Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Pendidikan

Open AccessOA2025

Neurodiversitas dalam Riset Pendidikan Komputasi: Tinjauan Literatur Sistematis

Tinjauan literatur sistematis ini menelaah keadaan riset neurodiversitas dalam pendidikan komputasi, dan hanya menemukan 14 makalah relevan dari 1.943 hasil awal. Tinjauan ini menyoroti ketidakkonsistenan metodologi dan menyerukan lebih banyak bukti empiris serta desain yang inklusif.
Cynthia Zastudil; David H. Smith; Yusef Tohamy; Rayhona Nasimova; Gavin Montross; Stephen MacNeil· Annual Conference on Innovation and Technology in Computer Science Education· 2025· DOI 10.1145/3724363.3729088

Masalah inti

Memastikan akses yang setara terhadap pendidikan komputasi bagi semua mahasiswa—termasuk mereka dengan autisme, disleksia, atau ADHD—sangat penting untuk mengembangkan tenaga kerja yang beragam dan inklusif. Meskipun kesadaran akan neurodiversitas terus tumbuh, keadaan riset disabilitas dalam pendidikan komputasi masih belum jelas. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan menilai lanskap riset terkini tentang neurodiversitas dalam pendidikan komputasi, mengidentifikasi celah dan peluang untuk pekerjaan selanjutnya. Para penulis melakukan pencarian menyeluruh dan menerapkan kriteria inklusi untuk memilih studi yang relevan, dan akhirnya menganalisis 14 makalah untuk memahami metode penelitian, partisipan, jenis kontribusi, dan temuan.

Inovasi

Para penulis melakukan tinjauan literatur sistematis, dimulai dengan 1.943 makalah dari pencarian awal. Setelah menerapkan kriteria inklusi, 14 makalah dipilih untuk dianalisis. Pendekatan metode campuran digunakan untuk menganalisis makalah-makalah tersebut, dengan fokus pada metode penelitian, demografi partisipan, jenis kontribusi, dan temuan utama. Analisis mengungkapkan bahwa kontribusi empiris berdasarkan studi pengguna adalah yang paling umum (57,1%), diikuti oleh kontribusi opini dan makalah posisi (50%), serta kontribusi survei (21,4%). Wawancara merupakan metodologi yang dominan, digunakan dalam 75% kontribusi empiris. Namun, tinjauan ini mencatat ketidakkonsistenan dalam cara metode penelitian dijelaskan, seperti jumlah partisipan serta rincian materi wawancara dan survei.
Pendahuluan
Memastikan akses yang setara terhadap pendidikan komputasi bagi semua mahasiswa—termasuk mereka dengan autisme, disleksia, atau ADHD—sangat penting untuk mengembangkan tenaga kerja yang beragam dan inklusif. Meskipun kesadaran akan neurodiversitas terus tumbuh, keadaan riset disabilitas dalam pendidikan komputasi masih belum jelas. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan menilai lanskap riset terkini tentang neurodiversitas dalam pendidikan komputasi, mengidentifikasi celah dan peluang untuk pekerjaan selanjutnya. Para penulis melakukan pencarian menyeluruh dan menerapkan kriteria inklusi untuk memilih studi yang relevan, dan akhirnya menganalisis 14 makalah untuk memahami metode penelitian, partisipan, jenis kontribusi, dan temuan.

Mengapa penting

Para penulis mengidentifikasi tiga area utama untuk pekerjaan selanjutnya: menyelidiki dampak pembelajaran aktif, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pengalaman mahasiswa neurodiveren, serta melibatkan mahasiswa neurodivergen dalam desain materi pedagogis dan riset pendidikan komputasi. Sifat awal dari riset saat ini menyoroti perlunya lebih banyak studi empiris yang secara ketat mengevaluasi intervensi dan perubahan kurikulum. Selain itu, ketidakkonsistenan dalam pelaporan metodologi menunjukkan perlunya pedoman pelaporan yang terstandarisasi untuk meningkatkan kualitas dan replikabilitas riset. Dengan mengatasi celah-celah ini, komunitas pendidikan komputasi dapat lebih baik mendukung mahasiswa neurodivergen dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…