Editorial Humaniora
Open AccessOA2023
Citra dan Politik Kekerasan Seksual di Italia Awal Renaisans
Buku Péter Bokody menyajikan studi komprehensif pertama atas citra pemerkosaan dalam lukisan Italia selama awal Renaisans, mengkaji bagaimana kekerasan seksual digambarkan melintasi agama, hukum, kedokteran, sastra, politik, dan sejarah. Buku ini mengungkap bahwa meskipun banyak wacana visual mendukung misogini, sejumlah komunitas urban mengecam pemerkosaan dalam propaganda mereka melawan tirani.
Péter Bokody· 2023· DOI 10.1017/9781009122528
Masalah inti
Buku ini adalah studi komprehensif pertama atas citra pemerkosaan dalam lukisan Italia pada fajar Renaisans. Dengan bersandar pada beragam sumber primer, Péter Bokody mengkaji penggambaran kekerasan seksual dalam agama, hukum, kedokteran, sastra, politik, dan penulisan sejarah yang dihasilkan di kerajaan (Sisilia dan Napoli) serta republik kota (Florence, Siena, Lucca, Bologna, dan Padua). Studi ini mengisi celah signifikan dalam keilmuan sejarah seni dengan berfokus pada tema yang sebagian besar terabaikan, meskipun lazim dalam budaya visual awal Renaisans. Bokody menempatkan citra-citra ini dalam konteks sosial, politik, dan budaya yang lebih luas, menunjukkan bagaimana representasi pemerkosaan bukan sekadar pilihan artistik, melainkan tertanam kuat dalam wacana kontemporer tentang gender, kekuasaan, dan moralitas.
Inovasi
Bokody memakai pendekatan interdisipliner, menggabungkan analisis sejarah seni dengan wawasan dari studi gender, teori politik, dan sejarah sosial. Metodologinya melibatkan analisis visual yang cermat atas lukisan, fresko, dan manuskrip beriluminasi, disertai pemeriksaan teks hukum, risalah kedokteran, karya sastra, dan propaganda politik. Studi ini mencakup lanskap geografis dan politik yang beragam, termasuk kerajaan dan republik kota, untuk menyoroti variasi dalam penggambaran dan penafsiran kekerasan seksual. Dengan melacak evolusi naturalisme yang diperkenalkan Giotto, Bokody menganalisis bagaimana peningkatan verisimilitude dalam lukisan memengaruhi representasi pemerkosaan, yang sering kali menggandeng erotisme dengan pelanggaran. Penelitian ini bersandar pada beragam sumber primer, banyak di antaranya sebelumnya terabaikan, untuk merekonstruksi wacana visual dan tekstual yang kompleks seputar kekerasan seksual.
Pendahuluan
Buku ini adalah studi komprehensif pertama atas citra pemerkosaan dalam lukisan Italia pada fajar Renaisans. Dengan bersandar pada beragam sumber primer, Péter Bokody mengkaji penggambaran kekerasan seksual dalam agama, hukum, kedokteran, sastra, politik, dan penulisan sejarah yang dihasilkan di kerajaan (Sisilia dan Napoli) serta republik kota (Florence, Siena, Lucca, Bologna, dan Padua). Studi ini mengisi celah signifikan dalam keilmuan sejarah seni dengan berfokus pada tema yang sebagian besar terabaikan, meskipun lazim dalam budaya visual awal Renaisans. Bokody menempatkan citra-citra ini dalam konteks sosial, politik, dan budaya yang lebih luas, menunjukkan bagaimana representasi pemerkosaan bukan sekadar pilihan artistik, melainkan tertanam kuat dalam wacana kontemporer tentang gender, kekuasaan, dan moralitas.
Mengapa penting
Studi Bokody memberikan wawasan baru pada persimpangan gender, kebijakan, dan budaya visual, dengan relevansi yang jelas bagi kondisi kontemporer kita. Buku ini berargumen bahwa citra pemerkosaan bukan motif artistik yang terisolasi, melainkan terlibat aktif dalam debat politik dan sosial, berfungsi sebagai alat propaganda, pengajaran moral, dan argumentasi hukum. Pendekatan yang kontras di kerajaan versus republik kota menyoroti bagaimana sistem politik yang berbeda membentuk retorika visual kekerasan seksual. Peningkatan naturalisme yang diperkenalkan Giotto dan para pengikutnya memiliki efek ganda: membuat adegan lebih hidup dan menggugah secara emosional, tetapi juga berisiko mengestetisasi kekerasan. Karya Bokody menegaskan pentingnya memahami budaya visual historis dalam menangani isu modern kekerasan seksual dan ketidaksetaraan gender, menunjukkan bagaimana seni dapat sekaligus mencerminkan dan membentuk sikap masyarakat.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…