Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2026

rApp/xApp Attestation: Use Case Keamanan Baru untuk O-RAN

Verifikasi integritas runtime untuk ekosistem RIC melalui modul attestation, agen, dan koordinasi kebijakan yang digerakkan SMO
Hamed Alimohammadi; Burcu ลžahin; Arda Akman; Chuan Heng Foh; Periklis Chatzimisios; Mohammad Shojafarยท 2026ยท DOI 10.48550/arXiv.2609.24296

Masalah inti

Arsitektur Open Radio Access Network (O-RAN) memperkenalkan disagregasi dan softwarisasi yang memungkinkan inovasi multi-vendor, tetapi sekaligus mengekspos ekosistem RAN Intelligent Controller (RIC) terhadap risiko keamanan runtime baru. Spesifikasi O-RAN yang ada mendefinisikan perlindungan yang kuat untuk onboarding, autentikasi, manajemen identitas, dan komunikasi aman. Namun, spesifikasi tersebut tidak menyediakan mekanisme konkret untuk memverifikasi apakah rApp dan xApp yang telah di-deploy tetap berada dalam keadaan yang dimaksudkan dan belum dimodifikasi selama operasi.

Makalah ini menjawab kesenjangan tersebut dengan memperkenalkan rApp/xApp attestation sebagai use case keamanan O-RAN yang native RIC untuk verifikasi integritas runtime. Alih-alih mengusulkan protokol kriptografi baru, karya ini mendefinisikan bagaimana teknik verifikasi integritas yang ada dapat diintegrasikan ke dalam O-RAN melalui modul attestation, agen attestation, antarmuka aplikasi RIC, dan koordinasi kebijakan yang digerakkan SMO. Penulis memetakan use case ini ke kelompok kerja O-RAN Alliance yang relevan, mengidentifikasi ekstensi standardisasi yang diperlukan, dan menunjukkan kelayakannya melal

Inovasi

Hasil eksperimen menunjukkan latensi attestation di bawah 40 ms pada berbagai fungsi hash kriptografi. Hal ini menunjukkan bahwa attestation runtime dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi RIC yang sensitif terhadap waktu bila dijadwalkan dengan tepat.

Prototipe ini diimplementasikan pada platform Near-RT RIC, yang biasanya beroperasi dengan control loop pada kisaran 10 ms hingga 1 s. Latensi attestation di bawah 40 ms karena itu masuk dalam slack penjadwalan banyak use case Near-RT RIC, asalkan attestation tidak dilakukan selama eksekusi control loop yang kritis.

Temuan kuantitatif utama meliputi:

- Latensi attestation ms untuk semua fungsi hash yang diuji.
- Latensi didominasi oleh dan , dengan menyumbang fraksi yang lebih kecil.
- Penjadwalan attestation di luar control loop kritis mencegah gangguan pada operasi yang sensitif terhadap waktu.

Hasil ini menunjukkan bahwa mekanisme attestation berbasis hash layak untuk verifikasi integritas runtime di O-RAN. Namun, penulis mencatat bahwa prototipe ini ringan dan belum menangani skalabilitas pada banyak rApp/xApp atau penetapan status runtime known-good yang tepercaya.

Arsitektur Open Radio Access Network (O-RAN) memperkenalkan disagregasi dan softwarisasi yang memungkinkan inovasi multi-vendor, tetapi sekaligus mengekspos ekosistem RAN Intelligent Controller (RIC) terhadap risiko keamanan runtime baru. Spesifikasi O-RAN yang ada mendefinisikan perlindungan yang kuat untuk onboarding, autentikasi, manajemen identitas, dan komunikasi aman. Namun, spesifikasi tersebut tidak menyediakan mekanisme konkret untuk memverifikasi apakah rApp dan xApp yang telah di-deploy tetap berada dalam keadaan yang dimaksudkan dan belum dimodifikasi selama operasi.
Makalah ini menjawab kesenjangan tersebut dengan memperkenalkan rApp/xApp attestation sebagai use case keamanan O-RAN yang native RIC untuk verifikasi integritas runtime. Alih-alih mengusulkan protokol kriptografi baru, karya ini mendefinisikan bagaimana teknik verifikasi integritas yang ada dapat diintegrasikan ke dalam O-RAN melalui modul attestation, agen attestation, antarmuka aplikasi RIC, dan koordinasi kebijakan yang digerakkan SMO. Penulis memetakan use case ini ke kelompok kerja O-RAN Alliance yang relevan, mengidentifikasi ekstensi standardisasi yang diperlukan, dan menunjukkan kelayakannya melalui prototipe berbasis hash yang ringan yang diimplementasikan pada platform Near-RT RIC.

Mengapa penting

Makalah ini membahas tantangan teknis dan standardisasi yang masih tersisa. Tantangan tersebut meliputi:

- **Verifikasi tepercaya**: Bagaimana modul attestation itu sendiri dapat dipercaya? Modul attestation yang terkompromi dapat melaporkan hasil integritas yang salah.
- **Status runtime known-good**: Attestation memerlukan pengukuran referensi (status known-good). Mendefinisikan dan memperbarui status ini untuk rApp/xApp multi-vendor bukan hal yang sepele.
- **Skalabilitas**: Melakukan attestation pada banyak aplikasi secara sering dapat membebani sumber daya RIC. Strategi penjadwalan dan batching diperlukan.
- **Kebijakan mitigasi**: Tindakan apa yang harus diambil ketika attestation gagal? SMO harus mendefinisikan kebijakan untuk karantina, rollback, atau pemberitahuan.
- **Mekanisme attestation hibrida di masa depan**: Menggabungkan attestation berbasis hash dengan root of trust berbasis perangkat keras (misalnya, TPM, TEE) dapat memperkuat jaminan.

Penulis memetakan use case ini ke kelompok kerja O-RAN Alliance, menyarankan bahwa upaya standardisasi harus berfokus pada pendefinisian antarmuka attestation, format laporan, dan koordinasi kebijakan antara RIC dan SMO.

Makalah ini menyimpulkan bahwa rApp/xApp attestation adalah use case keamanan native RIC yang menjanjikan yang dapat diintegrasikan ke dalam O-RAN tanpa protokol kriptografi baru, tetapi diperlukan kerja standardisasi dan skalabilitas lebih lanjut.

Siapa yang sebaiknya membaca

Praktisi dan peneliti ilmu komputer

Membuka konten memberโ€ฆ