Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Sosial

Open AccessOA2025

Ujaran Kebencian di Media Sosial: Tinjauan Naratif Sistemik atas Kontribusi Ilmu Politik

Tinjauan naratif sistematis ini menyintesis 79 artikel ilmu politik untuk mengidentifikasi pendorong, konsekuensi politik, dan strategi penanggulangan ujaran kebencian di media sosial. Temuan menunjukkan bahwa kebencian daring didorong oleh kebijakan platform, celah regulasi, ancaman identitas, retorika kanan jauh, dan pemilu, serta bahwa kebencian daring menormalisasi diskriminasi, membungkam suara oposisi, dan memobilisasi kebencian terorganisir.
Cigdem Kentmen-Cinยท The social scienceยท 2025ยท DOI 10.3390/socsci14100610

Masalah inti

Survei opini publik lintas negara menunjukkan bahwa sebagian besar anak muda sering terpapar konten kebencian di media sosial, sehingga memunculkan pertanyaan mendesak tentang implikasi politiknya. Tinjauan literatur naratif sistematis ini menjawab tiga pertanyaan utama: (1) Faktor apa saja yang telah diteliti dalam ilmu politik sebagai pendorong utama ujaran kebencian di media sosial? (2) Apa yang disarankan studi empiris dalam ilmu politik tentang konsekuensi politik ujaran kebencian daring? (3) Strategi apa yang telah diusulkan dalam literatur ilmu politik untuk mengatasi dan menanggulangi dinamika tersebut? Tinjauan ini didasarkan pada analisis 79 artikel penelitian yang diterbitkan di bidang ilmu politik dan hubungan internasional, yang diambil dari Web of Science Core Collection.

Inovasi

Tinjauan ini menggunakan pendekatan naratif sistematis dengan menganalisis 79 artikel peer-review dari Web of Science Core Collection. Seleksi difokuskan pada literatur ilmu politik dan hubungan internasional untuk memastikan sintesis yang komprehensif atas kontribusi empiris dan teoretis. Analisis disusun berdasarkan tiga pertanyaan pemandu, dengan temuan dikategorikan menjadi pendorong, konsekuensi, dan strategi penanggulangan. Metode ini memungkinkan identifikasi tema yang berulang dan celah dalam penelitian yang ada.
Pendahuluan
Survei opini publik lintas negara menunjukkan bahwa sebagian besar anak muda sering terpapar konten kebencian di media sosial, sehingga memunculkan pertanyaan mendesak tentang implikasi politiknya. Tinjauan literatur naratif sistematis ini menjawab tiga pertanyaan utama: (1) Faktor apa saja yang telah diteliti dalam ilmu politik sebagai pendorong utama ujaran kebencian di media sosial? (2) Apa yang disarankan studi empiris dalam ilmu politik tentang konsekuensi politik ujaran kebencian daring? (3) Strategi apa yang telah diusulkan dalam literatur ilmu politik untuk mengatasi dan menanggulangi dinamika tersebut? Tinjauan ini didasarkan pada analisis 79 artikel penelitian yang diterbitkan di bidang ilmu politik dan hubungan internasional, yang diambil dari Web of Science Core Collection.

Mengapa penting

Temuan ini menegaskan interaksi kompleks antara faktor struktural, politik, dan budaya dalam membentuk ujaran kebencian daring. Kebijakan platform dan celah regulasi sering memungkinkan konten kebencian, sementara ancaman identitas dan retorika populis memperkuat penyebarannya. Konsekuensi politiknya berat: ujaran kebencian tidak hanya merugikan kelompok sasaran tetapi juga melemahkan deliberasi demokratis dengan membungkam suara yang terpinggirkan dan memberi keberanian pada kelompok kebencian terorganisir. Sebagai respons, penelitian ilmu politik menekankan pentingnya mekanisme pencegahan daring, ujaran tandingan, aliansi, dan literasi digital sebagai strategi untuk memerangi kebencian pada era media sosial. Strategi ini memerlukan upaya terkoordinasi lintas platform, pemerintah, dan masyarakat sipil agar efektif.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ