Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2025

Melindungi peternakan digital: peta jalan keamanan siber menyeluruh untuk industri susu dan unggas

Transformasi digital dalam peternakan susu dan unggas telah memunculkan kerentanan keamanan siber kritis yang mengancam kesejahteraan hewan, keamanan pangan, dan stabilitas ekonomi. Digest ini menguraikan lanskap ancaman yang terus berkembang dan menyajikan peta jalan menyeluruh yang mengintegrasikan AI, blockchain, dan pengembangan kapasitas yang berpusat pada manusia.
Suresh Neethirajanยท Frontiers Big Dataยท 2025ยท DOI 10.3389/fdata.2025.1556157

Masalah inti

Transformasi digital yang pesat dalam peternakan susu dan unggas melalui analitik big data dan inovasi Internet of Things (IoT) telah secara signifikan memajukan manajemen presisi untuk pemberian pakan, kesehatan hewan, dan kondisi lingkungan. Namun, digitalisasi ini sekaligus meningkatkan kerentanan keamanan siber, yang menimbulkan ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi, kesejahteraan hewan, dan keamanan pangan. Makalah ini memberikan analisis mendalam tentang lanskap ancaman siber yang terus berkembang yang dihadapi peternakan digital, dengan mengkaji insiden ransomware, gangguan hacktivis, dan intrusi siber yang disponsori negara. Makalah ini secara kritis menilai bagaimana sistem digital yang terkompromi mengganggu operasi peternakan yang kritis, termasuk rutinitas pemerahan, formulasi pakan, dan pengendalian iklim, yang berdampak besar pada kesehatan hewan, produktivitas, dan kepercayaan konsumen.

Inovasi

Makalah ini menggunakan pendekatan tinjauan dan sintesis yang menyeluruh, dengan mengintegrasikan praktik keamanan TI yang mapan dengan persyaratan khusus pertanian. Makalah ini menganalisis insiden siber terdokumentasi dan vektor ancaman yang menyasar sistem peternakan digital, termasuk perangkat IoT, perangkat lunak manajemen peternakan, dan sistem kontrol otomatis. Metodologi ini melibatkan penilaian kritis terhadap kerangka kerja keamanan siber yang ada dan penerapannya pada kendala operasional dan infrastruktur yang unik dari peternakan susu dan unggas. Melalui analisis ini, para penulis mengembangkan peta jalan keamanan siber yang disesuaikan yang menekankan solusi canggih seperti deteksi anomali berbasis AI, ketertelusuran berbasis blockchain, dan kerangka kerja keamanan siber-biosekuriti terintegrasi. Pendekatan ini juga memasukkan elemen yang berpusat pada manusia, termasuk pendidikan tenaga kerja yang ditargetkan, pengembangan kapasitas keamanan siber pedesaan, dan kolaborasi lintas sektor, untuk memastikan ekosistem keamanan siber yang tangguh.
Pendahuluan
Transformasi digital yang pesat dalam peternakan susu dan unggas melalui analitik big data dan inovasi Internet of Things (IoT) telah secara signifikan memajukan manajemen presisi untuk pemberian pakan, kesehatan hewan, dan kondisi lingkungan. Namun, digitalisasi ini sekaligus meningkatkan kerentanan keamanan siber, yang menimbulkan ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi, kesejahteraan hewan, dan keamanan pangan. Makalah ini memberikan analisis mendalam tentang lanskap ancaman siber yang terus berkembang yang dihadapi peternakan digital, dengan mengkaji insiden ransomware, gangguan hacktivis, dan intrusi siber yang disponsori negara. Makalah ini secara kritis menilai bagaimana sistem digital yang terkompromi mengganggu operasi peternakan yang kritis, termasuk rutinitas pemerahan, formulasi pakan, dan pengendalian iklim, yang berdampak besar pada kesehatan hewan, produktivitas, dan kepercayaan konsumen.

Mengapa penting

Para penulis mengusulkan peta jalan keamanan siber yang menyeluruh yang mengintegrasikan dimensi teknis, regulasi, dan sosio-ekonomi. Komponen utamanya meliputi: (1) deteksi anomali berbasis AI untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman secara real-time; (2) ketertelusuran berbasis blockchain untuk memastikan integritas data dan transparansi rantai pasok; (3) kerangka kerja keamanan siber-biosekuriti terintegrasi yang menangani ancaman digital dan biologis; (4) pendidikan tenaga kerja yang ditargetkan dan pengembangan kapasitas pedesaan untuk meningkatkan ketahanan manusia; dan (5) kolaborasi lintas sektor antara peternak, penyedia teknologi, regulator, dan pakar keamanan siber. Pembahasan ini menegaskan bahwa keamanan siber yang efektif bukan sekadar pertimbangan teknis, melainkan fondasi untuk memastikan kemajuan peternakan yang berkelanjutan, etis, dan tepercaya di dunia yang digerakkan oleh data. Dengan menyintesis elemen-elemen ini, makalah ini memberikan strategi proaktif untuk meningkatkan integritas data, mengamankan kesejahteraan hewan, dan memperkuat rantai pasok pangan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ