Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2026

Penerapan Pod Skala Fleet dengan Jaringan VPC-Native di Kubernetes Terkelola

Studi pengukuran operasional atas tiga mode penyediaan alamat VPC-native pada Amazon EKS di 400 node dan 80.000 pod
Sri Saran Balaji Vellore Rajakumar; Jayanth Varavani; Murat Parlakisik; Pavani Panakantiยท 2026ยท DOI 10.48550/arXiv.2608.22210

Masalah inti

Penerapan pod Kubernetes terkelola sering dibingkai sebagai pilihan biner antara jaringan VPC-native dan jaringan overlay. Dokumentasi publik Amazon EKS menjelaskan kapasitas dan konfigurasi mode prefiks, sementara studi CNI sebelumnya terutama mengukur throughput dan latensi kondisi tunak, bukan dinamika penempatan pod skala besar. Makalah ini mengisi celah tersebut dengan studi pengukuran operasional atas penerapan pod skala fleet pada tiga mode VPC-native di Amazon EKS: alokasi secondary-IP individual, praalokasi ENI, dan delegasi prefiks IPv4. Cilium dan Calico berperan sebagai baseline overlay.

Pertanyaan utamanya adalah bagaimana penyediaan alamat berinteraksi dengan jalur kritis pembuatan pod. Penulis membandingkan pengaturan warm pool spesifik mode yang representatif, sehingga hasil yang dilaporkan menggambarkan titik operasi gabungan, bukan perilaku CNI yang terisolasi. Beban kerja sengaja dibuat besar: 400 node dan 80.000 pod, skala di mana overhead penyediaan per pod menumpuk menjadi menit atau jam waktu penerapan. Taksonomi pekerjaan ini mencakup Arsitektur dan Jaringan, dengan implikasi bagi perencanaan kapasitas di lingkungan Kubernetes terkelola.

Inovasi

Pada 400 node, warm pool secondary-IP tiga alamat yang diuji memerlukan **7.403 detik** untuk menempatkan 80.000 pod. Dengan pengaturan praalokasi ENI dan delegasi prefiks yang diuji, beban kerja yang sama selesai dalam sekitar **495 detik**, memindahkan penyediaan alamat dari jalur kritis pembuatan pod.

Dalam uji 400 node yang dilaporkan, delegasi prefiks mencapai sekitar **162 pod/s**, dalam rentang yang sama dengan baseline overlay tercepat dan uji praalokasi ENI. Delegasi prefiks juga memerlukan lebih sedikit panggilan penyediaan EC2 yang berhasil per pod dibandingkan alokasi IP individual karena mengalokasikan alamat dalam blok /28.

Perbandingan kapasitasnya mencolok. Dengan 30 slot per antarmuka, delegasi prefiks menghasilkan 29 prefiks dan hingga 464 alamat pod potensial, versus sekitar 30 slot IPv4 per ENI untuk alokasi IP individual. Percepatan dari warm pool secondary-IP ke mode praalokasi/prefiks kira-kira:

Delegasi prefiks juga memiliki penggunaan alamat jaringan terdokumentasi yang lebih rendah dan mempertahankan keterjangkauan VPC langsung serta visibilitas flow-log.

Penerapan pod Kubernetes terkelola sering dibingkai sebagai pilihan biner antara jaringan VPC-native dan jaringan overlay. Dokumentasi publik Amazon EKS menjelaskan kapasitas dan konfigurasi mode prefiks, sementara studi CNI sebelumnya terutama mengukur throughput dan latensi kondisi tunak, bukan dinamika penempatan pod skala besar. Makalah ini mengisi celah tersebut dengan studi pengukuran operasional atas penerapan pod skala fleet pada tiga mode VPC-native di Amazon EKS: alokasi secondary-IP individual, praalokasi ENI, dan delegasi prefiks IPv4. Cilium dan Calico berperan sebagai baseline overlay.
Pertanyaan utamanya adalah bagaimana penyediaan alamat berinteraksi dengan jalur kritis pembuatan pod. Penulis membandingkan pengaturan warm pool spesifik mode yang representatif, sehingga hasil yang dilaporkan menggambarkan titik operasi gabungan, bukan perilaku CNI yang terisolasi. Beban kerja sengaja dibuat besar: 400 node dan 80.000 pod, skala di mana overhead penyediaan per pod menumpuk menjadi menit atau jam waktu penerapan. Taksonomi pekerjaan ini mencakup Arsitektur dan Jaringan, dengan implikasi bagi perencanaan kapasitas di lingkungan Kubernetes terkelola.

Mengapa penting

Hasil menunjukkan bahwa biaya dominan dalam penerapan pod skala fleet bukanlah throughput kondisi tunak, melainkan penyediaan alamat pada jalur kritis pembuatan pod. Warm pool secondary-IP tiga alamat menghabiskan alamat yang telah disediakan lebih awal dalam beban kerja 80.000 pod, memaksa panggilan penyediaan EC2 sinkron yang menyerialkan penempatan. Praalokasi ENI dan delegasi prefiks menghindari hal ini dengan memperoleh kapasitas sebelum permintaan.

Alokasi blok /28 adalah alasan struktural delegasi prefiks menyamai baseline tercepat sambil menggunakan lebih sedikit panggilan penyediaan EC2. Setiap /28 mengonsumsi satu slot IPv4 tetapi menghasilkan 16 alamat, sehingga satu antarmuka dapat membawa hingga 464 alamat pod. Hal ini mengamortisasi overhead penyediaan di banyak pod.

Trade-off-nya adalah alokasi /28 memerlukan ruang subnet yang berdekatan. Operator harus merencanakan rentang CIDR subnet dengan kapasitas berdekatan yang memadai, yang mungkin terbatas dalam tata letak VPC yang padat atau terfragmentasi. Delegasi prefiks juga mempertahankan keterjangkauan VPC langsung dan visibilitas flow-log, menjaga observabilitas operasional yang dapat dipersulit oleh jaringan overlay.

Diagram berikut merangkum alur keputusan di seluruh mode yang diuji:

Karena studi ini membandingkan pengaturan warm pool spesifik mode yang representatif, hasilnya menggambarkan titik operasi gabungan, bukan perilaku CNI yang terisolasi. Praktisi harus memperlakukan angka 495 detik dan 162 pod/s sebagai bergantung pada konfigurasi, bukan konstanta universal.

Siapa yang sebaiknya membaca

Praktisi dan peneliti ilmu komputer

Membuka konten memberโ€ฆ