Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Sosial

Open AccessOA2023

Tentang sosiologi kartel

Studi terhadap 15 kartel Jerman menemukan bahwa para pesertanya sangat homogen, dengan hanya 2 dari 158 individu yang perempuan, dan bahwa program leniency sangat ampuh dalam membubarkan kartel.
Justus Haucap; C. Heldmanยท European Journal of Law and Economicsยท 2023ยท DOI 10.1007/s10657-023-09780-x

Masalah inti

Kartel adalah kesepakatan ilegal di antara para pesaing untuk menetapkan harga, membatasi output, atau membagi pasar. Meskipun analisis ekonomi sering berfokus pada hasil pasar, aspek sosiologis dari pembentukan dan stabilitas kartel masih kurang diteliti. Studi ini mengkaji 15 kartel Jerman untuk memahami karakteristik personal para peserta, metode komunikasi, struktur organisasi internal, dan faktor-faktor yang menyebabkan pembubarannya. Penelitian ini bertujuan memberikan wawasan bagi kebijakan persaingan dan menyarankan arah untuk penelitian selanjutnya.

Inovasi

Para penulis menganalisis 15 kartel Jerman, dengan fokus pada individu-individu yang terlibat. Data dikumpulkan mengenai karakteristik personal (misalnya gender), metode dan frekuensi komunikasi, serta struktur organisasi internal. Sampel mencakup 158 individu di seluruh kartel. Studi ini kemungkinan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap berkas kasus, wawancara, atau dokumen hukum untuk mengidentifikasi pola dan kesamaan di antara anggota kartel dan operasi mereka.
Pendahuluan
Kartel adalah kesepakatan ilegal di antara para pesaing untuk menetapkan harga, membatasi output, atau membagi pasar. Meskipun analisis ekonomi sering berfokus pada hasil pasar, aspek sosiologis dari pembentukan dan stabilitas kartel masih kurang diteliti. Studi ini mengkaji 15 kartel Jerman untuk memahami karakteristik personal para peserta, metode komunikasi, struktur organisasi internal, dan faktor-faktor yang menyebabkan pembubarannya. Penelitian ini bertujuan memberikan wawasan bagi kebijakan persaingan dan menyarankan arah untuk penelitian selanjutnya.

Mengapa penting

Homogenitas anggota kartel dan ketergantungan mereka pada jaringan industri menunjukkan bahwa ikatan sosial dan latar belakang yang sama memfasilitasi kolusi. Hampir tidak adanya perempuan menunjukkan bahwa kartel tertanam dalam jaringan bisnis yang didominasi laki-laki, yang dapat berimplikasi pada keragaman dan inklusi dalam penegakan hukum persaingan. Efektivitas program leniency menyoroti perannya dalam menggoyahkan kartel dengan memberi insentif untuk membelot. Para penulis membahas implikasi bagi kebijakan persaingan, seperti perlunya mempertimbangkan struktur sosial dalam deteksi dan pencegahan, serta menyerukan penelitian lebih lanjut mengenai dimensi sosiologis kartel.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ