Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ekonomi & Bisnis

Open AccessOA2022

Dampak makroekonomi remitansi: Model dua negara, dua sektor

Studi ini meneliti bagaimana remitansi memengaruhi investasi langsung asing dan pembangunan di ekonomi berkembang dengan model dua negara, dua sektor. Temuannya, remitansi yang disertai migrasi tenaga kerja dapat menyusutkan sektor perdagangan dan output agregat dalam jangka panjang, sehingga menciptakan jebakan migrasi-remitansi.
Sokchea Lim; Channary Khunยท Journal of macroeconomicsยท 2022ยท DOI 10.1016/j.jmacro.2022.103443

Masalah inti

Makalah ini menyelidiki dampak makroekonomi remitansi terhadap investasi langsung asing (FDI) dan pembangunan negara berkembang. Penelitian ini memakai model makro-dinamis dua ekonomi kecil terbuka: negara maju dan negara berkembang. Ekonomi berkembang dimodelkan dengan kerangka dua sektor: sektor tradisional nontransaksi dan sektor perdagangan yang bergantung pada modal asing. Penulis memperkenalkan efek kolateral remitansi, yang menyoroti bagaimana remitansi dapat memengaruhi kendala pinjaman dan investasi. Pertanyaan penelitian utamanya membahas apakah remitansi mendorong atau menghambat pertumbuhan jangka panjang ketika ada migrasi tenaga kerja.

Inovasi

Studi ini memakai model keseimbangan umum dinamis dua negara, dua sektor. Ekonomi maju diperlakukan sebagai satu sektor agregat, sedangkan ekonomi berkembang terdiri atas sektor tradisional nontransaksi dan sektor perdagangan yang bergantung pada modal asing. Remitansi dimodelkan sebagai transfer dari migran di negara maju ke rumah tangga di negara berkembang. Model ini memasukkan efek kolateral: remitansi dapat berfungsi sebagai kolateral, sehingga melonggarkan kendala kredit bagi perusahaan di sektor perdagangan. Penulis menjalankan latihan kalibrasi ekstensif untuk menyimulasikan dampak jangka panjang remitansi dalam berbagai skenario, termasuk tingkat migrasi tenaga kerja dan efek kolateral yang berbeda.
Pendahuluan
Makalah ini menyelidiki dampak makroekonomi remitansi terhadap investasi langsung asing (FDI) dan pembangunan negara berkembang. Penelitian ini memakai model makro-dinamis dua ekonomi kecil terbuka: negara maju dan negara berkembang. Ekonomi berkembang dimodelkan dengan kerangka dua sektor: sektor tradisional nontransaksi dan sektor perdagangan yang bergantung pada modal asing. Penulis memperkenalkan efek kolateral remitansi, yang menyoroti bagaimana remitansi dapat memengaruhi kendala pinjaman dan investasi. Pertanyaan penelitian utamanya membahas apakah remitansi mendorong atau menghambat pertumbuhan jangka panjang ketika ada migrasi tenaga kerja.

Mengapa penting

Temuan ini menantang pandangan konvensional bahwa remitansi sepenuhnya menguntungkan bagi ekonomi berkembang. Jebakan migrasi-remitansi menunjukkan bahwa remitansi dapat menciptakan ketergantungan yang menghambat transformasi struktural. Efek kolateral, meskipun positif, tidak cukup kuat untuk menetralkan dampak buruk migrasi tenaga kerja terhadap sektor perdagangan. Implikasi kebijakannya mencakup perlunya kebijakan pelengkap untuk menyalurkan remitansi ke investasi produktif dan mengurangi konsekuensi negatif migrasi tenaga kerja. Penulis menyarankan bahwa tanpa kebijakan semacam itu, remitansi dapat melanggengkan siklus keterbelakangan di sektor perdagangan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ