Editorial Humaniora
Open AccessOA2025
Moral Machine Learning: Mengajar Mata Kuliah di Persimpangan Statistika Terapan dan Filsafat Moral
Artikel ini mengusulkan mata kuliah yang menggabungkan statistika terapan dan filsafat moral untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan penalaran moral menghadapi tantangan etis dalam ilmu data. Artikel ini menguraikan alur kerja berbasis studi kasus dan metode penilaian, dengan tujuan mengisi celah dalam kurikulum statistika.
A. Ackermanยท Journal of Statistics and Data Science Educationยท 2025ยท DOI 10.1080/26939169.2025.2485239
Masalah inti
Penerapan statistika semakin sering memunculkan pertimbangan etis, yang sering kali tidak dapat diselesaikan hanya melalui statistika. Penulis berargumen bahwa terdapat kekosongan komparatif dalam penalaran moral di dalam kurikulum statistika dan ilmu data. Untuk mengatasinya, diusulkan sebuah mata kuliah yang mengintegrasikan statistika terapan dan filsafat moral, dirancang untuk diterapkan di sebuah lembaga penelitian besar tetapi dapat dialihkan ke konteks lain. Motivasi ini berasal dari kebutuhan yang terus tumbuh bagi para statistikawan dan ilmuwan data untuk menavigasi dilema etis yang muncul dalam pekerjaan mereka.
Inovasi
Metode pengajaran mengedepankan studi kasus sebagai contoh nyata dalam alur kerja yang berulang. Alur kerja ini melibatkan empat langkah: identifikasi dilema, analisis statistik, pembelaan filosofis, dan penerapan pada studi kasus tertentu. Mata kuliah ini dirancang agar dapat diadaptasi, dengan mekanisme penilaian formatif dan sumatif yang disajikan. Penulis juga membahas arah masa depan dan potensi jebakan dalam menerapkan mata kuliah interdisipliner semacam ini.
Pendahuluan
Penerapan statistika semakin sering memunculkan pertimbangan etis, yang sering kali tidak dapat diselesaikan hanya melalui statistika. Penulis berargumen bahwa terdapat kekosongan komparatif dalam penalaran moral di dalam kurikulum statistika dan ilmu data. Untuk mengatasinya, diusulkan sebuah mata kuliah yang mengintegrasikan statistika terapan dan filsafat moral, dirancang untuk diterapkan di sebuah lembaga penelitian besar tetapi dapat dialihkan ke konteks lain. Motivasi ini berasal dari kebutuhan yang terus tumbuh bagi para statistikawan dan ilmuwan data untuk menavigasi dilema etis yang muncul dalam pekerjaan mereka.
Mengapa penting
Artikel ini membahas alasan mengintegrasikan filsafat moral ke dalam pendidikan statistika, dengan menyoroti batasan pendekatan statistik murni terhadap masalah etis. Alur kerja yang diusulkan bertujuan mengembangkan keterampilan penalaran moral mahasiswa seiring dengan kemahiran statistik mereka. Tantangan potensial dan arah masa depan dipertimbangkan, seperti hambatan institusional dan kebutuhan akan kolaborasi interdisipliner. Penulis menyimpulkan bahwa mata kuliah semacam ini dapat mengisi celah kritis dalam kurikulum saat ini.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ