Editorial Ilmu Sosial
Open AccessOA2024
Sosiologi Twitter/X: Tren, Tantangan, dan Arah Penelitian Masa Depan
Artikel ini meninjau 1.644 studi sosiologi tentang Twitter/X yang terbit sejak 2009, menganalisis tren metodologis dan perkembangan tematik. Artikel ini menyoroti peran platform tersebut dalam subbidang sosiologi dan mengusulkan peta jalan untuk penelitian mendatang di luar platform itu sendiri.
D. Murthy· The Annual review of sociology· 2024· DOI 10.1146/annurev-soc-031021-035658
Masalah inti
Artikel ini menyajikan sosiologi Twitter (kini X) dengan menganalisis 1.644 artikel yang terbit di wadah sosiologi sejak 2009. Tujuannya adalah memetakan perkembangan penelitian terkait Twitter, membantu pembaca memahami kemajuan bidang ini, dan memberikan peta jalan untuk penelitian sosiologi mendatang. Karya-karya yang dikutip mencakup subbidang seperti ras, gerakan sosial, segregasi, politik, kekerasan, dan stratifikasi. Pendahuluan ini mendefinisikan istilah-istilah kunci dan menguraikan pendekatan metodologis—komputasional, kualitatif, dan campuran—yang digunakan untuk mempelajari platform tersebut. Penulis berargumen bahwa sosiologi Twitter tidak perlu terikat pada platform itu sendiri, karena ia menawarkan kerangka untuk memahami platform baru yang mungkin mewarisi fungsi sosial Twitter/X.
Inovasi
Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis atas 1.644 artikel yang terbit sejak 2009 di wadah sosiologi. Analisis ini mengategorikan artikel berdasarkan pendekatan metodologis: komputasional (misalnya, analisis jaringan, pembelajaran mesin), kualitatif (misalnya, analisis wacana, etnografi), dan metode campuran. Tinjauan ini juga memetakan cakupan tematik di seluruh subbidang sosiologi. Penulis menggunakan gerakan sosial dan aktivisme sebagai studi kasus untuk menggambarkan bagaimana penggunaan dan komunikasi di Twitter mengungkap dinamika sosial yang lebih luas. Metodologinya bersifat deskriptif dan interpretatif, menyintesis literatur yang ada untuk mengidentifikasi tren dan kesenjangan.
Pendahuluan
Artikel ini menyajikan sosiologi Twitter (kini X) dengan menganalisis 1.644 artikel yang terbit di wadah sosiologi sejak 2009. Tujuannya adalah memetakan perkembangan penelitian terkait Twitter, membantu pembaca memahami kemajuan bidang ini, dan memberikan peta jalan untuk penelitian sosiologi mendatang. Karya-karya yang dikutip mencakup subbidang seperti ras, gerakan sosial, segregasi, politik, kekerasan, dan stratifikasi. Pendahuluan ini mendefinisikan istilah-istilah kunci dan menguraikan pendekatan metodologis—komputasional, kualitatif, dan campuran—yang digunakan untuk mempelajari platform tersebut. Penulis berargumen bahwa sosiologi Twitter tidak perlu terikat pada platform itu sendiri, karena ia menawarkan kerangka untuk memahami platform baru yang mungkin mewarisi fungsi sosial Twitter/X.
Mengapa penting
Penulis membahas implikasi rebranding Twitter menjadi X bagi penelitian sosiologi. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan tentang akses data, tata kelola platform, dan stabilitas komunitas daring. Artikel ini berargumen bahwa sosiologi Twitter tidak boleh terikat pada platform itu sendiri; sebaliknya, ia menyediakan kerangka untuk memahami platform baru yang mungkin menjadi rumah bagi interaksi yang sebelumnya berbasis Twitter. Pembahasan ini menekankan pentingnya pluralisme metodologis dan pertimbangan etis dalam mempelajari media sosial. Ia juga menyerukan penelitian yang menghubungkan perilaku daring dengan struktur sosial luring, serta studi longitudinal yang melacak pengguna lintas platform. Peta jalan tersebut mencakup rekomendasi untuk mempelajari platform yang muncul, mengintegrasikan pendekatan komputasional dan kualitatif, serta menangani kekuasaan dan ketidaksetaraan di ruang digital.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…