Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2024

Lanskap Keamanan Siber Pemerintah Daerah: Tinjauan Sistematis dan Kerangka Konseptual

Tinjauan sistematis ini mengkaji tantangan keamanan siber pada pemerintah daerah yang bertransisi menuju kota pintar, mengidentifikasi komponen kunci, dan mengusulkan kerangka konseptual untuk memandu kebijakan dan praktik.
S. T. Hossain; Tan Yigitcanlar; Kien Nguyen; Yue Xuยท Applied Sciencesยท 2024ยท DOI 10.3390/app14135501

Masalah inti

Pemerintah daerah semakin dituntut untuk melindungi informasi warga dan dokumen administratif sekaligus menjaga integritas data dan kepercayaan publik. Saat mereka berkembang menjadi kota pintar, mengadopsi teknologi seperti perangkat Internet-of-Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), mereka menghadapi paparan ancaman siber yang meningkat. Meskipun kritis, penelitian tentang keamanan siber dari perspektif pemerintah daerah masih langka dan terfragmentasi. Studi ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan melakukan tinjauan literatur sistematis untuk mengidentifikasi komponen kunci keamanan siber dalam konteks pemerintah daerah dan mengembangkan kerangka konseptual yang memberikan pemahaman menyeluruh tentang lanskap tersebut. Temuan ini bertujuan untuk menginformasikan para pengambil keputusan lokal, praktisi, dan akademisi, sehingga mereka dapat mengenali kerentanan dan menerapkan tindakan penanggulangan yang efektif.

Inovasi

Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis (SLR) untuk menyintesis penelitian yang ada tentang keamanan siber pemerintah daerah. Proses tinjauan melibatkan pencarian terstruktur di basis data akademik, dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memilih studi yang relevan. Komponen kunci keamanan siber diekstraksi dan dianalisis secara tematik. Berdasarkan sintesis tersebut, kerangka konseptual dikembangkan untuk menggambarkan hubungan antara komponen-komponen ini dan ekosistem keamanan siber pemerintah daerah yang lebih luas. Metodologi ini memastikan proses yang ketat dan dapat direplikasi, sejalan dengan pedoman SLR yang mapan.
Pendahuluan
Pemerintah daerah semakin dituntut untuk melindungi informasi warga dan dokumen administratif sekaligus menjaga integritas data dan kepercayaan publik. Saat mereka berkembang menjadi kota pintar, mengadopsi teknologi seperti perangkat Internet-of-Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), mereka menghadapi paparan ancaman siber yang meningkat. Meskipun kritis, penelitian tentang keamanan siber dari perspektif pemerintah daerah masih langka dan terfragmentasi. Studi ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan melakukan tinjauan literatur sistematis untuk mengidentifikasi komponen kunci keamanan siber dalam konteks pemerintah daerah dan mengembangkan kerangka konseptual yang memberikan pemahaman menyeluruh tentang lanskap tersebut. Temuan ini bertujuan untuk menginformasikan para pengambil keputusan lokal, praktisi, dan akademisi, sehingga mereka dapat mengenali kerentanan dan menerapkan tindakan penanggulangan yang efektif.

Mengapa penting

Kerangka konseptual yang diusulkan mengintegrasikan komponen-komponen yang teridentifikasi ke dalam model yang kohesif yang menggambarkan interaksi dinamis dalam lanskap keamanan siber pemerintah daerah. Kerangka ini menekankan perlunya pendekatan seimbang yang menggabungkan solusi teknologi dengan pembangunan kapasitas organisasi dan manusia, yang didukung oleh kebijakan yang kuat. Kerangka ini menyarankan bahwa pemerintah daerah harus mengadopsi strategi keamanan siber yang proaktif dan adaptif, memanfaatkan teknologi yang muncul sekaligus memitigasi risiko. Pembahasan ini menekankan pentingnya kolaborasi di antara para pemangku kepentingan, termasuk lembaga federal, mitra sektor swasta, dan warga, untuk mendorong ekosistem keamanan siber yang tangguh. Studi ini berkontribusi pada domain akademik dan praktis dengan memberikan pemahaman terstruktur tentang keamanan siber pemerintah daerah, menawarkan wawasan untuk pengembangan dan implementasi kebijakan. Studi ini juga menyoroti perlunya penelitian empiris lebih lanjut untuk memvalidasi kerangka tersebut dan mengeksplorasi tantangan yang spesifik konteks.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ