerja dan nilai perusahaan. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efek MEA jangka panjang dan analisis spesifik sektor.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…