Editorial Humaniora
Open AccessOA2022
Penilaian siswa terhadap berbagai insiden perundungan siber: hubungan antara filsafat moral dan niat untuk terlibat
Studi ini meneliti bagaimana 415 remaja menerapkan lima filsafat moral pada skenario perundungan siber dan bagaimana filsafat tersebut memprediksi niat mereka untuk terlibat. Ditemukan bahwa keadilan moral merupakan prediktor umum pada semua skenario, dengan perbedaan berdasarkan gender dan tingkat pendidikan.
Yi-Fang Luo; Sining Zhang; Shu-Ching Yang; Chiao-Ling Huangยท European Journal of Psychology of Educationยท 2022ยท DOI 10.1007/s10212-022-00636-7
Masalah inti
Perundungan siber adalah masalah yang meluas di kalangan remaja, dengan konsekuensi psikologis dan sosial yang serius. Memahami penalaran moral di balik keputusan remaja untuk terlibat dalam perundungan siber sangat penting untuk pencegahan yang efektif. Studi ini menggunakan teori moral untuk menyelidiki bagaimana remaja menerapkan filsafat moral saat mengevaluasi insiden perundungan siber dan bagaimana filsafat tersebut berhubungan dengan niat mereka untuk terlibat. Studi ini juga meneliti perbedaan berdasarkan gender dan tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan memberikan wawasan bagi program pendidikan moral untuk mengurangi perundungan siber.
Inovasi
Sebanyak 415 remaja berpartisipasi dalam studi ini. Kuesioner tipe skenario digunakan, menyajikan tiga jenis peristiwa perundungan siber: pelecehan, pencemaran nama baik, dan pengucilan. Partisipan menilai setiap skenario berdasarkan lima filsafat moral: keadilan moral, relativisme, kontraktualisme, egoisme, dan utilitarianisme. Mereka juga menunjukkan niat mereka untuk terlibat dalam perilaku perundungan siber. Informasi demografis termasuk gender dan tingkat pendidikan (SMP vs. universitas) dikumpulkan. Analisis statistik, termasuk model regresi, digunakan untuk memeriksa hubungan antara filsafat moral dan niat, serta untuk membandingkan kelompok.
Pendahuluan
Perundungan siber adalah masalah yang meluas di kalangan remaja, dengan konsekuensi psikologis dan sosial yang serius. Memahami penalaran moral di balik keputusan remaja untuk terlibat dalam perundungan siber sangat penting untuk pencegahan yang efektif. Studi ini menggunakan teori moral untuk menyelidiki bagaimana remaja menerapkan filsafat moral saat mengevaluasi insiden perundungan siber dan bagaimana filsafat tersebut berhubungan dengan niat mereka untuk terlibat. Studi ini juga meneliti perbedaan berdasarkan gender dan tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan memberikan wawasan bagi program pendidikan moral untuk mengurangi perundungan siber.
Mengapa penting
Temuan menunjukkan bahwa filsafat moral berperan signifikan dalam membentuk niat perundungan siber. Menonjolnya keadilan moral sebagai prediktor menyoroti pentingnya keadilan dan kejujuran dalam penalaran moral remaja. Perbedaan gender menunjukkan bahwa perempuan mungkin lebih sensitif terhadap isu moral dalam perundungan siber, sementara laki-laki mungkin memerlukan intervensi yang ditargetkan. Perbedaan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa remaja yang lebih muda mungkin merasakan manfaat yang lebih sedikit dari perundungan siber, yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pencegahan. Studi ini merekomendasikan penguatan konten pendidikan moral untuk mengurangi terjadinya perundungan siber, dengan fokus pada pengembangan keadilan moral dan relativisme, serta mengatasi pola spesifik gender.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ