Editorial Pendidikan
Open AccessOA2023
Participatory Design untuk Ilmu Kognitif: Contoh dari Ilmu Pembelajaran dan Interaksi Manusia-Komputer
Digest ini mengkaji participatory design sebagai sarana memajukan Ilmu Kognitif melalui kolaborasi antara peneliti dan praktisi, dengan contoh dari Ilmu Pembelajaran dan Interaksi Manusia-Komputer.
Jenny Yun Chen Chan; Tomohiro Nagashima; A. Closser· Cognitive Sciences· 2023· DOI 10.1111/cogs.13365
Masalah inti
Artikel ini merespons seruan terkini akan kolaborasi yang lebih kuat antara peneliti ilmu kognitif dan praktisi terkait. Artikel ini mengusulkan participatory design sebagai pendekatan metodologis untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Para penulis bertujuan mengeksplorasi dimensi participatory design—apa, mengapa, siapa, kapan, dan di mana—serta menunjukkan potensi manfaatnya bagi bidang Ilmu Kognitif. Pendahuluan ini menyiapkan panggung untuk diskusi tentang bagaimana participatory design dapat diintegrasikan ke dalam program penelitian dasar maupun terapan, dengan tujuan memicu percakapan yang lebih mendalam tentang praktik penelitian kolaboratif.
Inovasi
Para penulis menyintesiskan contoh-contoh dari Ilmu Pembelajaran dan Interaksi Manusia-Komputer (HCI) untuk menggambarkan participatory design dalam praktik. Mereka menyusun kajian mereka di sekitar pertanyaan kunci: apa yang dimaksud participatory design, mengapa hal itu bernilai, siapa yang harus terlibat, kapan hal itu tepat, dan di mana hal itu dapat diterapkan. Metodologi ini melibatkan analisis konseptual dan penalaran berbasis kasus, dengan memanfaatkan literatur dan proyek yang ada untuk membangun kerangka bagi ilmuwan kognitif. Tidak ada studi empiris primer yang dilakukan; sebagai gantinya, artikel ini berfungsi sebagai panduan metodologis dan seruan untuk bertindak.
Pendahuluan
Artikel ini merespons seruan terkini akan kolaborasi yang lebih kuat antara peneliti ilmu kognitif dan praktisi terkait. Artikel ini mengusulkan participatory design sebagai pendekatan metodologis untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Para penulis bertujuan mengeksplorasi dimensi participatory design—apa, mengapa, siapa, kapan, dan di mana—serta menunjukkan potensi manfaatnya bagi bidang Ilmu Kognitif. Pendahuluan ini menyiapkan panggung untuk diskusi tentang bagaimana participatory design dapat diintegrasikan ke dalam program penelitian dasar maupun terapan, dengan tujuan memicu percakapan yang lebih mendalam tentang praktik penelitian kolaboratif.
Mengapa penting
Pembahasan menekankan bahwa participatory design bukanlah solusi seragam untuk semua, melainkan kerangka fleksibel yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan penelitian. Para penulis berargumen bahwa mengintegrasikan participatory design ke dalam ilmu kognitif dapat menghasilkan teori yang lebih kokoh dan aplikasi yang lebih efektif. Mereka membahas potensi tantangan, termasuk dinamika kekuasaan, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan akan ketelitian metodologis. Artikel ini ditutup dengan mendorong ilmuwan kognitif untuk bereksperimen dengan participatory design dan berbagi pengalaman mereka, membina komunitas praktik. Pada akhirnya, para penulis berharap dapat menginspirasi pergeseran menuju paradigma penelitian yang lebih inklusif dan kolaboratif dalam Ilmu Kognitif.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…