Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Fisika & Matematika

Open AccessOA2022

Praktik dan Perilaku Pengajar serta Mahasiswa selama Kelas Fisika Kuantum di University of Rwanda: Menjelajahi Penggunaan Multimedia

Studi ini menjelajahi bagaimana penggunaan multimedia dalam kelas fisika kuantum di University of Rwanda memengaruhi perilaku pengajar dan mahasiswa, dengan temuan bahwa metode multimedia mendorong pembelajaran aktif dibandingkan perkuliahan tradisional.
Pascasie Nyirahabimana; E. Minani; Mathias Nduwingoma; I. Kemezaยท International Journal of Learning, Teaching and Educational Researchยท 2022ยท DOI 10.26803/ijlter.21.9.18

Masalah inti

Fisika kuantum sering dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang karena konsepnya yang abstrak dan kompleksitas matematisnya. Di University of Rwanda, College of Education (UR-CE), pengajar dan mahasiswa menghadapi kesulitan dalam mengajar dan mempelajari fisika kuantum. Penelitian ini bertujuan menjelajahi penggunaan multimedia selama kelas fisika kuantum untuk memahami dampaknya terhadap praktik dan perilaku di kelas. Penelitian ini melibatkan lima pengajar dan 385 mahasiswa sarjana, dengan menggunakan desain eksperimental dan survei untuk mengumpulkan data tentang efektivitas multimedia dalam meningkatkan pembelajaran aktif.

Inovasi

Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang menggabungkan observasi kelas dan survei. Classroom Observation Protocol for Undergraduate STEM (COPUS) yang terstandarisasi digunakan untuk mencatat secara sistematis perilaku pengajar dan mahasiswa dalam dua pengaturan: satu dengan integrasi multimedia dan satu dengan perkuliahan tradisional. Selain itu, survei daring yang tervalidasi diberikan untuk mengumpulkan persepsi dan pengalaman mahasiswa. Data kuantitatif dari observasi dianalisis menggunakan M.S. Excel, sedangkan respons survei kualitatif dianalisis secara manual dengan metode catatan-pensil. Sampel terdiri dari lima pengajar dan 385 mahasiswa sarjana dari UR-CE.
Pendahuluan
Fisika kuantum sering dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang karena konsepnya yang abstrak dan kompleksitas matematisnya. Di University of Rwanda, College of Education (UR-CE), pengajar dan mahasiswa menghadapi kesulitan dalam mengajar dan mempelajari fisika kuantum. Penelitian ini bertujuan menjelajahi penggunaan multimedia selama kelas fisika kuantum untuk memahami dampaknya terhadap praktik dan perilaku di kelas. Penelitian ini melibatkan lima pengajar dan 385 mahasiswa sarjana, dengan menggunakan desain eksperimental dan survei untuk mengumpulkan data tentang efektivitas multimedia dalam meningkatkan pembelajaran aktif.

Mengapa penting

Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan multimedia ke dalam pengajaran fisika kuantum mendorong pembelajaran aktif dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Pergeseran dari perkuliahan pasif ke aktivitas multimedia yang interaktif memungkinkan mahasiswa membangun pengetahuan secara lebih efektif, menjawab sifat abstrak konsep kuantum. Peran pengajar berubah dari sekadar penyaji menjadi fasilitator, membimbing mahasiswa melalui simulasi dan visualisasi. Studi ini menegaskan potensi alat multimedia seperti PhET dan YouTube untuk mengurangi kecemasan terkait ketelitian matematis dan meningkatkan pemahaman konseptual. Hasil ini sejalan dengan teori belajar konstruktivis, yang menekankan pentingnya pendekatan berpusat pada mahasiswa. Studi ini merekomendasikan adopsi teknologi multimedia yang lebih luas dalam pengajaran fisika kuantum untuk meningkatkan hasil pendidikan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ