Editorial Humaniora
Open AccessOA2022
Seberapa Stabilkah Penilaian Moral?
Studi ini menyelidiki stabilitas penilaian moral dari waktu ke waktu menggunakan desain longitudinal tiga gelombang, menemukan ketidakstabilan yang signifikan dan mengeksplorasi penjelasan potensial. Para penulis membahas sumber psikologis dan implikasi filosofis dari ketidakstabilan (atau kestabilan) moral.
Paul Rehren; Walter Sinnott-Armstrongยท Review of Philosophy and Psychologyยท 2022ยท DOI 10.1007/s13164-022-00649-7
Masalah inti
Psikolog dan filsuf sering berkolaborasi untuk menyelidiki kognisi moral, tetapi stabilitas penilaian moral dari waktu ke waktu relatif terabaikan. Makalah ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan memeriksa apakah penilaian moral tetap konsisten di seluruh penilaian berulang. Para penulis berargumen bahwa stabilitas penting baik untuk alasan teoretis maupun praktis, dan mereka menyajikan studi longitudinal tiga gelombang yang orisinal untuk mengujinya. Partisipan menilai tindakan yang sama dalam dilema pengorbanan sebanyak tiga kali, dengan jarak 6โ8 hari. Studi ini juga mengeksplorasi penjelasan potensial untuk ketidakstabilan. Para penulis menyimpulkan dengan membahas sumber psikologis stabilitas (atau ketidakstabilan) moral dan menyoroti implikasi filosofisnya.
Inovasi
Studi ini menggunakan desain longitudinal tiga gelombang. Partisipan diminta membuat penilaian tentang tindakan yang sama dalam serangkaian dilema pengorbanan. Ketiga gelombang dilakukan dengan jarak 6โ8 hari. Pendekatan pengukuran berulang ini memungkinkan para peneliti menilai konsistensi penilaian moral dari waktu ke waktu. Para penulis juga mengeksplorasi penjelasan potensial untuk setiap ketidakstabilan yang diamati. Dilema spesifik dan skala penilaian tidak dirinci dalam abstrak yang disediakan, tetapi desainnya jelas within-subjects dan longitudinal.
Pendahuluan
Psikolog dan filsuf sering berkolaborasi untuk menyelidiki kognisi moral, tetapi stabilitas penilaian moral dari waktu ke waktu relatif terabaikan. Makalah ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan memeriksa apakah penilaian moral tetap konsisten di seluruh penilaian berulang. Para penulis berargumen bahwa stabilitas penting baik untuk alasan teoretis maupun praktis, dan mereka menyajikan studi longitudinal tiga gelombang yang orisinal untuk mengujinya. Partisipan menilai tindakan yang sama dalam dilema pengorbanan sebanyak tiga kali, dengan jarak 6โ8 hari. Studi ini juga mengeksplorasi penjelasan potensial untuk ketidakstabilan. Para penulis menyimpulkan dengan membahas sumber psikologis stabilitas (atau ketidakstabilan) moral dan menyoroti implikasi filosofisnya.
Mengapa penting
Para penulis membahas sumber psikologis potensial dari stabilitas atau ketidakstabilan moral dan menyoroti kemungkinan implikasi filosofisnya. Mereka menekankan bahwa stabilitas adalah aspek kognisi moral yang terabaikan dan layak mendapat lebih banyak perhatian dari filsuf maupun psikolog. Pembahasan ini kemungkinan membahas mengapa ketidakstabilan dapat terjadi (misalnya, suasana hati, pembingkaian, efek urutan) dan apa artinya bagi teori moral, seperti reliabilitas intuisi moral dan sifat karakter moral. Makalah ini menyimpulkan dengan menyarankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik stabilitas dan perubahan moral.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ