Editorial Ilmu Komputer & AI
Open AccessOA2026
Membangun Kecerdasan Artifisial Sosio-Afektif untuk Simulasi Multi-Agen Interaktif
Arsitektur perangkat lunak untuk agen yang sadar sosial dan digerakkan emosi dalam dunia simulasi bersama
David Berga· 2026· DOI 10.48550/arXiv.2609.26927
Masalah inti
Artikel ini membahas tantangan merancang interaksi antara manusia dan banyak agen artifisial di dalam dunia dinamis yang disimulasikan. Masalah ini diletakkan pada persimpangan kecerdasan artifisial umum (AI/AGI), menjamurnya agen percakapan berbasis transformer, dan peningkatan kapabilitas komputasi. Premis utamanya adalah bahwa desain integratif interaksi agen—baik antaragen itu sendiri maupun dengan manusia—sangat penting untuk memahami cara menciptakan tata kelola yang berkelanjutan dalam sistem penalaran manusia-agen di masa depan. Karya ini mengacu pada teori pikiran multi-agen terkini dan sebelumnya, khususnya agen yang sadar sosial dan afektif, untuk berargumen bahwa penalaran sosio-afektif harus tertanam dalam perilaku dan interaksi agen. Solusi yang diusulkan adalah arsitektur perangkat lunak bernama AGIMUD, yang memungkinkan rekreasi dunia dinamis sebagai multi-user dungeon (MUD) tempat agen artifisial dan manusia dapat berinteraksi secara bersamaan dalam waktu nyata.
Inovasi
Hasil utamanya adalah arsitektur perangkat lunak AGIMUD itu sendiri, yang berhasil mengintegrasikan tiga komponen yang ditentukan: penalaran sadar sosial dan emosi, interaksi multimodal manusia-agen, dan pemrosesan AI terdistribusi. Arsitektur ini memungkinkan rekreasi dunia dinamis sebagai multi-user dungeon tempat banyak agen otonom dan pengguna manusia berinteraksi secara bersamaan dalam waktu nyata. Implementasi sumber terbuka menunjukkan kelayakan prinsip desain tersebut. Meskipun abstrak tidak melaporkan metrik kinerja kuantitatif, hasil kualitatifnya adalah sistem yang berfungsi dan mendukung tujuan integratif yang dinyatakan. Repositori kode di https://github.com/dberga/AGIMUD menjadi artefak konkret untuk reproduktibilitas dan pengembangan lebih lanjut. Hasil ini menunjukkan bahwa menanamkan kapabilitas sosio-afektif pada agen dalam kerangka MUD terdistribusi adalah pendekatan yang layak untuk mempelajari sistem penalaran manusia-agen.
Artikel ini membahas tantangan merancang interaksi antara manusia dan banyak agen artifisial di dalam dunia dinamis yang disimulasikan. Masalah ini diletakkan pada persimpangan kecerdasan artifisial umum (AI/AGI), menjamurnya agen percakapan berbasis transformer, dan peningkatan kapabilitas komputasi. Premis utamanya adalah bahwa desain integratif interaksi agen—baik antaragen itu sendiri maupun dengan manusia—sangat penting untuk memahami cara menciptakan tata kelola yang berkelanjutan dalam sistem penalaran manusia-agen di masa depan. Karya ini mengacu pada teori pikiran multi-agen terkini dan sebelumnya, khususnya agen yang sadar sosial dan afektif, untuk berargumen bahwa penalaran sosio-afektif harus tertanam dalam perilaku dan interaksi agen. Solusi yang diusulkan adalah arsitektur perangkat lunak bernama AGIMUD, yang memungkinkan rekreasi dunia dinamis sebagai multi-user dungeon (MUD) tempat agen artifisial dan manusia dapat berinteraksi secara bersamaan dalam waktu nyata.
Metodologi berpusat pada desain dan integrasi tiga komponen inti dalam arsitektur perangkat lunak AGIMUD:
Mengapa penting
Pembahasan menekankan bahwa keberadaan desain integratif interaksi agen—baik interaksi antardiri sendiri maupun interaksi dengan manusia—sangat penting untuk memahami cara menciptakan sistem penalaran manusia-agen di masa depan yang berkelanjutan dan dapat ditata kelola. Dengan menggabungkan penalaran sadar sosial, emosi, antarmuka multimodal, dan pemrosesan terdistribusi, AGIMUD menjawab kompleksitas simulasi multi-agen waktu nyata. Arsitektur ini menghubungkan era AI/AGI umum saat ini dengan menjamurnya agen percakapan berbasis transformer dan peningkatan kapabilitas komputasi. Penggunaan MUD sebagai testbed memungkinkan rekreasi dunia dinamis tempat agen dan manusia dapat berinteraksi secara bersamaan, menyediakan platform untuk mengamati perilaku sosial dan afektif yang muncul. Karya ini menyiratkan bahwa tata kelola yang berkelanjutan dalam sistem semacam itu tidak hanya membutuhkan integrasi teknis, tetapi juga desain protokol interaksi dan model afektif yang cermat. Penelitian selanjutnya dapat memperluas arsitektur ke jaringan berskala lebih besar, memasukkan model teori pikiran yang lebih canggih, dan mengevaluasi sistem dengan studi pengguna kuantitatif. Rilis sumber terbuka ini mengundang kontribusi komunitas untuk menyempurnakan dan memperluas prinsip desainnya.
Siapa yang sebaiknya membaca
Praktisi dan peneliti ilmu komputer
Membuka konten member…