Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2025

Faktor manusia dalam keamanan siber: tinjauan interdisipliner dan usulan kerangka kerja

Survei ini menelaah peran krusial faktor manusia dalam keamanan siber, mengidentifikasi kesenjangan dalam pendekatan saat ini, dan mengusulkan Kerangka Kerja Keamanan Siber Berpusat pada Manusia yang mengintegrasikan ketahanan psikologis, pelatihan adaptif, pendekatan sosio-teknis, dan prinsip AI etis.
Kalam Khadka; A. Ullahยท International Journal of Information Securityยท 2025ยท DOI 10.1007/s10207-025-01032-0

Masalah inti

Keamanan siber secara tradisional dipandang sebagai tantangan teknologi, tetapi bukti yang berkembang menekankan peran penting faktor manusia dalam membentuk kerentanan maupun ketahanan. Survei ini menelaah persinggungan kritis antara perilaku manusia, pengambilan keputusan, dan budaya organisasi dalam keamanan siber, serta menyoroti kebutuhan akan strategi yang secara efektif mengintegrasikan pendekatan teknis dan berpusat pada manusia.

Inovasi

Makalah ini melakukan tinjauan interdisipliner atas literatur yang ada tentang faktor manusia dalam keamanan siber, mengidentifikasi kesenjangan dan tantangan yang menetap. Penelitian ini menyintesis temuan dari berbagai studi untuk mengusulkan kerangka kerja yang komprehensif.
Pendahuluan
Keamanan siber secara tradisional dipandang sebagai tantangan teknologi, tetapi bukti yang berkembang menekankan peran penting faktor manusia dalam membentuk kerentanan maupun ketahanan. Survei ini menelaah persinggungan kritis antara perilaku manusia, pengambilan keputusan, dan budaya organisasi dalam keamanan siber, serta menyoroti kebutuhan akan strategi yang secara efektif mengintegrasikan pendekatan teknis dan berpusat pada manusia.

Mengapa penting

Kesenjangan ini menegaskan urgensi solusi adaptif dan inklusif yang menyelaraskan perilaku manusia dengan sistem teknis. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kerangka Kerja Keamanan Siber Berpusat pada Manusia yang diusulkan mengintegrasikan ketahanan psikologis, pelatihan adaptif, pendekatan sosio-teknis, dan prinsip AI etis. Kerangka kerja ini menguraikan strategi praktis, termasuk pembelajaran bergamifikasi, pelatihan kecerdasan emosional, dan sistem pendukung keputusan, untuk meningkatkan kesadaran keamanan siber, mengurangi kerentanan, dan mendorong kepatuhan organisasi. Makalah ini menganjurkan pendekatan interdisipliner terhadap keamanan siber, dengan menekankan pentingnya pemberdayaan individu dan penumbuhan budaya keamanan. Dengan menjembatani kesenjangan antara faktor manusia dan teknis, penelitian ini menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para peneliti dan praktisi untuk membangun ekosistem keamanan siber yang tangguh dan inklusif yang mampu menangkal ancaman yang terus berkembang.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ