Editorial Ilmu Sosial
Open AccessOA2026
Dimensi Humaniora dan Sosial dalam Keberlanjutan
Makalah ini berargumen bahwa keberlanjutan menuntut integrasi humaniora dan ilmu sosial untuk menangani nilai budaya, perilaku sosial, etika, keadilan, tata kelola, dan partisipasi masyarakat. Makalah ini menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus memprioritaskan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial seiring keseimbangan ekologis.
Ranjanaa Yadav; Kajal Maurya; Sakshi Chanchal; M. Divya; M. Studentยท International Journal of Research & Technologyยท 2026ยท DOI 10.64882/ijrt.v14.is1.1122
Masalah inti
Keberlanjutan sering dibahas dalam kaitannya dengan perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi teknologi. Namun, keberlanjutan jangka panjang tidak dapat dicapai tanpa memahami dimensi manusia dan sosial yang membentuk cara masyarakat berinteraksi dengan alam dan sumber daya. Makalah penelitian ini mengeksplorasi peran humaniora dan ilmu sosial dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dengan berfokus pada nilai budaya, perilaku sosial, etika, keadilan, tata kelola, dan partisipasi masyarakat. Studi ini menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya tantangan ilmiah atau teknis, tetapi juga tantangan yang sangat sosial dan etis.
Inovasi
Makalah ini menggunakan pendekatan konseptual dan integratif, yang mengambil perspektif dari disiplin humaniora seperti filsafat, sejarah, sastra, dan kajian budaya, serta ilmu sosial termasuk sosiologi, ekonomi, ilmu politik, dan antropologi. Makalah ini mengkaji bagaimana bidang-bidang tersebut berkontribusi pada pemahaman nilai-nilai kemanusiaan, struktur sosial, relasi kuasa, ketimpangan, dan kerangka kebijakan yang memengaruhi praktik berkelanjutan. Analisis ini berfokus pada sintesis literatur yang ada untuk membangun kerangka holistik bagi keberlanjutan.
Pendahuluan
Keberlanjutan sering dibahas dalam kaitannya dengan perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi teknologi. Namun, keberlanjutan jangka panjang tidak dapat dicapai tanpa memahami dimensi manusia dan sosial yang membentuk cara masyarakat berinteraksi dengan alam dan sumber daya. Makalah penelitian ini mengeksplorasi peran humaniora dan ilmu sosial dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dengan berfokus pada nilai budaya, perilaku sosial, etika, keadilan, tata kelola, dan partisipasi masyarakat. Studi ini menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya tantangan ilmiah atau teknis, tetapi juga tantangan yang sangat sosial dan etis.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan bahwa tata kelola inklusif, partisipasi publik, dan pendekatan berbasis komunitas sangat penting untuk mencapai hasil yang berkelanjutan. Pendidikan, kesadaran, dan kepekaan budaya diidentifikasi sebagai alat kritis untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan dan tanggung jawab kolektif. Dengan mengintegrasikan perspektif humaniora dan sosial dengan pendekatan lingkungan dan ekonomi, penelitian ini menyoroti kebutuhan akan model keberlanjutan yang holistik dan berpusat pada manusia. Pada akhirnya, makalah ini berargumen bahwa keberlanjutan hanya dapat benar-benar tercapai ketika nilai-nilai kemanusiaan, sistem sosial, dan konteks budaya ditempatkan di pusat strategi pembangunan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ