Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Ilmu Sosial

Open AccessOA2024

Ras dan Etnisitas dalam Sosiologi Produksi dan Konsumsi Budaya

Tinjauan ini menyintesiskan kajian yang tersebar tentang ras, etnisitas, serta produksi dan konsumsi budaya (RECPC), mengidentifikasi lima tema dominan: klasifikasi, valuasi dan evaluasi, representasi, hasil pasar, dan modal budaya. Artikel ditutup dengan implikasi untuk penelitian sosiologi mendatang.
Patricia A. Banks· The Annual review of sociology· 2024· DOI 10.1146/annurev-soc-030222-013351

Masalah inti

Kajian sosiologis tentang ras, etnisitas, serta produksi dan konsumsi budaya (RECPC) merupakan bidang yang berkembang tetapi terfragmentasi. Meskipun mengalami perluasan, penelitian tetap tersebar di berbagai subbidang sehingga menghambat pemahaman yang kohesif tentang bagaimana ras dan etnisitas bersinggungan dengan produksi dan konsumsi budaya. Tinjauan ini bertujuan menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyintesis kajian yang ada dan mengidentifikasi tema-tema utama. Dengan menyatukan berbagai alur penelitian yang berbeda, artikel ini menyediakan kerangka yang lebih komprehensif untuk menganalisis peran ras dan etnisitas dalam dinamika budaya. Tinjauan ini berfokus pada lima tema dominan: klasifikasi, valuasi dan evaluasi, representasi, hasil pasar, dan modal budaya. Tema-tema ini menangkap cara-cara utama ras dan etnisitas membentuk serta dibentuk oleh proses budaya. Artikel ditutup dengan implikasi untuk penelitian sosiologi mendatang tentang RECPC, dengan menekankan perlunya pendekatan integratif yang mempertimbangkan persinggungan ras, etnisitas, dan budaya.

Inovasi

Tinjauan ini menggunakan pendekatan sintetik, dengan menyatukan kajian dari berbagai subbidang sosiologi yang membahas ras, etnisitas, serta produksi dan konsumsi budaya. Metodologi ini melibatkan pemeriksaan sistematis terhadap literatur yang ada untuk mengidentifikasi tema dan pola yang berulang. Dengan mengagregasi temuan dari berbagai studi, tinjauan ini menyusun gambaran menyeluruh tentang bidang tersebut. Lima tema—klasifikasi, valuasi dan evaluasi, representasi, hasil pasar, dan modal budaya—muncul sebagai area kajian yang dominan. Tinjauan ini tidak melakukan penelitian empiris baru, melainkan menyintesis dan menafsirkan pengetahuan yang ada untuk menyoroti wawasan dan kesenjangan utama. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman holistik tentang bagaimana ras dan etnisitas beroperasi dalam produksi dan konsumsi budaya, sekaligus menyediakan fondasi untuk penelitian mendatang.
Pendahuluan
Kajian sosiologis tentang ras, etnisitas, serta produksi dan konsumsi budaya (RECPC) merupakan bidang yang berkembang tetapi terfragmentasi. Meskipun mengalami perluasan, penelitian tetap tersebar di berbagai subbidang sehingga menghambat pemahaman yang kohesif tentang bagaimana ras dan etnisitas bersinggungan dengan produksi dan konsumsi budaya. Tinjauan ini bertujuan menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyintesis kajian yang ada dan mengidentifikasi tema-tema utama. Dengan menyatukan berbagai alur penelitian yang berbeda, artikel ini menyediakan kerangka yang lebih komprehensif untuk menganalisis peran ras dan etnisitas dalam dinamika budaya. Tinjauan ini berfokus pada lima tema dominan: klasifikasi, valuasi dan evaluasi, representasi, hasil pasar, dan modal budaya. Tema-tema ini menangkap cara-cara utama ras dan etnisitas membentuk serta dibentuk oleh proses budaya. Artikel ditutup dengan implikasi untuk penelitian sosiologi mendatang tentang RECPC, dengan menekankan perlunya pendekatan integratif yang mempertimbangkan persinggungan ras, etnisitas, dan budaya.

Mengapa penting

Sintesis atas lima tema ini menunjukkan bahwa ras dan etnisitas bukanlah hal yang periferal, melainkan sentral dalam produksi dan konsumsi budaya. Proses klasifikasi sering memperkuat hierarki ras, sementara mekanisme valuasi dan evaluasi melanggengkan ketidaksetaraan dalam pengakuan dan imbalan. Representasi dalam produk budaya dapat menantang atau memperkuat stereotip, dengan implikasi signifikan bagi sikap sosial. Hasil pasar menunjukkan disparitas ekonomi yang persisten, yang mencerminkan ketidaksetaraan struktural yang lebih luas. Modal budaya berfungsi sebagai mekanisme kunci yang mempertahankan dan memperebutkan batas-batas ras dan etnis. Tinjauan ini berargumen untuk pendekatan yang lebih terintegrasi yang mempertimbangkan bagaimana tema-tema ini saling berinteraksi. Misalnya, klasifikasi dan valuasi sangat terjalin, karena bagaimana kelompok diklasifikasikan memengaruhi bagaimana produk budaya mereka dinilai. Demikian pula, representasi memengaruhi hasil pasar dengan membentuk permintaan dan persepsi. Penelitian mendatang harus mengadopsi perspektif interseksional dan komparatif untuk lebih menangkap kompleksitas RECPC. Artikel ditutup dengan implikasi untuk kebijakan dan praktik, dengan menekankan perlunya mengatasi bias sistemik dalam institusi dan pasar budaya.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…