Editorial Pendidikan
Open AccessOA2025
Mengintegrasikan Kearifan Lokal ke dalam Keterampilan Abad ke-21: Kerangka Kontekstual untuk Pedagogi yang Relevan secara Budaya di Kelas Pedesaan
Studi ini mengeksplorasi bagaimana mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan keterampilan abad ke-21 di kelas pedesaan menumbuhkan pedagogi yang relevan secara budaya serta meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan akademik siswa. Studi ini mengidentifikasi strategi pengajaran yang efektif dan tantangannya, dengan menekankan keterlibatan komunitas.
Ibnu Fitrianto; M. Farisi· International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning· 2025· DOI 10.59944/postaxial.v3i2.444
Masalah inti
Studi ini membahas integrasi kearifan lokal ke dalam pendidikan abad ke-21 di kelas pedesaan, dengan fokus pada pedagogi yang relevan secara budaya untuk meningkatkan pengalaman dan hasil belajar. Studi ini mengkaji persinggungan antara pengetahuan lokal dan 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity), dengan tujuan mengidentifikasi strategi pengajaran yang efektif serta dampaknya terhadap keterlibatan dan keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini berada dalam konteks pendidikan pedesaan, tempat kearifan lokal—seperti cerita tradisional, praktik pertanian, dan nilai-nilai komunitas—dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan relevan.
Inovasi
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara dengan guru, observasi kelas, dan keterlibatan komunitas. Metode-metode ini memungkinkan eksplorasi mendalam tentang bagaimana kearifan lokal dimanfaatkan dalam praktik pengajaran dan tantangan yang dihadapi para pendidik. Studi ini kemungkinan melibatkan sampel purposif sekolah dan guru pedesaan, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema terkait integrasi kearifan lokal dan 4C.
Pendahuluan
Studi ini membahas integrasi kearifan lokal ke dalam pendidikan abad ke-21 di kelas pedesaan, dengan fokus pada pedagogi yang relevan secara budaya untuk meningkatkan pengalaman dan hasil belajar. Studi ini mengkaji persinggungan antara pengetahuan lokal dan 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity), dengan tujuan mengidentifikasi strategi pengajaran yang efektif serta dampaknya terhadap keterlibatan dan keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini berada dalam konteks pendidikan pedesaan, tempat kearifan lokal—seperti cerita tradisional, praktik pertanian, dan nilai-nilai komunitas—dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan relevan.
Mengapa penting
Studi ini membahas tantangan yang dihadapi para pendidik dalam menerapkan praktik-praktik tersebut, termasuk keterbatasan sumber daya dan kebutuhan akan pengembangan profesional. Studi ini menekankan peran komunitas lokal dalam mendukung integrasi budaya ke dalam pendidikan formal. Analisis menunjukkan bahwa meskipun integrasi kearifan lokal bermanfaat, dukungan sistemik diperlukan untuk keberlanjutannya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pendekatan pedagogis yang terlokalisasi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih inklusif, relevan, dan menarik di lingkungan pedesaan. Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya pengajaran yang responsif secara budaya dalam mencapai 4C dan menyerukan dukungan kebijakan untuk mengatasi kesenjangan sumber daya dan pelatihan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…