Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial ilmu komputer

Open AccessOA2024

Sembilan prinsip sains warisan hijau: penilaian daur hidup sebagai alat yang memungkinkan transformasi hijau

Tinjauan literatur ini mengkaji penilaian daur hidup (LCA) sebagai alat untuk sains warisan hijau, mengusulkan sembilan prinsip untuk mengarahkan bidang ini menuju tanggung jawab lingkungan. Kajian ini menelusuri penerapan LCA dalam konservasi dan pelestarian, membahas tantangan, dan menawarkan rekomendasi.
A. Elnaggarยท Heritage Scienceยท 2024ยท DOI 10.1186/s40494-023-01114-z

Masalah inti

Bidang penelitian warisan budaya semakin menyadari perlunya praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tinjauan literatur ini memperkenalkan penilaian daur hidup (LCA) sebagai alat yang sedang berkembang yang dapat mendukung pengembangan sains warisan hijau. LCA adalah alat penilaian lingkungan yang terstandardisasi, terstruktur, komprehensif, dan internasional yang memanfaatkan dan menyelaraskan upaya di banyak sektor untuk menginformasikan solusi dan pilihan yang ramah lingkungan. Tinjauan ini bertujuan menunjukkan bagaimana LCA dapat berguna dalam sains warisan, yang sedang berkembang menjadi bidang usaha ilmiah yang harus menyeimbangkan pelestarian dengan keberlanjutan. Makalah ini juga mengambil prinsip dari kimia hijau, kimia analitik hijau, rekayasa hijau, dan konservasi alam untuk merumuskan sembilan prinsip sains warisan hijau, dengan mempertimbangkan kompleksitas tantangan penelitian serta keberlanjutan lingkungan dan sosio-ekonomi.

Inovasi

Studi ini didasarkan pada tinjauan literatur komprehensif tentang penilaian daur hidup (LCA) dan metode pelengkapnya: penilaian biaya daur hidup (LCC) dan penilaian daur hidup sosial (S-LCA). Tinjauan ini menelusuri penerapan metode berbasis daur hidup tersebut pada berbagai tindakan konservasi dan pelestarian. Kajian ini menelaah penerapan pada tingkat mikro, biasanya untuk pertanyaan terkait produk atau proses tertentu, dan penerapan pada tingkat makro, seperti strategi, skenario, dan opsi kebijakan. Metodologi ini melibatkan sintesis penelitian yang ada untuk mengidentifikasi bagaimana LCA telah digunakan sebagai alat pendukung keputusan dalam sains warisan. Selain itu, makalah ini mengulas prinsip kimia hijau, kimia analitik hijau, rekayasa hijau, dan konservasi alam untuk menurunkan seperangkat sembilan prinsip sains warisan hijau. Tantangan yang terkait dengan penerapan metode berbasis daur hidup dalam sains warisan juga dianalisis untuk mengajukan rekomendasi.
Pendahuluan
Bidang penelitian warisan budaya semakin menyadari perlunya praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tinjauan literatur ini memperkenalkan penilaian daur hidup (LCA) sebagai alat yang sedang berkembang yang dapat mendukung pengembangan sains warisan hijau. LCA adalah alat penilaian lingkungan yang terstandardisasi, terstruktur, komprehensif, dan internasional yang memanfaatkan dan menyelaraskan upaya di banyak sektor untuk menginformasikan solusi dan pilihan yang ramah lingkungan. Tinjauan ini bertujuan menunjukkan bagaimana LCA dapat berguna dalam sains warisan, yang sedang berkembang menjadi bidang usaha ilmiah yang harus menyeimbangkan pelestarian dengan keberlanjutan. Makalah ini juga mengambil prinsip dari kimia hijau, kimia analitik hijau, rekayasa hijau, dan konservasi alam untuk merumuskan sembilan prinsip sains warisan hijau, dengan mempertimbangkan kompleksitas tantangan penelitian serta keberlanjutan lingkungan dan sosio-ekonomi.

Mengapa penting

Pembahasan berfokus pada tantangan yang terkait dengan penerapan metode berbasis daur hidup dalam sains warisan. Tantangan tersebut meliputi kompleksitas objek dan proses warisan, ketersediaan data, dan kebutuhan akan metodologi yang terstandardisasi. Makalah ini mengajukan seperangkat rekomendasi untuk mengarahkan sains warisan menuju praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan. Sembilan prinsip sains warisan hijau dibahas secara rinci, dengan menekankan bagaimana prinsip-prinsip itu dapat diintegrasikan ke dalam penelitian dan praktik. Analisis ini menunjukkan bahwa LCA dapat berfungsi sebagai alat yang memungkinkan transformasi hijau dengan menyediakan kerangka terstruktur untuk menilai dampak lingkungan. Makalah ini juga mempertimbangkan aspek sosio-ekonomi, menyoroti pentingnya menyeimbangkan tanggung jawab lingkungan dengan pelestarian warisan budaya. Secara keseluruhan, tinjauan ini menganjurkan adopsi LCA dan metode terkait untuk menginformasikan pengambilan keputusan dan kebijakan dalam sains warisan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ