Editorial Pertanian & Lingkungan
Open AccessOA2025
Dampak perubahan iklim terhadap pertanian global dengan memperhitungkan adaptasi
Produksi pangan global menurun sebesar 5,5×10^14 kkal per tahun untuk setiap kenaikan 1°C, dengan adaptasi dan pertumbuhan pendapatan hanya meringankan 23% dari kerugian pada 2050. Kerugian terkonsentrasi di lumbung pangan modern, bukan hanya di wilayah berpendapatan rendah.
A. Hultgren; T. Carleton; M. Delgado; Diana R. Gergel; M. Greenstone; Trevor Houser; Solomon Hsiang; A. Jina; R. Kopp; S. Malevich; K. McCusker; T. Mayer; Ishan B. Nath; James Rising; Ashwin Rode; Jiacan Yuan· Nature· 2025· DOI 10.1038/s41586-025-09085-w
Masalah inti
Perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi sistem pangan global, namun sejauh mana adaptasi dapat mengurangi kerugian pertanian masih sangat tidak pasti dan diperdebatkan. Bahkan dalam konteks pertanian AS yang telah banyak diteliti, sebagian analisis berpendapat bahwa adaptasi akan meluas dan kerusakan iklim kecil, sementara yang lain menyimpulkan bahwa adaptasi akan terbatas dan kerugian parah. Analisis berbasis skenario menunjukkan bahwa adaptasi seharusnya berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian global, tetapi belum ada studi sistematis tentang seberapa luas produsen di dunia nyata benar-benar beradaptasi pada skala global. Studi ini mengisi celah tersebut dengan memperkirakan secara empiris dampak adaptasi produsen global menggunakan data longitudinal pada enam tanaman pangan pokok di 12.658 wilayah, yang mencakup dua pertiga kalori tanaman pangan global.
Inovasi
Penulis menggunakan dataset longitudinal yang mencakup 12.658 wilayah dan enam tanaman pangan pokok (jagung, padi, gandum, kedelai, jelai, dan sorgum) yang bersama-sama menyumbang dua pertiga kalori tanaman pangan global. Mereka memperkirakan secara empiris hubungan antara suhu permukaan rata-rata global (GMST) dan produksi tanaman pangan, sambil memperhitungkan adaptasi dengan membandingkan wilayah dengan iklim dan pendapatan yang berbeda. Analisis ini menggunakan metode data panel untuk mengisolasi efek suhu terhadap hasil panen, dengan mengontrol karakteristik wilayah yang tidak berubah sepanjang waktu dan tren waktu yang umum. Studi ini memperkirakan dampak marginal dari kenaikan 1°C GMST terhadap produksi global, lalu memproyeksikan kerugian di masa depan dalam skenario emisi moderat, dengan memasukkan adaptasi dan pertumbuhan pendapatan. Penulis juga meneliti distribusi dampak antar wilayah dan antar tanaman.
Pendahuluan
Perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi sistem pangan global, namun sejauh mana adaptasi dapat mengurangi kerugian pertanian masih sangat tidak pasti dan diperdebatkan. Bahkan dalam konteks pertanian AS yang telah banyak diteliti, sebagian analisis berpendapat bahwa adaptasi akan meluas dan kerusakan iklim kecil, sementara yang lain menyimpulkan bahwa adaptasi akan terbatas dan kerugian parah. Analisis berbasis skenario menunjukkan bahwa adaptasi seharusnya berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian global, tetapi belum ada studi sistematis tentang seberapa luas produsen di dunia nyata benar-benar beradaptasi pada skala global. Studi ini mengisi celah tersebut dengan memperkirakan secara empiris dampak adaptasi produsen global menggunakan data longitudinal pada enam tanaman pangan pokok di 12.658 wilayah, yang mencakup dua pertiga kalori tanaman pangan global.
Mengapa penting
Hasilnya menunjukkan bahwa adaptasi, meskipun membantu, tidak cukup untuk mengimbangi sebagian besar kerugian pertanian akibat iklim. Temuan bahwa kerusakan terkonsentrasi di lumbung pangan modern—wilayah dengan iklim yang menguntungkan dan adaptasi yang terbatas—menantang narasi konvensional bahwa perubahan iklim terutama akan merugikan wilayah tropis berpendapatan rendah. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan sistem pertanian maju pun dapat menghadapi tantangan signifikan. Penulis menekankan bahwa skala inovasi, perluasan lahan pertanian, atau adaptasi lebih lanjut yang diperlukan untuk menjamin ketahanan pangan dalam iklim yang berubah sangatlah besar. Studi ini menegaskan perlunya langkah proaktif untuk meningkatkan kapasitas adaptasi, khususnya di wilayah yang saat ini mengalami adaptasi terbatas. Kerugian sisa untuk sebagian besar tanaman pangan pokok menyoroti urgensi mitigasi perubahan iklim dan investasi dalam penelitian dan pengembangan adaptasi.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…