Editorial Pertanian & Lingkungan
Open AccessOA2022
Pengembangan dan validasi instrumen literasi lingkungan berbasis spiritualitas untuk calon guru sains
Penelitian ini mengembangkan dan memvalidasi Environmental Literacy Instrument based on Spirituality (ELIS) untuk calon guru sains, yang terdiri atas 26 butir dalam empat dimensi. Instrumen ini menunjukkan validitas dan reliabilitas yang dapat diterima, sehingga menawarkan alat untuk menilai literasi lingkungan dengan komponen spiritual.
H. Husamah; H. Suwono; H. Nur; A. Dharmawanยท Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Educationยท 2022ยท DOI 10.29333/ejmste/12732
Masalah inti
Literasi lingkungan sangat penting untuk menghadapi tantangan lingkungan kontemporer. Meskipun instrumen yang ada telah mengukur literasi lingkungan, dimensi spiritual sebagian besar terabaikan. Penelitian ini berargumen bahwa mengintegrasikan spiritualitas ke dalam asesmen literasi lingkungan dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang sikap dan perilaku lingkungan individu. Para peneliti bertujuan mengembangkan dan memvalidasi Environmental Literacy Instrument based on Spirituality (ELIS) khusus untuk calon guru sains di Indonesia. Instrumen ini dirancang untuk menangkap keterkaitan antara pengetahuan ekologis, harapan lingkungan, keterampilan kognitif, dan perilaku, dengan spiritualitas sebagai tema yang mendasarinya.
Inovasi
Pengembangan ELIS mengikuti proses yang sistematis. Pada awalnya, instrumen disusun berdasarkan temuan penelitian sebelumnya dan diskusi kelompok terarah yang melibatkan sebelas ahli. Hal ini memastikan validitas isi dan relevansi. Instrumen awal kemudian diujikan kepada 634 mahasiswa/calon guru sains dari berbagai universitas di Indonesia. Data dianalisis menggunakan exploratory factor analysis (EFA) dan confirmatory factor analysis (CFA) untuk memeriksa struktur faktor dan konsistensi internal. EFA digunakan untuk mengidentifikasi dimensi yang mendasari, sedangkan CFA mengonfirmasi struktur faktor dan menilai kecocokan model. Reliabilitas dinilai menggunakan ukuran konsistensi internal.
Pendahuluan
Literasi lingkungan sangat penting untuk menghadapi tantangan lingkungan kontemporer. Meskipun instrumen yang ada telah mengukur literasi lingkungan, dimensi spiritual sebagian besar terabaikan. Penelitian ini berargumen bahwa mengintegrasikan spiritualitas ke dalam asesmen literasi lingkungan dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang sikap dan perilaku lingkungan individu. Para peneliti bertujuan mengembangkan dan memvalidasi Environmental Literacy Instrument based on Spirituality (ELIS) khusus untuk calon guru sains di Indonesia. Instrumen ini dirancang untuk menangkap keterkaitan antara pengetahuan ekologis, harapan lingkungan, keterampilan kognitif, dan perilaku, dengan spiritualitas sebagai tema yang mendasarinya.
Mengapa penting
ELIS mengisi celah dalam asesmen literasi lingkungan dengan memasukkan spiritualitas, yang sering diabaikan dalam instrumen konvensional. Keempat dimensi tersebut sejalan dengan komponen literasi lingkungan yang mapan, tetapi menambahkan perspektif spiritual yang dapat meningkatkan daya prediksi instrumen. Proses validasi yang melibatkan sampel besar dari beragam universitas memperkuat generalisasi temuan. ELIS dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program pendidikan yang bertujuan menumbuhkan literasi lingkungan dan spiritualitas di kalangan calon guru sains. Batasannya mencakup fokus pada konteks Indonesia, sehingga perlu kehati-hatian dalam menggeneralisasi ke latar budaya lain. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penerapan instrumen ini pada populasi yang berbeda dan hubungannya dengan perilaku lingkungan yang aktual.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ