Editorial Pertanian & Lingkungan
Open AccessOA2024
Perspektif lanskap untuk pengelolaan gulma agroekologis: Sebuah tinjauan
Tinjauan ini menyintesiskan pengetahuan terkini tentang bagaimana konteks lanskap memengaruhi komunitas gulma dan predasi biji, menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan pengelolaan skala lanskap ke dalam pengelolaan gulma agroekologis.
Sébastien Boinot; A. Alignier; J. Storkey· Agronomy for Sustainable Development· 2024· DOI 10.1007/s13593-023-00941-5
Masalah inti
Krisis kepunahan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim menuntut pendekatan alternatif untuk produksi pangan. Puluhan tahun pengendalian gulma berbasis bahan kimia telah secara dramatis menurunkan keragaman gulma, merugikan keanekaragaman hayati agroekosistem. Penyederhanaan sistem budidaya dan resistensi herbisida telah menyebabkan dominasi oleh beberapa spesies gulma kompetitif. Pengelolaan gulma agroekologis bertujuan memanfaatkan proses ekologis untuk meminimalkan dampak gulma dan memaksimalkan keanekaragaman hayati. Namun, penelitian saat ini berfokus pada agronomi dan praktik skala lahan, sebagian besar mengabaikan intervensi skala lanskap. Tinjauan ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan memeriksa efek lanskap terhadap sifat komunitas gulma (kelimpahan, keragaman, komposisi) dan predasi biji, membahas proses ekologis yang mendasarinya, interaksi dengan pendekatan di dalam lahan, dan implikasinya bagi pengelolaan gulma agroekologis.
Inovasi
Para penulis melakukan tinjauan literatur terhadap studi tentang efek lanskap pada komunitas gulma dan predasi biji. Mereka menyintesiskan temuan dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi pola dan kesenjangan pengetahuan. Tinjauan ini berfokus pada metrik lanskap seperti heterogenitas komposisional dan konfigurasional, serta kaitannya dengan kelimpahan gulma, keragaman alpha, beta, dan gamma, serta tingkat predasi biji. Para penulis juga memeriksa proses ekologis yang diusulkan untuk menjelaskan efek tersebut, termasuk limpahan tanaman dari habitat tetangga, dan mengevaluasi integrasi pengelolaan skala lanskap dengan praktik di dalam lahan.
Pendahuluan
Krisis kepunahan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim menuntut pendekatan alternatif untuk produksi pangan. Puluhan tahun pengendalian gulma berbasis bahan kimia telah secara dramatis menurunkan keragaman gulma, merugikan keanekaragaman hayati agroekosistem. Penyederhanaan sistem budidaya dan resistensi herbisida telah menyebabkan dominasi oleh beberapa spesies gulma kompetitif. Pengelolaan gulma agroekologis bertujuan memanfaatkan proses ekologis untuk meminimalkan dampak gulma dan memaksimalkan keanekaragaman hayati. Namun, penelitian saat ini berfokus pada agronomi dan praktik skala lahan, sebagian besar mengabaikan intervensi skala lanskap. Tinjauan ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan memeriksa efek lanskap terhadap sifat komunitas gulma (kelimpahan, keragaman, komposisi) dan predasi biji, membahas proses ekologis yang mendasarinya, interaksi dengan pendekatan di dalam lahan, dan implikasinya bagi pengelolaan gulma agroekologis.
Mengapa penting
Tinjauan ini menyoroti bahwa intervensi skala lanskap, seperti mendorong penyerbuk, musuh alami, atau penyerapan karbon, sebagian besar belum dieksplorasi untuk pengelolaan gulma agroekologis. Dominasi hipotesis limpahan tanaman menunjukkan perlunya menyelidiki proses ekologis lain, seperti penyebaran, predasi, dan kompetisi, yang mungkin beroperasi pada skala lanskap. Interaksi antara pendekatan lanskap dan di dalam lahan sangat penting; pengelolaan lanskap dapat meningkatkan atau melengkapi praktik skala lahan. Para penulis merekomendasikan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan ini agar dapat lebih mengintegrasikan pengelolaan gulma agroekologis ke dalam pengelolaan skala lanskap, yang dapat menginformasikan pergeseran menuju pengelolaan pertanian pada skala spatiotemporal yang lebih luas daripada lahan tunggal dalam satu musim. Integrasi ini penting untuk pengelolaan gulma berkelanjutan yang menyeimbangkan produktivitas dan konservasi keanekaragaman hayati.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…