Editorial Fisika & Matematika
Open AccessOA2024
Efektivitas modul pembelajaran berbasis proyek terintegrasi sains, teknologi, teknik, dan matematika
Studi ini menyelidiki efektivitas modul pembelajaran berbasis proyek STEM terintegrasi (iSTEM-PjBL) dalam fisika terhadap kategori keyakinan spesifik siswa: koneksi dunia nyata, koneksi konseptual, dan pemahaman konseptual terapan. Dengan desain kuasi-eksperimental melalui survei pra dan pasca di sekolah-sekolah di Malaysia dan Korea, modul tersebut secara signifikan meningkatkan ketiga kategori tersebut.
F. Sulaiman; Jeffry Juan Rosales; Jae Kyung Leeยท International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE)ยท 2024ยท DOI 10.11591/ijere.v13i3.26676
Masalah inti
Fisika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang, terutama ketika siswa diminta menerapkan pengetahuan fisika pada konteks dunia nyata. Makalah ini bertujuan mengevaluasi efektivitas modul pembelajaran berbasis proyek terintegrasi sains, teknologi, teknik, dan matematika (iSTEM-PjBL) dalam fisika. Secara khusus, makalah ini mengkaji dampaknya terhadap kategori keyakinan spesifik siswa: koneksi dunia nyata, koneksi konseptual, dan pemahaman konseptual terapan. Studi ini menjawab kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan penerapan praktis dengan menerapkan pendekatan berbasis proyek yang mengintegrasikan disiplin STEM.
Inovasi
Penelitian ini menggunakan model kuasi-eksperimental dengan desain dua kelompok pra-survei-pasca-survei. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan instrumen Colorado Learning Attitude about Science Survey (CLASS) di dua sekolah terpilih di Sabah, Malaysia, dan Seoul, Korea. Sampel terdiri atas 88 siswa dari Malaysia dan 66 dari Korea, yang semuanya mempelajari mekanika klasik. Siswa dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol: di Malaysia, 44 siswa pada masing-masing kelompok; di Korea, 33 siswa pada masing-masing kelompok. Kelompok eksperimen diajar menggunakan modul fisika STEM-PjBL terintegrasi, sedangkan kelompok kontrol menerima pembelajaran fisika konvensional. Intervensi berlangsung selama delapan minggu. Pra-survei diberikan sebelum dan pasca-survei setelah intervensi kepada kedua kelompok.
Pendahuluan
Fisika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang, terutama ketika siswa diminta menerapkan pengetahuan fisika pada konteks dunia nyata. Makalah ini bertujuan mengevaluasi efektivitas modul pembelajaran berbasis proyek terintegrasi sains, teknologi, teknik, dan matematika (iSTEM-PjBL) dalam fisika. Secara khusus, makalah ini mengkaji dampaknya terhadap kategori keyakinan spesifik siswa: koneksi dunia nyata, koneksi konseptual, dan pemahaman konseptual terapan. Studi ini menjawab kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan penerapan praktis dengan menerapkan pendekatan berbasis proyek yang mengintegrasikan disiplin STEM.
Mengapa penting
Studi ini menunjukkan efektivitas modul iSTEM-PjBL dalam menumbuhkan koneksi dunia nyata, koneksi konseptual, dan pemahaman konseptual terapan siswa dalam fisika. Peningkatan signifikan yang diamati pada kelompok eksperimen menyoroti potensi pembelajaran berbasis proyek STEM terintegrasi untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan penerapan praktis. Implikasi temuan ini dibahas, dan saran untuk memperluas penelitian diberikan, termasuk eksplorasi lebih lanjut dampak modul di berbagai konteks pendidikan dan durasi yang lebih lama.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ