Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2026

Kerangka Kerja Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Protokol Konsensus bagi Jaringan IoT Berbasis Blockchain

Sistem analisis keputusan multi-kriteria untuk memilih protokol konsensus dalam penerapan blockchain IoT, dengan demonstrasi studi kasus
N. Tashatov; R. Ospanov; D. Satybaldina; Yerzhan N. Seitkulov; B. Yergaliyeva; K. Utebayevยท IoTยท 2026ยท DOI 10.3390/iot7020045

Masalah inti

Internet of Things (IoT) merupakan area aplikasi utama bagi teknologi ledger terdistribusi (DLT), yang dapat mengatasi banyak tantangan di domain ini. Lapisan konsensus adalah komponen arsitektur kritis dari sistem ledger terdistribusi. Jaringan IoT modern menuntut peningkatan pada mekanisme konsensus, dan terdapat banyak protokol konsensus dengan properti dan tujuan yang beragam, termasuk yang dirancang khusus untuk jaringan blockchain IoT. Memilih protokol konsensus yang tepat untuk sistem blockchain IoT tertentu adalah tugas yang penting dan kompleks. Metode analisis keputusan multi-kriteria (MCDA) banyak digunakan untuk masalah semacam ini karena dapat mempertimbangkan berbagai kriteria yang saling bertentangan dan memberikan evaluasi yang seimbang terhadap alternatif. Mengingat variabilitas parameter jaringan dan kebutuhan mekanisme konsensus, metode MCDA dapat mendukung pemilihan protokol yang lebih terinformasi. Makalah ini menyajikan kerangka kerja pendukung keputusan untuk memilih protokol konsensus bagi jaringan IoT berbasis blockchain. Sistem ini mengimplementasikan model konseptual yang telah dikembangkan sebelumnya untuk kerangka kerja pemilihan protokol konsensus, dan

Inovasi

Makalah ini menyajikan studi kasus untuk mendemonstrasikan penerapan sistem pendukung keputusan. Meskipun abstrak tidak memberikan hasil spesifik, studi kasus kemungkinan melibatkan skenario blockchain IoT yang realistis di mana beberapa protokol konsensus dievaluasi terhadap kriteria seperti skalabilitas, efisiensi energi, throughput, latensi, keamanan, dan kebutuhan sumber daya. Sistem menghasilkan pemeringkatan protokol, memungkinkan pemangku kepentingan membuat pemilihan yang terinformasi. Bagian hasil biasanya mencakup bobot kriteria, skor kinerja setiap protokol, dan pemeringkatan akhir. Sebagai contoh, sebuah tabel mungkin menampilkan protokol seperti PoW, PoS, PBFT, dan lainnya, dengan skor mereka di seluruh kriteria. Studi kasus memvalidasi kegunaan kerangka kerja dalam pengambilan keputusan dunia nyata. Output sistem dapat direpresentasikan sebagai daftar berperingkat:

di mana menunjukkan preferensi. Makalah ini kemungkinan membahas sensitivitas pemeringkatan terhadap bobot kriteria dan ketahanan keputusan.

Internet of Things (IoT) merupakan area aplikasi utama bagi teknologi ledger terdistribusi (DLT), yang dapat mengatasi banyak tantangan di domain ini. Lapisan konsensus adalah komponen arsitektur kritis dari sistem ledger terdistribusi. Jaringan IoT modern menuntut peningkatan pada mekanisme konsensus, dan terdapat banyak protokol konsensus dengan properti dan tujuan yang beragam, termasuk yang dirancang khusus untuk jaringan blockchain IoT. Memilih protokol konsensus yang tepat untuk sistem blockchain IoT tertentu adalah tugas yang penting dan kompleks. Metode analisis keputusan multi-kriteria (MCDA) banyak digunakan untuk masalah semacam ini karena dapat mempertimbangkan berbagai kriteria yang saling bertentangan dan memberikan evaluasi yang seimbang terhadap alternatif. Mengingat variabilitas parameter jaringan dan kebutuhan mekanisme konsensus, metode MCDA dapat mendukung pemilihan protokol yang lebih terinformasi. Makalah ini menyajikan kerangka kerja pendukung keputusan untuk memilih protokol konsensus bagi jaringan IoT berbasis blockchain. Sistem ini mengimplementasikan model konseptual yang telah dikembangkan sebelumnya untuk kerangka kerja pemilihan protokol konsensus, dan sebuah studi kasus mendemonstrasikan penerapannya.

Makalah ini menjelaskan implementasi sistem pendukung keputusan (DSS) berdasarkan model konseptual untuk pemilihan protokol konsensus. Metodologi berpusat pada analisis keputusan multi-kriteria (MCDA) untuk mengevaluasi protokol konsensus terhadap berbagai kriteria yang relevan dengan jaringan blockchain IoT. Sistem ini dirancang untuk menangani variabilitas parameter jaringan dan kebutuhan mekanisme konsensus. Meskipun abstrak tidak merinci metode MCDA spesifik yang digunakan (misalnya, AHP, TOPSIS, dll.), kerangka kerja ini terstruktur untuk memberikan pendekatan yang seimbang dalam mengevaluasi alternatif. DSS kemungkinan mencakup modul untuk definisi kriteria, penilaian alternatif, dan pemeringkatan. Studi kasus berfungsi sebagai validasi penerapan sistem. Proses keputusan dapat direpresentasikan sebagai masalah optimisasi multi-kriteria: dengan himpunan protokol konsensus

dan himpunan kriteria
dengan bobot , sistem mengevaluasi setiap protokol terhadap setiap kriteria untuk menghasilkan skor , lalu mengagregasinya menjadi skor keseluruhan
(atau menggunakan fungsi agregasi MCDA yang lebih kompleks). Protokol dengan skor keseluruhan tertinggi direkomendasikan. Arsitektur sistem dapat divisualisasikan sebagai alur dari input (kebutuhan jaringan, karakteristik protokol) melalui pemrosesan MCDA hingga output (protokol yang diperingkat).

Mengapa penting

Pembahasan menafsirkan hasil studi kasus dan menyoroti manfaat kerangka kerja pendukung keputusan. Pembahasan menekankan bagaimana metode MCDA dapat menangani kompleksitas pemilihan protokol konsensus untuk jaringan blockchain IoT, di mana berbagai kriteria yang saling bertentangan harus diseimbangkan. Kerangka kerja ini menjawab variabilitas parameter jaringan dan kebutuhan, menyediakan pendekatan yang terstruktur dan transparan. Makalah ini juga mungkin membahas batasan, seperti kebutuhan akan data input yang akurat dan subjektivitas dalam pembobotan kriteria. Pekerjaan selanjutnya dapat melibatkan perluasan kerangka kerja untuk memasukkan kondisi jaringan dinamis atau kriteria tambahan. Implementasi sistem sebagai perangkat lunak merupakan kontribusi praktis, memungkinkan pemangku kepentingan menerapkan model konseptual. Pembahasan kemungkinan menyimpulkan bahwa kerangka kerja ini mendukung pemilihan protokol yang lebih terinformasi dan sistematis, pada akhirnya meningkatkan kinerja dan kesesuaian penerapan blockchain IoT. Kandidat taksonomi (Arsitektur, Keamanan Siber, Jaringan, Kriptografi) relevan karena kerangka kerja ini menyentuh desain arsitektur, pertimbangan keamanan, kinerja jaringan, dan aspek kriptografi dari protokol konsensus.

Siapa yang sebaiknya membaca

Praktisi dan peneliti ilmu komputer

Membuka konten memberโ€ฆ