Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Teknik & Rekayasa

Open AccessOA2024

Identifikasi Parameter Rangkaian Ekuivalen untuk Model Rekayasa Elektrolizer Proton Exchange Membrane (PEM)

Makalah ini menyempurnakan model rangkaian ekuivalen RC orde kedua elektrolizer PEM dengan memasukkan kehilangan panas dari gas dan pipa, serta menggunakan algoritma identifikasi rekursif untuk mengestimasi parameter yang berubah terhadap waktu. Model yang diusulkan meningkatkan akurasi prediksi dan keselarasan strategi kendali dengan praktik rekayasa.
X. Mao; Yi-Zhi Tian; Ai-Mei Yang; Gaohang Zhangยท IEEE Accessยท 2024ยท DOI 10.1109/ACCESS.2024.3358456

Masalah inti

Elektrolizer proton exchange membrane (PEM) sangat penting untuk produksi hidrogen, tetapi model rekayasanya sering meremehkan pengukuran suhu akibat kehilangan panas. Makalah ini mengatasi masalah tersebut dengan menyempurnakan model rangkaian ekuivalen RC orde kedua yang ada agar memperhitungkan kehilangan panas dari gas dan pipa. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan prediktif model dan memastikan strategi kendali mencerminkan kondisi rekayasa dunia nyata. Kompleksitas muncul dari sifat model elektrolizer PEM yang berubah terhadap waktu dan nonlinier, yang disebabkan oleh kopling medan multi-fisika. Parameter rangkaian ekuivalen berubah seiring masukan energi listrik dan keadaan internal elektrolizer, sehingga memerlukan teknik identifikasi lanjutan.

Inovasi

Penulis mengusulkan model rangkaian rekayasa baru yang memasukkan efek kehilangan panas. Untuk menangani variasi parameter, mereka menggunakan algoritma identifikasi rekursif untuk mengestimasi parameter rangkaian ekuivalen internal. Resistansi tambahan akibat kehilangan panas dicocokkan berdasarkan hubungan antara kehilangan panas dan arus. Model diimplementasikan dan divalidasi menggunakan MATLAB. Algoritma rekursif memungkinkan estimasi parameter secara waktu nyata, menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi operasi. Rangkaian ekuivalen mencakup jaringan RC orde kedua, dan kehilangan panas dimodelkan sebagai resistansi tambahan yang bervariasi terhadap arus. Proses identifikasi melibatkan dua langkah: pertama, mengestimasi parameter internal menggunakan recursive least squares atau metode serupa; kedua, mencocokkan resistansi kehilangan panas menggunakan data empiris atau hubungan polinomial.
Pendahuluan
Elektrolizer proton exchange membrane (PEM) sangat penting untuk produksi hidrogen, tetapi model rekayasanya sering meremehkan pengukuran suhu akibat kehilangan panas. Makalah ini mengatasi masalah tersebut dengan menyempurnakan model rangkaian ekuivalen RC orde kedua yang ada agar memperhitungkan kehilangan panas dari gas dan pipa. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan prediktif model dan memastikan strategi kendali mencerminkan kondisi rekayasa dunia nyata. Kompleksitas muncul dari sifat model elektrolizer PEM yang berubah terhadap waktu dan nonlinier, yang disebabkan oleh kopling medan multi-fisika. Parameter rangkaian ekuivalen berubah seiring masukan energi listrik dan keadaan internal elektrolizer, sehingga memerlukan teknik identifikasi lanjutan.

Mengapa penting

Makalah ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan kehilangan panas dalam model elektrolizer PEM untuk aplikasi rekayasa. Pendekatan yang diusulkan mengatasi tantangan parameter yang berubah terhadap waktu dengan menggunakan identifikasi rekursif, yang cocok untuk kendali waktu nyata. Pencocokan resistansi tambahan menyediakan cara sederhana namun efektif untuk memasukkan efek kehilangan panas. Penulis menyarankan bahwa model yang disempurnakan ini dapat menghasilkan strategi kendali yang lebih baik dan prediksi kinerja yang lebih akurat. Namun, kompleksitas kopling multi-fisika dan kebutuhan validasi eksperimental dicatat sebagai area untuk pekerjaan selanjutnya. Metode ini efisien secara komputasi dan dapat diintegrasikan ke dalam sistem kendali yang ada.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ