Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Humaniora

Open AccessOA2023

Ekonomi moral: Kehidupan setelah kematian sebuah konsep yang kabur

Digest ini mengkaji penerapan konsep ekonomi moral dalam studi agama, menyoroti kegunaannya melalui empat studi kasus dalam konteks yang beragam. Digest ini berargumen untuk potensi konsep tersebut meskipun sifatnya yang kabur.
Asonzeh Ukahยท Journal for the Study of Religionยท 2023ยท DOI 10.17159/2413-3027/2022/v35n2aintro

Masalah inti

Sejak E.P. Thompson memanfaatkan kembali konsep ekonomi moral pada akhir 1960-an, konsep ini telah diadopsi di seluruh ilmu sosial dan humaniora sebagai alat untuk analisis empiris. Sebagai konsep yang bermigrasi, maknanya telah bergeser dari teologi ke filsafat ke antropologi dan sejarah. Namun, para sarjana agama enggan menggunakannya di bidang mereka. Edisi khusus ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menunjukkan kegunaan konsep ekonomi moral melalui empat artikel kritis yang mengeksplorasi materi dan konteks empiris yang luas.

Inovasi

Edisi khusus ini menggunakan pendekatan studi kasus, menganalisis konteks empiris yang beragam: moralitas dan regulasi agama kontemporer di Nigeria Utara; keterkaitan restoran milik Muslim dan moralitas Islam di Mumbai, India; kebangsaan etnis Zulu dan moralitas di Nazareth Baptist Church di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan; serta refleksi teoretis dan filosofis pra-modern dari filsuf Muslim Tunisia abad ke-14, Abd al-Rahman Ibn Khaldun. Kasus-kasus ini menggambarkan kapasitas teoretis dan analitis konsep ekonomi moral dalam studi agama.
Pendahuluan
Sejak E.P. Thompson memanfaatkan kembali konsep ekonomi moral pada akhir 1960-an, konsep ini telah diadopsi di seluruh ilmu sosial dan humaniora sebagai alat untuk analisis empiris. Sebagai konsep yang bermigrasi, maknanya telah bergeser dari teologi ke filsafat ke antropologi dan sejarah. Namun, para sarjana agama enggan menggunakannya di bidang mereka. Edisi khusus ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menunjukkan kegunaan konsep ekonomi moral melalui empat artikel kritis yang mengeksplorasi materi dan konteks empiris yang luas.

Mengapa penting

Konsep ekonomi moral, meskipun kabur, terbukti menjadi alat analitis yang berharga dalam studi agama. Sifatnya yang bermigrasi memungkinkannya beradaptasi dengan berbagai konteks, dari regulasi agama kontemporer hingga pemikiran filosofis pra-modern. Keempat artikel dalam edisi khusus ini secara kolektif berargumen untuk kegunaan konsep tersebut dalam mengeksplorasi persinggungan agama, ekonomi, dan moralitas. Hal ini menantang keengganan sarjana agama untuk terlibat dengan konsep tersebut dan membuka jalan baru untuk penelitian empiris dan teoretis.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ