Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2023
Sifat Kekuatan dan Resistivitas Listrik Beton Busa Ringan yang Dimodifikasi Nano-Titanium Dioksida (TiO2)
Penelitian ini menyelidiki pengaruh nano-titanium dioksida (TNP) terhadap slump flow, resistivitas listrik, dan kekuatan mekanis beton busa ringan (LWFC) pada densitas 980 kg/m³. Hasil menunjukkan bahwa fraksi berat TNP 3% menghasilkan kekuatan tekan, tarik belah, dan lentur tertinggi.
Afiya Abdul Sattar; Md Azree Othuman Mydin; R. Omar· Journal of Advanced Research in Applied Mechanics· 2023· DOI 10.37934/aram.109.1.103121
Masalah inti
Industri konstruksi semakin mencari material bangunan berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mempertahankan integritas struktural. Beton busa ringan (LWFC) adalah material serbaguna tetapi memiliki kelemahan seperti kekakuan rendah, ketangguhan buruk, porositas tinggi, penyusutan kering yang signifikan, serta ketahanan terbatas terhadap retak dan deformasi. Nanopartikel, khususnya nanopartikel titanium dioksida (TNP), menawarkan sifat mekanis, termal, dan listrik yang luar biasa karena luas permukaan spesifiknya yang tinggi. Penambahan TNP ke dalam beton dapat meningkatkan mikrostruktur dan kekuatannya. Namun, pengaruh TNP terhadap LWFC belum pernah diteliti sebelumnya, sehingga masih ada ketidakpastian tentang efeknya terhadap karakteristik kekuatan. Penelitian ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan mengkaji bagaimana TNP memengaruhi slump flow, kekuatan tekan, tarik belah, dan lentur LWFC dengan densitas 980 kg/m³.
Inovasi
Penelitian ini mempertimbangkan enam fraksi berat TNP: 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Variabel yang diselidiki meliputi slump flow, resistivitas listrik, kekuatan tekan, kekuatan tarik belah, dan kekuatan lentur. Spesimen LWFC dengan densitas target 980 kg/m³ disiapkan dan diuji. Hubungan antara parameter kekuatan juga dianalisis. Program eksperimen ini bertujuan menentukan kandungan TNP optimal untuk meningkatkan sifat mekanis LWFC.
Pendahuluan
Industri konstruksi semakin mencari material bangunan berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mempertahankan integritas struktural. Beton busa ringan (LWFC) adalah material serbaguna tetapi memiliki kelemahan seperti kekakuan rendah, ketangguhan buruk, porositas tinggi, penyusutan kering yang signifikan, serta ketahanan terbatas terhadap retak dan deformasi. Nanopartikel, khususnya nanopartikel titanium dioksida (TNP), menawarkan sifat mekanis, termal, dan listrik yang luar biasa karena luas permukaan spesifiknya yang tinggi. Penambahan TNP ke dalam beton dapat meningkatkan mikrostruktur dan kekuatannya. Namun, pengaruh TNP terhadap LWFC belum pernah diteliti sebelumnya, sehingga masih ada ketidakpastian tentang efeknya terhadap karakteristik kekuatan. Penelitian ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan mengkaji bagaimana TNP memengaruhi slump flow, kekuatan tekan, tarik belah, dan lentur LWFC dengan densitas 980 kg/m³.
Mengapa penting
Peningkatan kekuatan dapat dikaitkan dengan luas permukaan TNP yang tinggi, yang mendorong pemadatan lebih baik dan reaksi pozzolanic, sehingga menghasilkan mikrostruktur yang lebih padat. Kandungan TNP optimal 3% kemungkinan menyeimbangkan manfaat penguatan nanopartikel dengan risiko aglomerasi pada konsentrasi lebih tinggi. Hubungan antara parameter kekuatan memberikan wawasan tentang perilaku material di bawah kondisi pembebanan yang berbeda. Penelitian ini menunjukkan potensi TNP untuk meningkatkan keberlanjutan dan kemampuan mekanis LWFC, sehingga berkontribusi pada praktik konstruksi yang lebih hijau. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi daya tahan jangka panjang dan kelayakan ekonomi.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…