Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Pertanian & Lingkungan

Open AccessOA2025

Perantara pengetahuan di antarmuka ilmu lingkungan dan kebijakan: Tinjauan atas kebutuhan pengetahuan dan penelitian

Tinjauan ini menantang konseptualisasi tradisional tentang perantara pengetahuan, dengan menyoroti beragam bentuk dan kerja mereka yang sering tak terlihat di antarmuka ilmu lingkungan dan kebijakan. Tinjauan ini menguraikan agenda penelitian untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan yang kritis dan mendukung komunitas praktik global.
C. Cvitanovic; Db. Karcher; J. Breen; N. Badullovich; P. Cairney; R. D. Pozza; J. Duggan; S. Hoffmann; R. Kelly; AM Meadow; S. Posnerยท Environmental Science & Policyยท 2025ยท DOI 10.1016/j.envsci.2024.103973

Masalah inti

Perantara pengetahuan semakin diakui sebagai aktor vital di antarmuka ilmu lingkungan dan kebijakan, yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi. Namun, konseptualisasi tradisional tentang perantara pengetahuan tidak memadai untuk menangkap keragaman praktik dan identitas yang dapat diambil oleh perantara pengetahuan. Makalah ini berargumen bahwa di sektor lingkungan, perantara pengetahuan dan kerja mereka dapat mengambil berbagai bentuk yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti proses pembentukan peran perantara, misi mereka, anggaran mereka, dan konteks tempat mereka bekerja. Para penulis menekankan perlunya melampaui definisi yang sempit untuk lebih memahami dan mendukung komunitas praktik yang berkembang ini.

Inovasi

Tinjauan ini didasarkan pada sintesis literatur yang ada dan pengetahuan kolektif para penulis, yang merupakan pakar di bidang ini. Meskipun abstrak tidak merinci metode spesifik, makalah ini kemungkinan menggunakan pendekatan tinjauan sistematis atau naratif untuk mengidentifikasi dan menganalisis beragam bentuk perantaraan pengetahuan. Para penulis juga menguraikan agenda penelitian berdasarkan temuan mereka, dengan mengartikulasikan kesenjangan pengetahuan kritis yang tersisa terkait perantaraan pengetahuan. Agenda ini dimaksudkan untuk memandu penelitian dan praktik di masa depan.
Pendahuluan
Perantara pengetahuan semakin diakui sebagai aktor vital di antarmuka ilmu lingkungan dan kebijakan, yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi. Namun, konseptualisasi tradisional tentang perantara pengetahuan tidak memadai untuk menangkap keragaman praktik dan identitas yang dapat diambil oleh perantara pengetahuan. Makalah ini berargumen bahwa di sektor lingkungan, perantara pengetahuan dan kerja mereka dapat mengambil berbagai bentuk yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti proses pembentukan peran perantara, misi mereka, anggaran mereka, dan konteks tempat mereka bekerja. Para penulis menekankan perlunya melampaui definisi yang sempit untuk lebih memahami dan mendukung komunitas praktik yang berkembang ini.

Mengapa penting

Para penulis membahas implikasi temuan mereka bagi teori dan praktik. Mereka berargumen bahwa mengakui keragaman peran perantaraan pengetahuan dan kerja tak terlihat yang terlibat sangat penting untuk mengembangkan mekanisme dukungan dan kebijakan yang efektif. Agenda penelitian yang diusulkan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan utama, seperti perlunya memahami lebih baik bagaimana peran perantaraan dibentuk dan dipertahankan, bagaimana mengukur dan menghargai kerja tak terlihat, dan bagaimana membangun kapasitas untuk perantaraan pengetahuan di berbagai konteks. Dengan mengatasi kesenjangan ini, makalah ini bertujuan untuk mendukung dan melayani komunitas praktik global yang berkembang dalam perantaraan pengetahuan di antarmuka ilmu lingkungan dan kebijakan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ