Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Pendidikan

Open AccessOA2024

Tinjauan studi yang menerapkan teori bioekologi Bronfenbrenner dalam penelitian pendidikan internasional dan antarbudaya

Tinjauan ini mengkaji bagaimana teori bioekologi Bronfenbrenner diterapkan dalam penelitian pendidikan internasional dan antarbudaya, dan menemukan bahwa sebagian besar studi bersandar pada versi yang sudah usang serta mengabaikan konsep inti proses proksimal. Para penulis menyerukan penerapan model bioekologi secara utuh yang lebih ketat untuk memahami perkembangan siswa di beragam latar.
Pei-Ru Tong; Irene Shidong An· Frontiers in Psychology· 2024· DOI 10.3389/fpsyg.2023.1233925

Masalah inti

Teori bioekologi perkembangan manusia dari Bronfenbrenner menyediakan kerangka menyeluruh untuk memahami bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan dinamisnya dan menegosiasikan identitas mereka, khususnya dalam konteks pendidikan internasional dan antarbudaya. Meskipun berpotensi besar, tinjauan literatur menunjukkan bahwa sebagian besar studi memakai teori sistem ekologi yang lebih awal atau merepresentasikan model process-person-context-time (PPCT) yang lebih baru secara tidak memadai. Konstruk proses proksimal—mekanisme utama yang mendorong perkembangan—jarang ditelaah secara mendalam, sehingga nilai sesungguhnya dari teori ini kurang terwakili. Artikel ini meninjau studi yang ada dan mengusulkan arah penelitian mendatang dalam pendidikan internasional dan antarbudaya.

Inovasi

Para penulis melakukan tinjauan sistematis terhadap studi yang menerapkan teori bioekologi Bronfenbrenner dalam penelitian pendidikan internasional dan antarbudaya. Mereka menganalisis bagaimana teori itu dioperasionalkan, dengan perhatian khusus pada apakah studi memakai teori sistem ekologi yang lebih awal atau model PPCT yang lebih baru. Tinjauan ini juga menilai sejauh mana proses proksimal ditelaah. Metodologi mencakup pencarian di basis data yang relevan, penyaringan artikel, dan ekstraksi data tentang kerangka teoretis, desain penelitian, dan temuan utama. Sintesis difokuskan pada identifikasi kesenjangan dan pola dalam penerapan teori bioekologi.
Pendahuluan
Teori bioekologi perkembangan manusia dari Bronfenbrenner menyediakan kerangka menyeluruh untuk memahami bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan dinamisnya dan menegosiasikan identitas mereka, khususnya dalam konteks pendidikan internasional dan antarbudaya. Meskipun berpotensi besar, tinjauan literatur menunjukkan bahwa sebagian besar studi memakai teori sistem ekologi yang lebih awal atau merepresentasikan model process-person-context-time (PPCT) yang lebih baru secara tidak memadai. Konstruk proses proksimal—mekanisme utama yang mendorong perkembangan—jarang ditelaah secara mendalam, sehingga nilai sesungguhnya dari teori ini kurang terwakili. Artikel ini meninjau studi yang ada dan mengusulkan arah penelitian mendatang dalam pendidikan internasional dan antarbudaya.

Mengapa penting

Para penulis berargumen bahwa kurang dimanfaatkannya model PPCT dan proses proksimal membatasi daya penjelas studi dalam pendidikan internasional dan antarbudaya. Mereka menyarankan agar penelitian mendatang menerapkan kerangka bioekologi secara utuh dengan lebih ketat, khususnya dengan menelaah bagaimana proses proksimal berlangsung di berbagai konteks budaya dan pendidikan yang berbeda. Hal ini mencakup desain longitudinal dan metode campuran untuk menangkap interaksi dinamis dari waktu ke waktu. Pembahasan juga menyoroti perlunya peneliti mengikuti perkembangan teoretis terbaru agar tidak terjebak pada konseptualisasi yang usang. Dengan demikian, studi dapat lebih baik menjelaskan bagaimana individu menavigasi dan membentuk lintasan perkembangan mereka dalam latar internasional dan antarbudaya.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…