Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Pendidikan

Open AccessOA2024

Mengintegrasikan Filsafat Antarbudaya ke dalam Kurikulum Sekolah Menengah: Menuju Pedagogi Deliberatif Tadabbur dalam Pendidikan Muslim Diaspora

Artikel ini mengusulkan integrasi filsafat antarbudaya ke dalam kurikulum sekolah menengah Islam di diaspora dengan menggabungkan pedagogi deliberatif Barat dan konsep Islam Tadabbur. Artikel ini menawarkan strategi pengajaran praktis seperti Think–Pair–Share dan model 5E untuk mendorong diversifikasi budaya dan agama.
Wisam Kh. Abdul-Jabbar; Yousra Makki· Religions· 2024· DOI 10.3390/rel15020189

Masalah inti

Artikel ini membahas integrasi pedagogis filsafat antarbudaya ke dalam kurikulum sekolah Islam dalam konteks diaspora. Artikel ini mengidentifikasi kesenjangan antara metode pengajaran Barat dan tradisi pendidikan Islam, lalu mengusulkan sintesis melalui konsep Tadabbur (bahasa Arab untuk 'merenungkan' dan 'mempertimbangkan dengan cermat' hasil). Pertanyaan penelitian utamanya adalah: Bagaimana filsafat antarbudaya dapat diterapkan di kelas, khususnya dalam kurikulum sekolah menengah di diaspora? Para penulis menekankan potensi manfaat dan kompatibilitas filsafat antarbudaya dari perspektif pendidikan Muslim, dengan tujuan memberikan wawasan praktis bagi pendidik yang ingin mendiversifikasi tradisi filsafat dalam pengajaran mereka.

Inovasi

Artikel ini menggunakan pendekatan konseptual dan pedagogis, yang menggabungkan analisis teoretis dengan contoh praktis. Artikel ini mengacu pada pedagogi deliberatif Barat dan konsep pendidikan Islam, khususnya Tadabbur, untuk mengembangkan strategi pengajaran. Metodologi ini mencakup adaptasi model pengajaran yang mapan seperti Think–Pair–Share dan model pengajaran 5E (Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate) untuk memfasilitasi dialog filosofis antarbudaya. Para penulis mengilustrasikan strategi ini dengan contoh dari konteks pendidikan Muslim, yang menunjukkan bagaimana strategi tersebut dapat diterapkan dalam kurikulum sekolah menengah di lingkungan diaspora.
Pendahuluan
Artikel ini membahas integrasi pedagogis filsafat antarbudaya ke dalam kurikulum sekolah Islam dalam konteks diaspora. Artikel ini mengidentifikasi kesenjangan antara metode pengajaran Barat dan tradisi pendidikan Islam, lalu mengusulkan sintesis melalui konsep Tadabbur (bahasa Arab untuk 'merenungkan' dan 'mempertimbangkan dengan cermat' hasil). Pertanyaan penelitian utamanya adalah: Bagaimana filsafat antarbudaya dapat diterapkan di kelas, khususnya dalam kurikulum sekolah menengah di diaspora? Para penulis menekankan potensi manfaat dan kompatibilitas filsafat antarbudaya dari perspektif pendidikan Muslim, dengan tujuan memberikan wawasan praktis bagi pendidik yang ingin mendiversifikasi tradisi filsafat dalam pengajaran mereka.

Mengapa penting

Pembahasan menekankan kompatibilitas filsafat antarbudaya dengan pendidikan Islam, dengan berargumen bahwa Tadabbur berfungsi sebagai jembatan antara pendekatan pedagogis Barat dan Islam. Para penulis menyarankan bahwa pedagogi deliberatif ini tidak hanya memperkaya kurikulum tetapi juga memberdayakan siswa untuk terlibat dengan beragam tradisi filsafat. Mereka membahas potensi tantangan, seperti kebutuhan pelatihan guru dan negosiasi kepekaan budaya. Artikel ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan filsafat antarbudaya berkontribusi pada pengalaman pendidikan yang lebih inklusif dan reflektif, yang mempersiapkan siswa untuk dunia yang terglobalisasi. Para penulis menyerukan penelitian dan implementasi lebih lanjut di berbagai lingkungan pendidikan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…