Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2025
Pengaruh Filsafat Moral terhadap Niat Individu terhadap Perusahaan Pariwisata yang Bertanggung Jawab Secara Sosial
Studi terhadap 622 mahasiswa pariwisata Turki mengungkapkan bahwa filsafat moral personal—idealisme dan relativisme—berpengaruh secara berbeda terhadap niat untuk membeli dari, bekerja pada, dan berinvestasi pada perusahaan pariwisata yang bertanggung jawab secara sosial.
Fatih Koç; Umit Alniacik; M. Akkiliç; İlbey Varol· Tripodos· 2025· DOI 10.51698/tripodos.2015.37.35-49
Masalah inti
Tanggung jawab perusahaan kini melampaui penyediaan barang dan jasa serta perolehan laba; tanggung jawab itu mencakup kewajiban terhadap karyawan, pelanggan, masyarakat, dan lingkungan alam. Tanggung jawab sosial ini memengaruhi citra dan reputasi perusahaan di antara para pemangku kepentingan. Namun, pemangku kepentingan menafsirkan tindakan yang bertanggung jawab secara sosial secara berbeda, sebagian karena variasi dalam filsafat moral personal. Filsafat moral adalah konsep kunci untuk memahami penilaian etis dan perilaku individu dalam konteks konsumsi dan ketenagakerjaan. Menurut Forsyth (1980), perbedaan individu dalam penilaian moral dapat ditelaah sepanjang dua dimensi: idealisme dan relativisme. Studi ini menyelidiki bagaimana dimensi-dimensi tersebut memengaruhi niat individu muda untuk membeli jasa dari, melamar pekerjaan pada, dan berinvestasi pada perusahaan pariwisata yang menjalankan perilaku bertanggung jawab secara sosial.
Inovasi
Studi lapangan dilakukan terhadap 622 mahasiswa yang terdaftar dalam program manajemen pariwisata dan perhotelan di sebuah universitas negeri di Turki. Kuesioner yang diisi sendiri digunakan untuk mengumpulkan data. Kuesioner tersebut memuat kutipan yang menggambarkan aktivitas bertanggung jawab secara sosial dari sebuah perusahaan pariwisata, diikuti dengan butir-butir yang mengukur kesediaan responden untuk membeli jasa dari, melamar pekerjaan pada, dan berinvestasi pada perusahaan yang dijelaskan. Pertanyaan tambahan menangkap karakteristik demografis dan filsafat moral personal. Analisis regresi dilakukan untuk menguji hubungan antara dimensi filsafat moral (idealisme dan relativisme) dan ketiga niat perilaku tersebut.
Pendahuluan
Tanggung jawab perusahaan kini melampaui penyediaan barang dan jasa serta perolehan laba; tanggung jawab itu mencakup kewajiban terhadap karyawan, pelanggan, masyarakat, dan lingkungan alam. Tanggung jawab sosial ini memengaruhi citra dan reputasi perusahaan di antara para pemangku kepentingan. Namun, pemangku kepentingan menafsirkan tindakan yang bertanggung jawab secara sosial secara berbeda, sebagian karena variasi dalam filsafat moral personal. Filsafat moral adalah konsep kunci untuk memahami penilaian etis dan perilaku individu dalam konteks konsumsi dan ketenagakerjaan. Menurut Forsyth (1980), perbedaan individu dalam penilaian moral dapat ditelaah sepanjang dua dimensi: idealisme dan relativisme. Studi ini menyelidiki bagaimana dimensi-dimensi tersebut memengaruhi niat individu muda untuk membeli jasa dari, melamar pekerjaan pada, dan berinvestasi pada perusahaan pariwisata yang menjalankan perilaku bertanggung jawab secara sosial.
Mengapa penting
Hasil tersebut menunjukkan bahwa individu dengan idealisme tinggi lebih cenderung membeli dari perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial, sedangkan mereka yang memiliki relativisme tinggi kurang cenderung melakukannya. Namun, untuk niat ketenagakerjaan dan investasi, baik idealisme maupun relativisme memiliki efek positif. Ini menyiratkan bahwa kaum relativis mungkin tetap menganggap perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial sebagai pemberi kerja atau target investasi yang menarik, mungkin karena manfaat lain yang dipersepsikan. Studi ini membahas implikasi teoretis dan manajerial, seperti menyesuaikan komunikasi CSR dengan profil filsafat moral yang berbeda untuk menarik konsumen, karyawan, dan investor.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…