Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Humaniora

Open AccessOA2022

Manfaat Epistemik dari Diversifikasi Filsafat Agama

Kirk Lougheed berargumen bahwa diversifikasi filsafat agama di luar tradisi Kristen menghasilkan manfaat epistemik yang signifikan dengan mendorong ketidaksepakatan. Ia mengusulkan langkah-langkah praktis untuk mencapai diversifikasi ini.
Kirk Lougheedยท European Journal for Philosophy of Religionยท 2022ยท DOI 10.24204/ejpr.2022.3396

Masalah inti

Filsafat agama analitik kontemporer sering kali secara implisit mengasumsikan kerangka Kristen, sehingga membatasi cakupan dan perspektifnya. Seruan terbaru telah mendesak perluasan di luar tradisi ini, tetapi fokusnya sebagian besar pada alasan moral. Dalam artikel ini, Kirk Lougheed menggeser perdebatan dengan berargumen bahwa ada alasan epistemik yang kuat untuk mendiversifikasi bidang ini. Ia berpendapat bahwa peningkatan keragaman kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak ketidaksepakatan, dan ketidaksepakatan semacam itu membawa manfaat epistemik. Pendahuluan ini menyiapkan panggung untuk eksplorasi rinci tentang bagaimana pertimbangan-pertimbangan ini berlaku secara khusus pada filsafat agama, dan diakhiri dengan langkah-langkah praktis untuk diversifikasi.

Inovasi

Lougheed menggunakan pendekatan argumentatif filosofis, dengan merujuk pada epistemologi dan filsafat agama. Ia memulai dengan menguraikan keadaan bidang ini saat ini, dengan mencatat asumsi Kristen yang implisit. Ia kemudian memperkenalkan konsep manfaat epistemik dari ketidaksepakatan, dengan merujuk pada literatur yang ada dalam epistemologi sosial. Dengan menerapkan kerangka teoretis ini pada filsafat agama, ia membangun argumen untuk diversifikasi. Metodologinya bersifat konseptual dan normatif, bertujuan untuk menetapkan alasan epistemik daripada alasan empiris. Lougheed juga mempertimbangkan potensi keberatan dan memperjelas cakupan argumennya, sehingga memastikan pembelaan yang ketat terhadap tesisnya.
Pendahuluan
Filsafat agama analitik kontemporer sering kali secara implisit mengasumsikan kerangka Kristen, sehingga membatasi cakupan dan perspektifnya. Seruan terbaru telah mendesak perluasan di luar tradisi ini, tetapi fokusnya sebagian besar pada alasan moral. Dalam artikel ini, Kirk Lougheed menggeser perdebatan dengan berargumen bahwa ada alasan epistemik yang kuat untuk mendiversifikasi bidang ini. Ia berpendapat bahwa peningkatan keragaman kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak ketidaksepakatan, dan ketidaksepakatan semacam itu membawa manfaat epistemik. Pendahuluan ini menyiapkan panggung untuk eksplorasi rinci tentang bagaimana pertimbangan-pertimbangan ini berlaku secara khusus pada filsafat agama, dan diakhiri dengan langkah-langkah praktis untuk diversifikasi.

Mengapa penting

Dalam pembahasan, Lougheed menguraikan bagaimana manfaat epistemik dari ketidaksepakatan terwujud dalam filsafat agama. Ia membahas potensi kekhawatiran, seperti ketakutan bahwa keragaman dapat menyebabkan relativisme atau fragmentasi. Ia membantahnya dengan menyatakan bahwa ketidaksepakatan, jika dikelola dengan baik, meningkatkan penyelidikan kolektif dengan mengungkap asumsi tersembunyi dan mendorong kerendahan hati intelektual. Ia juga menekankan bahwa seruan untuk diversifikasi bukan tentang meninggalkan filsafat Kristen tetapi tentang memperkaya disiplin ini melalui penyertaan tradisi lain, seperti pemikiran Islam, Yahudi, Hindu, dan Buddha. Akhirnya, ia menawarkan langkah-langkah praktis: memasukkan teks non-Kristen ke dalam kurikulum, menyelenggarakan konferensi yang inklusif, dan mendorong dialog lintas tradisi. Langkah-langkah ini relatif mudah diterapkan dan dapat memajukan bidang ini secara signifikan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ