Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Fisika & Matematika

Open AccessOA2024

Persamaan Diferensial Parsial dalam Matematika Terapan

Studi ini membangun model matematika fraksional untuk COVID-19 yang mencakup kategori karantina dan sanksi pemerintah, membuktikan keberadaan dan ketunggalan solusi positif terbatas, serta menganalisis kestabilan menggunakan angka reproduksi dasar dan kriteria Ulam–Hyers.
Muhammad Afdal Bau; M. Bahri; Nasrullah Bachtiar; St. Nurhilmah Busrah; Muh. Nur· Social Science Research Network· 2024· DOI 10.2139/ssrn.4851867

Masalah inti

Pandemi COVID-19 telah mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk menerapkan berbagai langkah, termasuk karantina wilayah total, kampanye media, dan inisiatif kebersihan publik. Model matematika dalam epidemiologi telah berperan penting dalam menentukan strategi pengendalian penyakit yang optimal. Makalah ini memperkenalkan model matematika fraksional yang memasukkan kategori karantina dan sanksi pemerintah untuk menangkap dinamika penularan COVID-19 secara lebih baik. Model ini bertujuan menyediakan kerangka yang lebih akurat untuk memahami penyebaran penyakit dan mengevaluasi efektivitas intervensi.

Inovasi

Penulis mengembangkan model matematika berorde fraksional yang memperluas model kompartemen tradisional dengan menyertakan kompartemen karantina dan sanksi pemerintah. Model dirumuskan menggunakan persamaan diferensial fraksional, yang memungkinkan adanya efek memori dan representasi dinamika epidemi yang lebih realistis. Keberadaan dan ketunggalan solusi positif terbatas dibuktikan menggunakan teori titik tetap. Angka reproduksi dasar (BRN), dilambangkan dengan

, diturunkan untuk menganalisis kestabilan titik kesetimbangan. Selanjutnya, kriteria kestabilan Ulam–Hyers digunakan untuk menilai ketangguhan model terhadap perturbasi kecil.

Pendahuluan
Pandemi COVID-19 telah mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk menerapkan berbagai langkah, termasuk karantina wilayah total, kampanye media, dan inisiatif kebersihan publik. Model matematika dalam epidemiologi telah berperan penting dalam menentukan strategi pengendalian penyakit yang optimal. Makalah ini memperkenalkan model matematika fraksional yang memasukkan kategori karantina dan sanksi pemerintah untuk menangkap dinamika penularan COVID-19 secara lebih baik. Model ini bertujuan menyediakan kerangka yang lebih akurat untuk memahami penyebaran penyakit dan mengevaluasi efektivitas intervensi.

Mengapa penting

Studi ini menyoroti pentingnya memasukkan langkah karantina dan intervensi pemerintah ke dalam model epidemi. Pendekatan berorde fraksional memberikan pemahaman yang lebih rinci tentang penularan penyakit dengan memperhitungkan efek memori. Analisis kestabilan memberikan wawasan tentang kondisi yang diperlukan untuk eliminasi atau persistensi penyakit. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan karantina dan sanksi pemerintah secara tepat waktu dapat menurunkan angka reproduksi dasar secara signifikan dan meredam wabah. Penulis merekomendasikan agar pembuat kebijakan mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika merancang strategi pengendalian untuk COVID-19 dan epidemi di masa depan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…