Editorial ilmu komputer
Polars di dalam Enclave Intel SGX2: Studi Empiris Pemrosesan Kueri Analitik yang Bersifat Rahasia
Masalah inti
Inovasi
Di empat konfigurasi lebar dataset (sekitar 22–73 GB), overhead end-to-end tetap hampir konstan pada 1,49–1,56×. Namun, metrik komposit ini menyembunyikan dua perilaku yang berbeda: overhead khusus kueri menurun dari 1,51–1,52× menjadi 1,43–1,44×, sedangkan overhead pemuatan tabel naik dari 2,27× menjadi 4,07×. Untuk konfigurasi len130, median perlambatan SGX per kueri adalah 1,45× dengan maksimum 2,57×. Sejumlah kecil kueri menunjukkan lonjakan antar-eksekusi yang mencolok, konsisten dengan tekanan EPC yang bersifat stateful. Membandingkan API lazy dan eager Polars dalam pengaturan TEE yang sama, eksekusi lazy secara keseluruhan 2,25–2,27× lebih cepat, sementara eksekusi eager gagal dengan kesalahan kehabisan memori pada 41 GB dan di atasnya. Hasil-hasil ini dirangkum dalam tabel berikut:
| Konfigurasi | Overhead end-to-end | Overhead khusus kueri | Overhead pemuatan tabel |
|---------------|---------------------|---------------------|------------------------|
| ~22 GB | 1,49–1,56× | 1,51–1,52× | 2,27× |
| ~73 GB | 1,49–1,56× | 1,43–1,44× | 4,07× |
Untuk len130, perlambatan per kueri: median 1,45
Pengaturan eksperimen menjalankan Polars di dalam enclave Intel SGX2 menggunakan Gramine, sebuah library OS untuk aplikasi Linux yang tidak dimodifikasi. Beban kerjanya adalah TPC-H SF30, dengan data disimpan di Azure Blob Storage. Empat konfigurasi lebar dataset diuji, berkisar dari sekitar 22 GB hingga 73 GB. Dua metrik dilaporkan: skor power TPC-H standar (end-to-end) dan varian khusus kueri yang mengecualikan waktu pemuatan tabel. Perlambatan per kueri diukur untuk konfigurasi len130. API lazy dan eager Polars dibandingkan dalam kondisi TEE yang identik. Overhead dikuantifikasi sebagai faktor perlambatan relatif terhadap eksekusi native. Untuk kueri tertentu, perlambatannya adalah
Mengapa penting
Siapa yang sebaiknya membaca
Membuka konten member…