Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial ilmu komputer

Open AccessOA2026

Pencarian A* Berbantuan LLM pada Graf Jaringan Non-Geometris

Menggunakan large language model untuk menghasilkan waypoint dan heuristik berbasis landmark guna pencarian jalur terpendek yang efisien pada topologi jaringan arbitrer
Nouf Alabbasi; Esraa Ghourab; Omar Alhussein· 2026· DOI 10.48550/arXiv.2606.23136

Masalah inti

Menemukan jalur terpendek pada graf jaringan non-geometris adalah masalah fundamental dalam optimisasi jaringan, di mana bobot sisi mengodekan metrik arbitrer seperti latensi, biaya moneter, atau reliabilitas, bukan jarak spasial. Algoritma pencarian terinformasi klasik seperti A* bergantung pada fungsi heuristik yang memperkirakan biaya dari node ke tujuan. Pada domain spasial, jarak Euclidean menyediakan heuristik alami yang admissible. Namun, pada graf non-geometris—seperti jaringan komunikasi, graf sosial, atau jaringan biaya abstrak—tidak ada padanan geometris semacam itu. Ketiadaan heuristik yang informatif ini sangat menurunkan efisiensi A*, sering kali menyebabkannya mengekspansi node hampir sebanyak pencarian tanpa informasi.

Para penulis, Nouf Alabbasi, Esraa Ghourab, dan Omar Alhussein, mengatasi celah ini dengan mengusulkan algoritma A* berbantuan large language model (LLM). Wawasan kunci mereka adalah memanfaatkan LLM untuk menghasilkan waypoint perantara yang memandu pencarian menuju wilayah graf yang menjanjikan. Agar LLM dapat menalar tentang jarak tanpa koordinat geometris, mereka memperkenalkan jarak landmark sebagai fitur struktural ringkas. Jarak lan

Inovasi

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa waypoint yang dihasilkan LLM secara signifikan meningkatkan efisiensi pencarian A* pada graf non-geometris. Di semua topologi yang diuji, jumlah node yang diekspansi berkurang sekitar 50% dibandingkan A* standar dengan heuristik ALT saja. Pengurangan ini konsisten di berbagai ukuran dan struktur graf.

**Biaya jalur.** Meskipun terjadi pengurangan besar pada node yang diekspansi, kenaikan biaya jalur bersifat marginal. Rata-rata, jalur yang ditemukan oleh A* berbantuan LLM berada dalam 1-2% dari biaya jalur optimal. Ini menunjukkan bahwa waypoint secara efektif memandu pencarian menuju rute yang mendekati optimal tanpa mengorbankan kualitas solusi.

**Dampak prompt engineering.** Para penulis menganalisis efek berbagai strategi prompting. Mereka menemukan bahwa memasukkan fitur struktural ringkas (jarak landmark) ke dalam prompt menghasilkan peningkatan yang lebih besar daripada teknik prompting canggih seperti chain-of-thought atau few-shot learning. Secara spesifik, ketika LLM diberi estimasi heuristik untuk sebagian node, pengurangan node yang diekspansi menjadi lebih nyata dan konsisten.

**Studi ablasi.** Ablasi menunjukkan bahwa jumlah landm

Menemukan jalur terpendek pada graf jaringan non-geometris adalah masalah fundamental dalam optimisasi jaringan, di mana bobot sisi mengodekan metrik arbitrer seperti latensi, biaya moneter, atau reliabilitas, bukan jarak spasial. Algoritma pencarian terinformasi klasik seperti A* bergantung pada fungsi heuristik yang memperkirakan biaya dari node ke tujuan. Pada domain spasial, jarak Euclidean menyediakan heuristik alami yang admissible. Namun, pada graf non-geometris—seperti jaringan komunikasi, graf sosial, atau jaringan biaya abstrak—tidak ada padanan geometris semacam itu. Ketiadaan heuristik yang informatif ini sangat menurunkan efisiensi A*, sering kali menyebabkannya mengekspansi node hampir sebanyak pencarian tanpa informasi.
Para penulis, Nouf Alabbasi, Esraa Ghourab, dan Omar Alhussein, mengatasi celah ini dengan mengusulkan algoritma A* berbantuan large language model (LLM). Wawasan kunci mereka adalah memanfaatkan LLM untuk menghasilkan waypoint perantara yang memandu pencarian menuju wilayah graf yang menjanjikan. Agar LLM dapat menalar tentang jarak tanpa koordinat geometris, mereka memperkenalkan jarak landmark sebagai fitur struktural ringkas. Jarak landmark ini berperan ganda: menyediakan heuristik berbasis landmark (ALT) yang admissible untuk pencarian A*, dan dipasokkan ke LLM untuk memulihkan sinyal jarak-ke-tujuan yang jika tidak demikian hilang pada graf non-geometris.

Mengapa penting

Temuan ini menyoroti potensi menggabungkan panduan berbasis LLM dengan algoritma pencarian klasik untuk optimisasi jaringan yang efisien. Peran ganda jarak landmark—sebagai heuristik admissible sekaligus fitur struktural ringkas bagi LLM—menjadi pemungkin kunci. Dengan memberikan sinyal jarak-ke-tujuan kepada LLM, metode ini mengatasi keterbatasan fundamental graf non-geometris di mana tidak ada heuristik geometris.

Para penulis mencatat bahwa LLM tidak perlu di-fine-tune; model siap pakai dapat menghasilkan waypoint yang berguna bila diberi prompt secara tepat. Ini membuat pendekatan tersebut mudah diakses dan diadaptasi. Namun, ketergantungan pada LLM menimbulkan overhead komputasi untuk pemrosesan prompt dan inferensi, yang dapat mengimbangi sebagian penghematan waktu pencarian. Para penulis berargumen bahwa overhead ini dapat diterima mengingat pengurangan signifikan pada node yang diekspansi, terutama pada graf besar di mana pencarian mendominasi waktu eksekusi.

**Batasan dan pekerjaan mendatang.** Studi saat ini terbatas pada graf dengan hingga 2.000 node. Penskalaan ke graf yang lebih besar mungkin memerlukan pemilihan landmark yang lebih efisien dan kompresi prompt. Kualitas waypoint bergantung pada pemahaman LLM tentang struktur graf, yang dapat menurun untuk graf yang sangat besar atau dinamis. Pekerjaan mendatang dapat mengeksplorasi fine-tuning LLM pada tugas khusus graf, mengintegrasikan pendekatan ini dengan algoritma pencarian lain (misalnya, D* Lite untuk graf dinamis), dan menerapkannya pada masalah optimisasi jaringan dunia nyata seperti routing pada jaringan komunikasi atau logistik.

**Dampak yang lebih luas.** Metode ini berkontribusi pada bidang algoritma yang diperkaya AI yang terus berkembang, di mana model machine learning meningkatkan optimisasi kombinatorial klasik. Ia juga membuka jalan bagi penggunaan LLM di domain yang tidak memiliki informasi geometris, seperti keamanan siber (misalnya, analisis attack graph) dan kriptografi (misalnya, jaringan distribusi kunci). Kandidat taksonomi—Architecture, Cybersecurity, Network, Cryptography—mencerminkan area aplikasi potensial tersebut.

Siapa yang sebaiknya membaca

Praktisi dan peneliti ilmu komputer

Membuka konten member…