Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2021

Teknologi blockchain dengan mekanisme konsensus untuk sistem e-healthcare berbasis IoT

Tinjauan blockchain dan algoritma konsensus untuk IoT kesehatan yang aman dan terdesentralisasi
P. Arul; S. Renuka· IOP Conference Series: Materials Science and Engineering· 2021· DOI 10.1088/1757-899X/1055/1/012106

Masalah inti

Perangkat IoT dalam sistem kesehatan mengumpulkan dan mengirimkan informasi pasien yang sensitif, termasuk tanda-tanda vital, riwayat medis, dan data pemantauan waktu nyata. Informasi ini sangat rahasia dan personal, sehingga memerlukan jaminan privasi dan keaslian yang kuat. Namun, sebagian besar perangkat IoT-kesehatan yang ada bergantung pada teknologi pengelolaan data server terpusat, yang tidak memberikan jaminan keaslian dan keamanan yang memadai. Sistem terpusat menciptakan titik kegagalan tunggal, rentan terhadap manipulasi, dan sering kali kurang transparan dalam penanganan data. Teknologi blockchain menawarkan alternatif yang menjanjikan: blockchain adalah ledger publik yang tahan manipulasi yang beroperasi sebagai sistem jaringan terdesentralisasi tempat transaksi data didistribusikan di antara node. Dengan menggabungkan teknologi IoT dan blockchain dengan algoritma konsensus, sistem e-healthcare terdistribusi yang aman dapat dirancang. Makalah ini meninjau teknologi blockchain serta prinsip dasar dan karakteristik algoritma konsensus khusus untuk sistem e-healthcare berbasis IoT.

Inovasi

Tinjauan ini menemukan bahwa sifat terdesentralisasi dan tahan manipulasi blockchain secara langsung mengatasi kerentanan pengelolaan data IoT-kesehatan terpusat. Dengan mendistribusikan transaksi data di antara node, blockchain menghilangkan titik kegagalan tunggal dan memastikan data pasien tidak dapat diubah tanpa terdeteksi. Algoritma konsensus memungkinkan komputasi terdesentralisasi untuk data IoT, memungkinkan berbagai pihak menyepakati keadaan ledger tanpa mempercayai server pusat. Makalah ini mengidentifikasi bahwa kombinasi IoT, blockchain, dan algoritma konsensus dapat memberikan keaslian, kerahasiaan, dan integritas untuk informasi kesehatan yang sensitif. Karakteristik utama algoritma konsensus—seperti toleransi kesalahan, finalitas, dan ketahanan terhadap aktor jahat—ditunjukkan sebagai hal yang kritis untuk aplikasi e-healthcare di mana akurasi dan ketersediaan data sangat penting bagi kehidupan. Hasil ini menunjukkan bahwa mekanisme konsensus yang dipilih dengan tepat dapat menyeimbangkan keamanan dengan sumber daya terbatas perangkat IoT, sehingga e-healthcare berbasis blockchain menjadi layak.
Perangkat IoT dalam sistem kesehatan mengumpulkan dan mengirimkan informasi pasien yang sensitif, termasuk tanda-tanda vital, riwayat medis, dan data pemantauan waktu nyata. Informasi ini sangat rahasia dan personal, sehingga memerlukan jaminan privasi dan keaslian yang kuat. Namun, sebagian besar perangkat IoT-kesehatan yang ada bergantung pada teknologi pengelolaan data server terpusat, yang tidak memberikan jaminan keaslian dan keamanan yang memadai. Sistem terpusat menciptakan titik kegagalan tunggal, rentan terhadap manipulasi, dan sering kali kurang transparan dalam penanganan data. Teknologi blockchain menawarkan alternatif yang menjanjikan: blockchain adalah ledger publik yang tahan manipulasi yang beroperasi sebagai sistem jaringan terdesentralisasi tempat transaksi data didistribusikan di antara node. Dengan menggabungkan teknologi IoT dan blockchain dengan algoritma konsensus, sistem e-healthcare terdistribusi yang aman dapat dirancang. Makalah ini meninjau teknologi blockchain serta prinsip dasar dan karakteristik algoritma konsensus khusus untuk sistem e-healthcare berbasis IoT.
Makalah ini melakukan tinjauan terhadap teknologi blockchain dan algoritma konsensus dalam konteks e-healthcare berbasis IoT. Metodologi melibatkan pemeriksaan sifat-sifat fundamental blockchain—desentralisasi, ketidakubahan, transparansi, dan auditabilitas—dan menganalisis bagaimana sifat-sifat tersebut mengatasi kekurangan keamanan dan privasi pada arsitektur IoT-kesehatan terpusat. Tinjauan ini juga mengeksplorasi peran algoritma konsensus dalam mencapai kesepakatan di antara node terdistribusi tanpa otoritas pusat. Mekanisme konsensus utama dibahas dari segi kesesuaiannya untuk perangkat IoT dengan sumber daya terbatas, dengan mempertimbangkan faktor seperti beban komputasi, konsumsi energi, skalabilitas, dan toleransi kesalahan. Makalah ini menyintesis literatur yang ada untuk mengidentifikasi bagaimana blockchain dan algoritma konsensus dapat diintegrasikan ke dalam sistem e-healthcare untuk memastikan integritas data, privasi pasien, dan ketersediaan sistem. Analisis disusun berdasarkan prinsip dasar dan karakteristik algoritma konsensus, memberikan fondasi untuk merancang solusi e-healthcare terdistribusi yang aman.

Mengapa penting

Pembahasan menekankan bahwa tidak ada satu algoritma konsensus yang optimal untuk semua skenario IoT-kesehatan. Terdapat trade-off antara keamanan, skalabilitas, dan efisiensi sumber daya. Misalnya, Proof of Work (PoW) memberikan keamanan yang kuat tetapi intensif secara komputasi dan tidak cocok untuk perangkat IoT bertenaga baterai. Practical Byzantine Fault Tolerance (PBFT) dan variannya menawarkan finalitas yang lebih cepat dan konsumsi energi yang lebih rendah, sehingga lebih sesuai untuk jaringan kesehatan berizin. Makalah ini berargumen bahwa pilihan mekanisme konsensus harus selaras dengan persyaratan spesifik sistem e-healthcare, termasuk jumlah peserta, asumsi kepercayaan, dan batasan latensi. Lebih lanjut, integrasi blockchain dengan IoT memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap manajemen identitas, regulasi privasi data (misalnya, HIPAA, GDPR), dan interoperabilitas dengan sistem informasi kesehatan yang ada. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa blockchain dengan algoritma konsensus dapat menjadi pilihan terbaik untuk merancang sistem e-healthcare terdistribusi yang aman, tetapi keberhasilan penerapannya bergantung pada pemilihan protokol konsensus yang tepat dan penanganan tantangan praktis seperti heterogenitas perangkat dan dinamika jaringan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Praktisi dan peneliti ilmu komputer

Membuka konten member…