Editorial Humaniora
Open AccessOA2023
Informasi singkat tentang sejarah teori penerjemahan
Artikel ini melacak sejarah teori penerjemahan, menekankan keterkaitannya yang erat dengan budaya, seni, dan sastra, serta menyoroti bagaimana bangsa-bangsa berkembang melalui pertukaran lintas budaya, dengan fokus pada Timur sebagai tempat lahirnya peradaban dan dampak penaklukan Alexander Agung.
Uktam Kuldashev; Kh. M. Saidova· Общество и инновации· 2023· DOI 10.47689/2181-1415-vol4-iss5/s-pp1-4
Masalah inti
Artikel ini memperkenalkan sejarah penerjemahan sebagai hal yang sangat terkait dengan sejarah budaya, seni, dan sastra. Artikel ini berpendapat bahwa tidak ada bangsa yang dapat berkembang secara terisolasi; sebaliknya, pertumbuhan terjadi melalui pembelajaran dari dan integrasi pencapaian serta pengalaman bangsa-bangsa lain. Pendahuluan ini menyiapkan panggung dengan mencatat bahwa tempat lahir peradaban dunia berada di Timur, dan bahwa penaklukan Alexander Agung memfasilitasi kebangkitan di Yunani dengan menyerap pencapaian dari India dan Iran kuno, sekaligus membalas keberhasilan ilmiah dan budaya Barat.
Inovasi
Artikel ini tampaknya merupakan tinjauan historis, kemungkinan mengandalkan literatur dan catatan sejarah yang ada untuk melacak perkembangan teori penerjemahan. Tidak ada metodologi spesifik yang dirinci dalam kutipan yang diberikan, tetapi pendekatannya tampak deskriptif dan analitis, menyintesis peristiwa sejarah dan pertukaran budaya untuk menggambarkan evolusi praktik dan teori penerjemahan.
Pendahuluan
Artikel ini memperkenalkan sejarah penerjemahan sebagai hal yang sangat terkait dengan sejarah budaya, seni, dan sastra. Artikel ini berpendapat bahwa tidak ada bangsa yang dapat berkembang secara terisolasi; sebaliknya, pertumbuhan terjadi melalui pembelajaran dari dan integrasi pencapaian serta pengalaman bangsa-bangsa lain. Pendahuluan ini menyiapkan panggung dengan mencatat bahwa tempat lahir peradaban dunia berada di Timur, dan bahwa penaklukan Alexander Agung memfasilitasi kebangkitan di Yunani dengan menyerap pencapaian dari India dan Iran kuno, sekaligus membalas keberhasilan ilmiah dan budaya Barat.
Mengapa penting
Pembahasan menekankan sifat timbal balik pertukaran budaya melalui penerjemahan. Artikel ini berargumen bahwa bangsa-bangsa tumbuh dengan mengadopsi dan mengadaptasi pencapaian bangsa lain, dan bahwa penerjemahan memainkan peran penting dalam proses ini. Contoh penaklukan Alexander Agung digunakan untuk menunjukkan bagaimana penerjemahan memungkinkan integrasi pengetahuan Timur ke dalam budaya Yunani, yang berkontribusi pada kebangkitan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penerjemahan dalam perkembangan peradaban dan interaksi berkelanjutan antara budaya yang berbeda.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…