Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2026
Integrasi mikrobioma tanaman untuk pertanian tangguh dan lingkungan berkelanjutan
Tinjauan ini menelaah bagaimana tanaman merekrut mikrobioma bermanfaat untuk meredam cekaman abiotik dan mengevaluasi intervensi praktis seperti komunitas sintetik dan rekayasa yang dimediasi inang untuk meningkatkan ketangguhan pertanian.
Alexandre Pedrinho; L. W. Mendes; T. Pellegrinetti; A. S. F. Araujo; Arthur Prudêncio de Araújo Pereira; B. Singh· Plant and Soil· 2026· DOI 10.1007/s11104-026-08578-5
Masalah inti
Sistem pertanian menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dari cekaman lingkungan akibat perubahan iklim seperti kekeringan, salinitas, dan gelombang panas. Cekaman ini membatasi produktivitas tanaman, menurunkan kesehatan tanah, dan mengancam ketahanan pangan global, sehingga menegaskan kebutuhan mendesak akan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan mikrobioma tanah dan yang berasosiasi dengan tanaman menawarkan potensi transformatif untuk meningkatkan ketangguhan dan keberlanjutan tanaman. Namun, menerjemahkan penelitian tanaman-mikrobioma berbasis laboratorium menjadi aplikasi pertanian yang dapat diskalakan tetap menjadi tantangan signifikan. Tinjauan ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menelaah interaksi dinamis antara tanaman dan mikrobiomanya di bawah cekaman abiotik.
Inovasi
Para penulis melakukan tinjauan komprehensif atas literatur yang ada tentang interaksi tanaman-mikrobioma pada kondisi cekaman abiotik. Mereka berfokus pada mekanisme tanaman merekrut dan memodulasi komunitas mikroba di rhizosfer, filosfer, dan endosfer. Tinjauan ini mengonseptualisasikan bagaimana cekaman abiotik lingkungan mengubah interaksi tanaman-mikroba dan mengevaluasi intervensi praktis untuk meredam cekaman. Intervensi utama yang dinilai meliputi komunitas mikroba sintetik (SynComs), rekayasa mikrobioma yang dimediasi inang (HMS), dan metabolit. Metodologi ini melibatkan sintesis temuan dari studi berbasis laboratorium dan mengidentifikasi tantangan untuk penerapan di lapangan.
Pendahuluan
Sistem pertanian menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dari cekaman lingkungan akibat perubahan iklim seperti kekeringan, salinitas, dan gelombang panas. Cekaman ini membatasi produktivitas tanaman, menurunkan kesehatan tanah, dan mengancam ketahanan pangan global, sehingga menegaskan kebutuhan mendesak akan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan mikrobioma tanah dan yang berasosiasi dengan tanaman menawarkan potensi transformatif untuk meningkatkan ketangguhan dan keberlanjutan tanaman. Namun, menerjemahkan penelitian tanaman-mikrobioma berbasis laboratorium menjadi aplikasi pertanian yang dapat diskalakan tetap menjadi tantangan signifikan. Tinjauan ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menelaah interaksi dinamis antara tanaman dan mikrobiomanya di bawah cekaman abiotik.
Mengapa penting
Para penulis membahas bahwa menjembatani temuan laboratorium dengan keberhasilan di lapangan memerlukan upaya mengatasi tantangan ilmiah dan translasi. Mereka menganjurkan pendekatan berbasis sistem yang mengintegrasikan rekayasa tanaman dan mikrobioma, inovasi metabolik dan genetik, praktik agronomi, serta kerangka kebijakan. Kesenjangan penelitian utama yang diidentifikasi meliputi dampak ekologis jangka panjang dan optimalisasi kompatibilitas mikrobioma-inang. Tinjauan ini menekankan bahwa kolaborasi interdisipliner sangat penting untuk mempercepat adopsi alat berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan ilmu mutakhir dengan solusi yang dapat diskalakan, interaksi tanaman-mikrobioma dapat berkontribusi signifikan terhadap pertanian cerdas iklim dan ketangguhan ekosistem di era perubahan global.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…