Editorial Ekonomi & Bisnis
Open AccessOA2024
Mungkinkah memperluas hak inklusif perempuan dengan meningkatkan partisipasi mereka di pasar tenaga kerja? Perspektif baru di tingkat global
Studi ini menyelidiki apakah peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan (FLFP) memperkuat hak inklusif perempuan di 188 negara dari 1981 hingga 2011, dengan menggunakan model ordered probit dan logit. Temuan menunjukkan asosiasi positif secara keseluruhan, tetapi efeknya terhadap hak sosial dan ekonomi tidak signifikan di negara berkembang, sehingga menegaskan perlunya komitmen kebijakan yang berkelanjutan terhadap kesetaraan gender.
Amjad Naveed; N. Ahmad; Aribah Aslam; M. Choudhry; Hania Bekdash-Muellers· International journal of manpower· 2024· DOI 10.1108/ijm-11-2023-0650
Masalah inti
Studi ini membahas dua tujuan utama: (1) menyelidiki apakah peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan (FLFP) memperkaya hak inklusif perempuan—ekonomi, sosial, dan politik—dan (2) mengkaji apakah efek FLFP terhadap hak inklusif berbeda antara negara maju dan negara berkembang. Para penulis memotivasi penelitian ini dengan kebutuhan akan komitmen kebijakan yang berkelanjutan terhadap kesetaraan gender untuk mencapai hak inklusif dan memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs). Studi ini berkontribusi secara empiris dengan mengaitkan FLFP dengan berbagai dimensi hak inklusif perempuan di tingkat global.
Inovasi
Studi ini menggunakan data panel yang mencakup 188 negara sepanjang tahun 1981–2011. Model pilihan diskret, yaitu ordered probit dan ordered logit, digunakan. Model tersebut mengontrol heterogenitas yang teramati antarnegarа, termasuk faktor seperti inflasi, ketimpangan pendapatan, pendidikan, dan hak asasi manusia. Analisis membedakan antara negara maju dan negara berkembang untuk menilai efek yang berbeda.
Pendahuluan
Studi ini membahas dua tujuan utama: (1) menyelidiki apakah peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan (FLFP) memperkaya hak inklusif perempuan—ekonomi, sosial, dan politik—dan (2) mengkaji apakah efek FLFP terhadap hak inklusif berbeda antara negara maju dan negara berkembang. Para penulis memotivasi penelitian ini dengan kebutuhan akan komitmen kebijakan yang berkelanjutan terhadap kesetaraan gender untuk mencapai hak inklusif dan memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs). Studi ini berkontribusi secara empiris dengan mengaitkan FLFP dengan berbagai dimensi hak inklusif perempuan di tingkat global.
Mengapa penting
Studi ini menegaskan perlunya komitmen kebijakan yang berkelanjutan terhadap kesetaraan gender untuk mewujudkan kesetaraan hak inklusif (hak ekonomi, sosial, dan politik) dan memenuhi SDGs. Studi ini menambah nilai bagi penelitian yang ada dengan menyelidiki secara empiris kaitan antara FLFP dan berbagai dimensi hak inklusif perempuan. Temuan yang berbeda antara negara maju dan negara berkembang menunjukkan bahwa dampak FLFP terhadap hak sosial dan ekonomi mungkin bergantung pada konteks, sehingga memerlukan pendekatan kebijakan yang disesuaikan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…